Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

STATUS KERUSAKAN TANAH PADA AREAL BUDIDAYA DAN AREAL NON-BUDIDAYA DI KABUPATEN GOWA, PROVINSI SULAWESI SELATAN

View through CrossRef
Lahan pertanian, terutama di daerah tropis seperti Indonesia, umumnya telah mengalami proses degradasi secara intensif, yang dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan dan praktek pemanfaatan lahan yang kurang  mengindahkan prinsip konservasi tanah dan air. Akibatnya, telah terjadi kerusakan lingkungan dan penurunan tingkat kesuburan tanah-tanah  pertanian dari tahun ketahun, dengan konsekuensi berupa makin rendahnya produktifitas lahan-lahan pertanian tersebut. Penelitian yang dilaksanakan di  Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan ini, bertujuan untuk mengevaluasi  status kerusakan tanah pada lahan budidaya pertanian (lahan kering/cabe, lahan kering/jagung, lahan kering/rambutan dan sawah),  dan dibandingkan dengan status kerusakan tanah pada areal non-budidaya (hutan sekunder, semak belukar). Metode penilaian status kerusakan tanah yang digunakan adalah sesuai PERMEN LH No. 07 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengukuran Kriteria Baku Kerusakan Tanah Untuk Produksi Biomassa.  Hasil studi mengindikasikan bahwa, dengan menggunakan kriteria  Status Kerusakan Tanah pada PERMEN LH No. 07 Tahun 2006 maka, tidak ditemukan adanya perbedaan status kerusakan tanah antara areal bididaya dan areal non-budidaya. Dengan kata lain, parameter yang digunakan untuk menilai Status Kerusakan Tanah pada PERMEN LH No. 07 Tahun 2006 ini, kurang sensitif dipakai untuk menilai perbedaan status kerusakan tanah pada areal budidaya dan areal non-budidaya.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Lampung
Title: STATUS KERUSAKAN TANAH PADA AREAL BUDIDAYA DAN AREAL NON-BUDIDAYA DI KABUPATEN GOWA, PROVINSI SULAWESI SELATAN
Description:
Lahan pertanian, terutama di daerah tropis seperti Indonesia, umumnya telah mengalami proses degradasi secara intensif, yang dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan dan praktek pemanfaatan lahan yang kurang  mengindahkan prinsip konservasi tanah dan air.
Akibatnya, telah terjadi kerusakan lingkungan dan penurunan tingkat kesuburan tanah-tanah  pertanian dari tahun ketahun, dengan konsekuensi berupa makin rendahnya produktifitas lahan-lahan pertanian tersebut.
Penelitian yang dilaksanakan di  Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan ini, bertujuan untuk mengevaluasi  status kerusakan tanah pada lahan budidaya pertanian (lahan kering/cabe, lahan kering/jagung, lahan kering/rambutan dan sawah),  dan dibandingkan dengan status kerusakan tanah pada areal non-budidaya (hutan sekunder, semak belukar).
Metode penilaian status kerusakan tanah yang digunakan adalah sesuai PERMEN LH No.
07 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengukuran Kriteria Baku Kerusakan Tanah Untuk Produksi Biomassa.
  Hasil studi mengindikasikan bahwa, dengan menggunakan kriteria  Status Kerusakan Tanah pada PERMEN LH No.
07 Tahun 2006 maka, tidak ditemukan adanya perbedaan status kerusakan tanah antara areal bididaya dan areal non-budidaya.
Dengan kata lain, parameter yang digunakan untuk menilai Status Kerusakan Tanah pada PERMEN LH No.
07 Tahun 2006 ini, kurang sensitif dipakai untuk menilai perbedaan status kerusakan tanah pada areal budidaya dan areal non-budidaya.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
Tanah merupakan bagian penting dalam menunjang kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Seperti kita ketahui rantai makanan bermula dari tumbuhan. Manusia, hewan hidup dari tumbuhan. ...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
ANALISIS TINGKAT BUNGA DAN BESARNYA NILAI TAKSIRAN BARANG JAMINAN PADA PT. PEGADAIAN CABANG PALLANGGA KABUPATEN GOWA SULAWESI SELATAN
ANALISIS TINGKAT BUNGA DAN BESARNYA NILAI TAKSIRAN BARANG JAMINAN PADA PT. PEGADAIAN CABANG PALLANGGA KABUPATEN GOWA SULAWESI SELATAN
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis tingkat bunga dan besarnya nilai taksiran barang jaminan pada PT. Pegadaian Cabang Pallangga Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan....
POTENSI INDIKATIF CADANGAN AIR TANAH DI KABUPATEN BANGLI
POTENSI INDIKATIF CADANGAN AIR TANAH DI KABUPATEN BANGLI
Wilayah pada Kabupaten Bangli merupakan kawasan kabupaten yang tanpa memiliki kawasan pantai serta sebagian besar wilayahnya berada pada daratan tinggi dan hanya sebagian kecil wil...
TINGKAT PREVELENSI EKTOPARASIT IKAN BAWAL BINTANG (Trachinotus blochii) di BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA LAUT LAMPUNG
TINGKAT PREVELENSI EKTOPARASIT IKAN BAWAL BINTANG (Trachinotus blochii) di BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA LAUT LAMPUNG
Kegiatan budidaya dengan sistem keramba jaring apung (KJA), merupakan inovasi yang diharapkan mampu meningkatkan efesiensi, efektivitas, dan kontrol terhadap ikan yang dibudidayaka...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
ANALISIS DETERMINASI KINERJA ANGGARAN PADA DINAS SOSIAL PROVINSI SULAWESI SELATAN
ANALISIS DETERMINASI KINERJA ANGGARAN PADA DINAS SOSIAL PROVINSI SULAWESI SELATAN
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh perencanaan anggaran, kualitas sumber daya manusia dan pelaksanaan anggaran terhadap kinerja penyerapan anggaran pada Dinas...

Back to Top