Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Peran Kader Kesehatan dalam Pencegahan Kejadian Tuberkulosis di Wonogiri

View through CrossRef
Tuberculosis is a disease of global concern, where recently there has been an increase in new numbers and an increase in the number of deaths caused by this disease. CNR (Case Notification Number) for all tuberculosis cases in Wonogiri Regency is 91 per 100,000 population. This shows that the discovery rate in Wonogiri Regency is still relatively low. One of the efforts made to replace the TB incidence is early case finding. The purpose of this study is to oppose the role of health cadres in dealing with the incidence of special tuberculosis in Wonogiri. The design of this study was a cross-sectional study in which data collection took place from February to April 2019. This research was carried out in the work area of Puskesmas Wonogiri I and Wonogiri II covering 5 villages/villages, namely Wuryorejo, Giriwono, Wonokarto, Giripurwo and Giritirto with a total number of the sample was 190 cadres. The sampling technique used was purposive sampling, where respondents were selected based on criteria established by researchers. The results showed the fact sociodemographic factors, knowledge and behavior of respondents were not significantly related to the role of cadres in dealing with tuberculosis. The conclusion of this study is the role of cadres in the tuberculosis conflict which is more important, and that role is not required by the characteristics, knowledge level and habits of cadres. The more important thing to do is improve the quality of cadres, taking into account other factors such as the community, the level of community participation, motivation to become cadres and the position of cadres in society. Keywords: tuberculosis; health cadre; role ABSTRAK Tuberkulosis merupakan penyakit yang menjadi perhatian global, dimana akhir-akhir ini terjadi peningkatan jumlah kasus baru serta peningkatan angka kematian yang disebabkan oleh penyakit ini. CNR (Case Notification Rate) untuk semua kasus tuberkulosis di Kabupaten Wonogiri sebesar 91 per 100.000 penduduk. Hal ini menunjukkan bahwa angka penemuan kasus di Kabupaten Wonogiri masih tergolong rendah. Salah satu usaha yang dilakukan untuk menekan angka kejadian tuberkulosis adalah penemuan kasus sejak dini. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi peran kader kesehatan dalam pencegahan kejadian tuberkulosis khususnya di Wonogiri. Desain penelitian ini adalah cross-sectional study dimana pengambilan data berlangsung selama bulan Februari sampai April 2019. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Wonogiri I dan Wonogiri II yang meliputi 5 desa/kelurahan yaitu Wuryorejo, Giriwono, Wonokarto, Giripurwo dan Giritirto dengan jumlah total sampel adalah 190 kader. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, dimana responden dipilih berdasarkan sejumlah kriteria yang ditetapkan peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor sosiodemografis, pengetahuan dan perilaku responden tidak berhubungan secara signifikan terhadap peran kader dalam pencegahan kejadian tuberkulosis. Kesimpulan penelitian ini adalah peran kader dalam pencegahan kejadian tuberkulosis sangatlah penting, dan peran tersebut tidak dipengaruhi oleh faktor karakteristik, tingkat pengetahuan serta perilaku kader. Hal yang lebih penting untuk dilakukan adalah adanya usaha peningkatan kualitas kader, dengan mempertimbangkan faktor lain seperti tipe komunitas, tingkat partisipasi masyarakat, motivasi menjadi kader serta kedudukan kader dalam masyarakat. Kata kunci: tuberkulosis; kader kesehatan; peran
Title: Peran Kader Kesehatan dalam Pencegahan Kejadian Tuberkulosis di Wonogiri
Description:
Tuberculosis is a disease of global concern, where recently there has been an increase in new numbers and an increase in the number of deaths caused by this disease.
CNR (Case Notification Number) for all tuberculosis cases in Wonogiri Regency is 91 per 100,000 population.
This shows that the discovery rate in Wonogiri Regency is still relatively low.
One of the efforts made to replace the TB incidence is early case finding.
The purpose of this study is to oppose the role of health cadres in dealing with the incidence of special tuberculosis in Wonogiri.
The design of this study was a cross-sectional study in which data collection took place from February to April 2019.
This research was carried out in the work area of Puskesmas Wonogiri I and Wonogiri II covering 5 villages/villages, namely Wuryorejo, Giriwono, Wonokarto, Giripurwo and Giritirto with a total number of the sample was 190 cadres.
The sampling technique used was purposive sampling, where respondents were selected based on criteria established by researchers.
The results showed the fact sociodemographic factors, knowledge and behavior of respondents were not significantly related to the role of cadres in dealing with tuberculosis.
The conclusion of this study is the role of cadres in the tuberculosis conflict which is more important, and that role is not required by the characteristics, knowledge level and habits of cadres.
The more important thing to do is improve the quality of cadres, taking into account other factors such as the community, the level of community participation, motivation to become cadres and the position of cadres in society.
Keywords: tuberculosis; health cadre; role ABSTRAK Tuberkulosis merupakan penyakit yang menjadi perhatian global, dimana akhir-akhir ini terjadi peningkatan jumlah kasus baru serta peningkatan angka kematian yang disebabkan oleh penyakit ini.
CNR (Case Notification Rate) untuk semua kasus tuberkulosis di Kabupaten Wonogiri sebesar 91 per 100.
000 penduduk.
Hal ini menunjukkan bahwa angka penemuan kasus di Kabupaten Wonogiri masih tergolong rendah.
Salah satu usaha yang dilakukan untuk menekan angka kejadian tuberkulosis adalah penemuan kasus sejak dini.
Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi peran kader kesehatan dalam pencegahan kejadian tuberkulosis khususnya di Wonogiri.
Desain penelitian ini adalah cross-sectional study dimana pengambilan data berlangsung selama bulan Februari sampai April 2019.
Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Wonogiri I dan Wonogiri II yang meliputi 5 desa/kelurahan yaitu Wuryorejo, Giriwono, Wonokarto, Giripurwo dan Giritirto dengan jumlah total sampel adalah 190 kader.
Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, dimana responden dipilih berdasarkan sejumlah kriteria yang ditetapkan peneliti.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor sosiodemografis, pengetahuan dan perilaku responden tidak berhubungan secara signifikan terhadap peran kader dalam pencegahan kejadian tuberkulosis.
Kesimpulan penelitian ini adalah peran kader dalam pencegahan kejadian tuberkulosis sangatlah penting, dan peran tersebut tidak dipengaruhi oleh faktor karakteristik, tingkat pengetahuan serta perilaku kader.
Hal yang lebih penting untuk dilakukan adalah adanya usaha peningkatan kualitas kader, dengan mempertimbangkan faktor lain seperti tipe komunitas, tingkat partisipasi masyarakat, motivasi menjadi kader serta kedudukan kader dalam masyarakat.
Kata kunci: tuberkulosis; kader kesehatan; peran.

