Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Manifestasi Sifat Yahudi pada Diri Muslim menurut Tafsir al-Bahr al-Madid

View through CrossRef
In general, the main issue in this study is the discussion of Jewish traits within Muslims as explained in al-Bahr al-Madid fi Tafsir al-Qur’an al-Majid by Ibn Ajibah. The negative characteristics of the Jews have, throughout human history, generated continuous antipathy. At present, a paradox exists among Muslims: on the one hand, they strongly condemn the attitudes and behaviors attributed to the Children of Israel as criticized in the Qur’an; on the other hand, some Muslims, often unconsciously, display similar tendencies, such as hypocrisy, long and unrealistic ambitions, and excessive attachment to worldly life. This paradox is precisely the subject of criticism raised by the great Moroccan scholar Ibn Ajibah. Based on this background, the researcher is compelled to examine more deeply the Jewish traits within Muslims according to al-Bahr al-Madid. The purpose of this study is to analyze these traits in light of Ibn Ajibah’s interpretations. This research is qualitative in nature and employs a library research method. In addition, it applies the thematic method, by collecting, studying, and analyzing Qur’anic verses related to the criticized traits of the Jews, and then examining their relevance to contemporary Muslim conditions. The study concludes that Ibn Ajibah views these traits as the negative characteristics of the Jews that emerge among Muslims. Ibn Ajibah mentions them nine times, consisting of arrogance, greed and long ambitions, envy, injustice in judgment, malice, inciting evil, heresy, distortion of facts, and following one’s desires in matters of religion. According to Ibn Ajibah, these traits arise from the attachment of a Muslim’s heart to worldly affairs. To restrain or minimize them, it can only be pursued through purification of the heart by subduing the lower self. This study recommends that Muslims take Ibn Ajibah’s insights as a form of spiritual reflection to avoid the emergence of such traits through strengthening tazkiyat al-nafs (purification of the soul). Abstrak: Secara garis besar masalah utama dalam penelitian ini adalah pembahasan sifat Yahudi di dalam diri Muslim sebagaimana dijelaskan dalam al-Bahr al-Madid fi Tafsir al-Qur’an al-Majid karya Ibnu Ajibah. Sifat-sifat negatif Yahudi sepanjang sejarah manusia telah menimbulkan antipati sepanjang masa. Saat ini sebuah paradoks terjadi di kalangan Muslim. Di satu sisi, mereka mengecam dengan keras sikap dan perilaku buruk yang dinisbatkan kepada Yahudi sebagaimana dikritik dalam Al-Qur’an. Namun di sisi lain, sebagian umat Islam tanpa disadari justru menampakkan perilaku serupa, seperti kemunafikan, panjang angan-angan, dan kecintaan berlebihan terhadap dunia. Paradoks inilah yang menjadi kritik dari seorang ulama besar dari Maroko, Ibnu Ajibah. Berdasarkan latar belakang ini, penulis terdorong untuk mengkaji lebih jauh tentang sifat Yahudi pada diri Muslim menurut al-Bahr al-Madid. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sifat Yahudi pada diri Muslim menurut penafsiran Ibnu Ajibah. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan metode kajian kepustakaan. Selain itu, penelitian ini juga menerapkan metode tafsir tematik, yaitu dengan menghimpun dan menganalisis ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan, kemudian menelaah relevansinya dengan kondisi umat Islam masa kini. Penelitian ini berkesimpulan bahwa Ibnu Ajibah memandang sifat-sifat Yahudi tersebut sebagai karakteristik negatif yang muncul dalam diri umat Islam. Ibnu Ajibah menyebutkannya sebanyak sembilan kali, yang terdiri dari sifat sombong, tamak dan panjang angan-angan, iri hati, tidak adil dalam menilai sesuatu, dengki, mengajak kepada keburukan, zindik, memutarbalikkan fakta, dan mengikuti hawa nafsu dalam beragama. Ibnu Ajibah berpendapat sifat-sifat tersebut muncul karena keterikatan hati seorang Muslim dengan duniawi. Untuk menghambat atau meminimalisirnya, hanya dapat dilakukan melalui pembersihan hati dengan menundukkan hawa nafsu. Penelitian ini merekomendasikan agar umat Islam menjadikan kajian Ibnu Ajibah sebagai refleksi spiritual untuk menghindari munculnya sifat-sifat tersebut melalui penguatan tazkiyat al-nafs.
Title: Manifestasi Sifat Yahudi pada Diri Muslim menurut Tafsir al-Bahr al-Madid
Description:
In general, the main issue in this study is the discussion of Jewish traits within Muslims as explained in al-Bahr al-Madid fi Tafsir al-Qur’an al-Majid by Ibn Ajibah.
The negative characteristics of the Jews have, throughout human history, generated continuous antipathy.
At present, a paradox exists among Muslims: on the one hand, they strongly condemn the attitudes and behaviors attributed to the Children of Israel as criticized in the Qur’an; on the other hand, some Muslims, often unconsciously, display similar tendencies, such as hypocrisy, long and unrealistic ambitions, and excessive attachment to worldly life.
This paradox is precisely the subject of criticism raised by the great Moroccan scholar Ibn Ajibah.
Based on this background, the researcher is compelled to examine more deeply the Jewish traits within Muslims according to al-Bahr al-Madid.
The purpose of this study is to analyze these traits in light of Ibn Ajibah’s interpretations.
This research is qualitative in nature and employs a library research method.
In addition, it applies the thematic method, by collecting, studying, and analyzing Qur’anic verses related to the criticized traits of the Jews, and then examining their relevance to contemporary Muslim conditions.
The study concludes that Ibn Ajibah views these traits as the negative characteristics of the Jews that emerge among Muslims.
Ibn Ajibah mentions them nine times, consisting of arrogance, greed and long ambitions, envy, injustice in judgment, malice, inciting evil, heresy, distortion of facts, and following one’s desires in matters of religion.
According to Ibn Ajibah, these traits arise from the attachment of a Muslim’s heart to worldly affairs.
To restrain or minimize them, it can only be pursued through purification of the heart by subduing the lower self.
This study recommends that Muslims take Ibn Ajibah’s insights as a form of spiritual reflection to avoid the emergence of such traits through strengthening tazkiyat al-nafs (purification of the soul).
Abstrak: Secara garis besar masalah utama dalam penelitian ini adalah pembahasan sifat Yahudi di dalam diri Muslim sebagaimana dijelaskan dalam al-Bahr al-Madid fi Tafsir al-Qur’an al-Majid karya Ibnu Ajibah.
Sifat-sifat negatif Yahudi sepanjang sejarah manusia telah menimbulkan antipati sepanjang masa.
Saat ini sebuah paradoks terjadi di kalangan Muslim.
Di satu sisi, mereka mengecam dengan keras sikap dan perilaku buruk yang dinisbatkan kepada Yahudi sebagaimana dikritik dalam Al-Qur’an.
Namun di sisi lain, sebagian umat Islam tanpa disadari justru menampakkan perilaku serupa, seperti kemunafikan, panjang angan-angan, dan kecintaan berlebihan terhadap dunia.
Paradoks inilah yang menjadi kritik dari seorang ulama besar dari Maroko, Ibnu Ajibah.
Berdasarkan latar belakang ini, penulis terdorong untuk mengkaji lebih jauh tentang sifat Yahudi pada diri Muslim menurut al-Bahr al-Madid.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sifat Yahudi pada diri Muslim menurut penafsiran Ibnu Ajibah.
Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan metode kajian kepustakaan.
Selain itu, penelitian ini juga menerapkan metode tafsir tematik, yaitu dengan menghimpun dan menganalisis ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan, kemudian menelaah relevansinya dengan kondisi umat Islam masa kini.
Penelitian ini berkesimpulan bahwa Ibnu Ajibah memandang sifat-sifat Yahudi tersebut sebagai karakteristik negatif yang muncul dalam diri umat Islam.
Ibnu Ajibah menyebutkannya sebanyak sembilan kali, yang terdiri dari sifat sombong, tamak dan panjang angan-angan, iri hati, tidak adil dalam menilai sesuatu, dengki, mengajak kepada keburukan, zindik, memutarbalikkan fakta, dan mengikuti hawa nafsu dalam beragama.
Ibnu Ajibah berpendapat sifat-sifat tersebut muncul karena keterikatan hati seorang Muslim dengan duniawi.
Untuk menghambat atau meminimalisirnya, hanya dapat dilakukan melalui pembersihan hati dengan menundukkan hawa nafsu.
Penelitian ini merekomendasikan agar umat Islam menjadikan kajian Ibnu Ajibah sebagai refleksi spiritual untuk menghindari munculnya sifat-sifat tersebut melalui penguatan tazkiyat al-nafs.

