Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengembangan Sistem Informasi Bengkel Otomotif dengan Metode Agile Scrum

View through CrossRef
Transformasi digital telah menjadi kebutuhan mendesak dalam berbagai sektor industri, termasuk layanan bengkel otomotif yang selama ini masih banyak menggunakan sistem manual. Permasalahan umum yang dihadapi meliputi pencatatan data pelanggan yang tidak efisien, manajemen keuangan yang rentan kesalahan, serta kurangnya transparansi dan kenyamanan dalam pelayanan pelanggan. Agar dapat mengatasi tantangan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi bengkel otomotif berbasis web dengan menerapkan metodologi Agile Scrum. Metode ini dipilih karena bersifat iteratif dan adaptif, memungkinkan pengembangan sistem secara bertahap melalui sprint yang disusun berdasarkan prioritas dan kebutuhan pengguna. Proses pengembangan dilakukan dalam empat sprint, dengan masing-masing sprint mencakup perencanaan, implementasi, evaluasi, dan pengujian. Fitur yang berhasil dikembangkan antara lain sistem autentikasi, form pengecekan progres perbaikan, manajemen entri servis, ulasan pelanggan, pop-up chat real-time, laporan keuangan, serta pengelolaan data lokasi dan kontak bengkel. Setiap tahapan pengembangan dilakukan secara kolaboratif oleh tim Scrum yang terdiri dari Scrum Master, Product Owner, dan Developer, yang secara aktif berpartisipasi dalam perencanaan backlog dan pembuatan user story untuk memastikan hasil yang lebih sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Evaluasi terhadap sistem dilakukan menggunakan metode Black Box Testing, yang menunjukkan bahwa semua fitur telah berjalan sesuai dengan spesifikasi dan tanpa kesalahan berarti, menjamin kualitas dan kehandalan sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Agile Scrum tidak hanya meningkatkan efisiensi internal operasional bengkel, tetapi juga mendukung pelayanan yang lebih transparan dan interaktif kepada pelanggan melalui berbagai fitur seperti chat secara real-time dan sistem ulasan. Fleksibilitas metode Agile dalam menanggapi perubahan kebutuhan pengguna secara cepat juga menjadi nilai tambah penting dalam proses pengembangan ini, serta memungkinkan sistem untuk beradaptasi dengan dinamika kebutuhan yang berkembang. Dengan demikian, sistem informasi yang dibangun mampu menjadi solusi praktis dan efektif dalam mendukung digitalisasi layanan bengkel otomotif. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan sistem serupa di sektor layanan lain yang membutuhkan pendekatan fleksibel dan kolaboratif dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi yang cepat.
Title: Pengembangan Sistem Informasi Bengkel Otomotif dengan Metode Agile Scrum
Description:
Transformasi digital telah menjadi kebutuhan mendesak dalam berbagai sektor industri, termasuk layanan bengkel otomotif yang selama ini masih banyak menggunakan sistem manual.
Permasalahan umum yang dihadapi meliputi pencatatan data pelanggan yang tidak efisien, manajemen keuangan yang rentan kesalahan, serta kurangnya transparansi dan kenyamanan dalam pelayanan pelanggan.
Agar dapat mengatasi tantangan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi bengkel otomotif berbasis web dengan menerapkan metodologi Agile Scrum.
Metode ini dipilih karena bersifat iteratif dan adaptif, memungkinkan pengembangan sistem secara bertahap melalui sprint yang disusun berdasarkan prioritas dan kebutuhan pengguna.
Proses pengembangan dilakukan dalam empat sprint, dengan masing-masing sprint mencakup perencanaan, implementasi, evaluasi, dan pengujian.
Fitur yang berhasil dikembangkan antara lain sistem autentikasi, form pengecekan progres perbaikan, manajemen entri servis, ulasan pelanggan, pop-up chat real-time, laporan keuangan, serta pengelolaan data lokasi dan kontak bengkel.
Setiap tahapan pengembangan dilakukan secara kolaboratif oleh tim Scrum yang terdiri dari Scrum Master, Product Owner, dan Developer, yang secara aktif berpartisipasi dalam perencanaan backlog dan pembuatan user story untuk memastikan hasil yang lebih sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
Evaluasi terhadap sistem dilakukan menggunakan metode Black Box Testing, yang menunjukkan bahwa semua fitur telah berjalan sesuai dengan spesifikasi dan tanpa kesalahan berarti, menjamin kualitas dan kehandalan sistem.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Agile Scrum tidak hanya meningkatkan efisiensi internal operasional bengkel, tetapi juga mendukung pelayanan yang lebih transparan dan interaktif kepada pelanggan melalui berbagai fitur seperti chat secara real-time dan sistem ulasan.
Fleksibilitas metode Agile dalam menanggapi perubahan kebutuhan pengguna secara cepat juga menjadi nilai tambah penting dalam proses pengembangan ini, serta memungkinkan sistem untuk beradaptasi dengan dinamika kebutuhan yang berkembang.
Dengan demikian, sistem informasi yang dibangun mampu menjadi solusi praktis dan efektif dalam mendukung digitalisasi layanan bengkel otomotif.
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan sistem serupa di sektor layanan lain yang membutuhkan pendekatan fleksibel dan kolaboratif dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi yang cepat.