Related Results

HUBUNGAN PERSEPSI KADER KESEHATAN TENTANG SEKOLAH KADER DENGAN KEPUASAN KADER KESEHATAN DI DUSUN SOKA SELOHARJO PUNDONG BANTUL TAHUN 2024
HUBUNGAN PERSEPSI KADER KESEHATAN TENTANG SEKOLAH KADER DENGAN KEPUASAN KADER KESEHATAN DI DUSUN SOKA SELOHARJO PUNDONG BANTUL TAHUN 2024
Persepsi sekolah kader memiliki dampak signifikan terhadap tingkat kepuasan kader kesehatan. Pelatihan dan pemeliharaan kader kesehatan merupakan faktor penting dalam meningkatkan ...
PEMETAAN FAKTOR RISIKO KEJADIAN TUBERKULOSIS DI KOTA PAREPARE
PEMETAAN FAKTOR RISIKO KEJADIAN TUBERKULOSIS DI KOTA PAREPARE
Tuberkulosis adalah penyakit menular yang dapat mengakibatkan kematian yang disebabkan oleh bakteri (Mycobacterium tuberculosis). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peme...
HUBUNGAN KEIKUTSERTAAN PELATIHAN DENGAN KINERJA KADER DI POSYANDU JAMBUKULON KLATEN
HUBUNGAN KEIKUTSERTAAN PELATIHAN DENGAN KINERJA KADER DI POSYANDU JAMBUKULON KLATEN
Posyandu bertugas membantu kepala desa dalam peningkatan pelayanan Kesehatan Masyarakat desa. Kader sebagai tangan panjang tenaga kesehatan di masyarakat memiliki peran yang pentin...
GAMBARAN PENGETAHUAN KADER TENTANG PERAN KADER DALAM KEGIATAN POSYANDU DI KECAMATAN BUKET SERAJA ACEH TIMUR
GAMBARAN PENGETAHUAN KADER TENTANG PERAN KADER DALAM KEGIATAN POSYANDU DI KECAMATAN BUKET SERAJA ACEH TIMUR
Kader merupakan tenaga sukarela yang terdidik atau terlatih dalam bidang kesehatan yang muncul ditengah masyarakat, mereka berkewajiban melaksanakan, meningkatkan dan membina kesej...
KINERJA KADER KESEHATAN DALAM PELAKSANAAN POSYANDU DI KABUPATEN KUDUS
KINERJA KADER KESEHATAN DALAM PELAKSANAAN POSYANDU DI KABUPATEN KUDUS
Kader kesehatan merupakan ujung tombak pelaksanaan Posyandu di masyarakat. Kader kesehatan mempunyai tugas untuk mengelola pelaksanaan Posyandu, mulai dari persiapan, pelaksanaan d...
Hubungan Kondisi Lingkungan Rumah Dengan Kejadian Tuberkulosis Di Wilayah Kerja Puskesmas Segeri Kabupaten Pangkep
Hubungan Kondisi Lingkungan Rumah Dengan Kejadian Tuberkulosis Di Wilayah Kerja Puskesmas Segeri Kabupaten Pangkep
Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Pada tahun 2020, Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan mencatat 9.325 kasus tuberku...
GAMBARAN KARAKTERISTIK KADER POSYANDU DI DESA CIKUNIR KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2012
GAMBARAN KARAKTERISTIK KADER POSYANDU DI DESA CIKUNIR KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2012
Cakupan D/S sebesar 39,20 %, cakupan K/S 100 %, danĀ  cakupan N/S 26,47 % . Pencapaian indikator Posyandu di Desa Singaparna tidak terlepas dari peran kader posyandu yang ada di des...
"DEK-LILA" (PALLIATIVE CARE HEALTH CADRE) IN PALLIATIVE CARE IN THE FOSTERED AREA KARANGAYU VILLAGE
"DEK-LILA" (PALLIATIVE CARE HEALTH CADRE) IN PALLIATIVE CARE IN THE FOSTERED AREA KARANGAYU VILLAGE
Perawatan paliatif adalah perawatan yang dilakukan secara aktif pada penderita yang sedang sekarat atau dalam fase terminal akibat penyakit yang dideritanya. Kader diharapkan mampu...

Back to Top