Related Results

Tafsir Al-Bahrul Madid Karangan Ibn A’jibah
Tafsir Al-Bahrul Madid Karangan Ibn A’jibah
Salah satu kitab Turath warisan Islam adalah Tafsir Al-Bahrul Madid karangan Ibn A’jibah. Kitab ini adalah adalah salah satu kitab tafsir yang menggunakan pendekatan tafsir Sufi Is...
Pembelajaran Tafsir Di Dayah Ummul Ayman Samalanga
Pembelajaran Tafsir Di Dayah Ummul Ayman Samalanga
Dayah Ummul Ayman is one of the largest dayah in Aceh. The teaching of tafsir in this dayah is carried out through dayah curriculum and adapted to the abilities of students. Standa...
Küçük Asya’da Antik Bir Sinagog: Sardis Sinagogu
Küçük Asya’da Antik Bir Sinagog: Sardis Sinagogu
Hellenistik Devletler ve Roma İmparatorluğu Dönemi’nde Anadolu coğrafyasındaki Yahudi varlığının tespiti konusunun yöntemi üzerinde ciddi tartışmalar yapılmaktadır. Yahudi kültürü ...
SEJARAH PERKEMBANGAN TAFSIR
SEJARAH PERKEMBANGAN TAFSIR
AbstrakKegiatan tafsir Al-Qu’ran telah dimulai sejak masa Nabi Muhammad Saw dan terus mengalami perkembangan dari masa ke masa, yaitu periode Nabi Muhammad Saw dan sahabatnya, peri...
PENGARUH AJARAN TRI GUNA DALAM MENINGKATKAN BUDHI PEKERTI ANAK DI TK SARI MEKAR BANGUNTAPAN BANTUL YOGYAKARTA
PENGARUH AJARAN TRI GUNA DALAM MENINGKATKAN BUDHI PEKERTI ANAK DI TK SARI MEKAR BANGUNTAPAN BANTUL YOGYAKARTA
Pengaruh Ajaran Tri Guna Dalam Pendidikan Budhi Pekerti Anak Di  TK Sari Mekar Banguntapan Bantul Yogyakarta, Dalam mencapai pendidikan Budhi pekerti di dalam ajarangama Hindu terd...

Back to Top