Related Results

STANDARISASI BENGKEL PENDIDIKAN OTOMATIS BERBASIS INDUSTRI
STANDARISASI BENGKEL PENDIDIKAN OTOMATIS BERBASIS INDUSTRI
Bengkel otomotif adalah salah satu bengkel D3 Jurusan Teknik Mesin di Politeknik negeri Ambon, Bengkel ini merupakan sarana praktikum dan riset mahasiswa dan dosen terkhusus dalam ...
Peningkatan Pengetahuan Agile Scrum dalam Pengembangan Perangkat Lunak pada Startup Kala Kreatif Indonesia
Peningkatan Pengetahuan Agile Scrum dalam Pengembangan Perangkat Lunak pada Startup Kala Kreatif Indonesia
Kala Kreatif Indonesia merupakan startup dalam bidang teknologi informasi. Dalam pengembangan perangkat lunak, Kala Kreatif Indonesia telah menerapkan kerangka kerja manajemen proy...
Enhancing agile product development with scrum methodologies: A detailed exploration of implementation practices and benefits
Enhancing agile product development with scrum methodologies: A detailed exploration of implementation practices and benefits
This study conducts a systematic literature review to examine the implementation, challenges, and ongoing evolution of Scrum methodologies within Agile product development framewor...
Penataan Bengkel Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Ambon
Penataan Bengkel Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Ambon
Manajemen bengkel merupakan cara untuk mengatur segala sesuatu dan sumber daya yang ada pada bengkel secara efektif dan efisien. Bengkel merupakan bagian dari sarana pendidikan, me...
Systematic Literature Review on Observable Indicators of Scrum Ceremony Adherence
Systematic Literature Review on Observable Indicators of Scrum Ceremony Adherence
Scrum has become one of the most widely adopted frameworks in agile project management, with recent surveys indicating that around 87% of agile teams employ Scrum practice. A defin...
Scrum Challenges: An Agile Process Reengineering in Software Engineering
Scrum Challenges: An Agile Process Reengineering in Software Engineering
Business Process Reengineering (BPR) is an organizational strategy seeking identification of critical factors affecting software development practices in Software Engineering Manag...
Scrumban: An Agile Integration of Scrum and Kanban in Software Engineering
Scrumban: An Agile Integration of Scrum and Kanban in Software Engineering
Software Engineering (SE) technologies are emerging day by day and seeking ABPR (Agile Business Process Reengineering) for Software Engineering Management (SEM) frameworks in softw...
Improving the Performance of Student Teams in Project-Based Learning with Scrum
Improving the Performance of Student Teams in Project-Based Learning with Scrum
The purpose of this paper is to analyze the effectiveness of Scrum for project and team management in PBL teams in higher education. To attain this goal, a study was carried out to...

Back to Top