Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Asam Rosmarinik Pada Proses Penuaan

View through CrossRef
Abstract Aging is a phenotype characterized by decrease in the function of body organs, the body's ability to repairdamaged cells or regenerate dead cells. One of the consequences of the aging process is the disruption of themotor, sensory, and locomotion functions of an organ. The aging process can be caused by oxidative stressconditions caused by an imbalance of Reactive Oxygen Species (ROS) with antioxidants in cells. One of the waysto overcome stress oxidative is with antioxidant. Rosmarinic acid (RA) is an ester of caffeic acid and 3,4-dihydroxyphenyl lactic acid in the form of polyphenol compounds that have antioxidant, anti-inflammatory, andantiapoptotic functions. RA will work through the Nuclear erythroid-2-related factor 2 (Nrf2) pathway and bindto the Antioxidant Response Element (ARE) to initiate the transcription process of antioxidant enzymes such asHeme Oxygenase-1 (HO1) and regulate oxidative stress conditions. RA can be obtained from several types ofplants including the Lamiaceae family such as Orthosiphon stamineus (kumis kucing) or made usingbiotechnology methods.Keywords: Oxidative stress, Rosmarinic acid, Nrf2, Orthosiphon stamineus Abstrak Penuaan merupakan suatu fenotipe yang ditandai dengan penurunan fungsi organ-organ tubuh, penurunankemampuan tubuh untuk memperbaiki sel yang rusak maupun meregenerasi sel-sel yang sudah mati. Salah satuakibat yang ditimbulkan dari proses penuaan adalah terganggunya fungsi motorik, sensorik dan lokomosi suatuorgan. Proses penuaan bisa diakibatkan oleh kondisi stres oksidatif yang disebabkan adanya ketidakseimbanganReactive Oxygen Species (ROS) dengan antioksidan di dalam sel. Salah satu cara menanggulangi stres oksidatifadalah dengan pemberian antioksidan. Asam Rosmarinik (AR) adalah bentuk ester dari asam kafeat dan asamlaktat 3,4-dihidroksifenil dalam bentuk senyawa polifenol yang memiliki fungsi sebagai antioksidan,antiinflamasi, dan antiapoptosis. AR akan bekerja melalui jalur Nuclear erythroid-2-related factor 2 (Nrf2) danberikatan dengan Antioxidant Response Element (ARE) untuk memulai proses transkripsi enzim-enzimantioksidatif seperti Heme Oxygenase-1 (HO1) dan meregulasi kondisi stres oksidatif. RA bisa diperoleh daribeberapa jenis tumbuhan diantaranya famili Lamiaceae seperti Orthosiphon stamineus (kumis kucing) maupundibuat dengan penggunaan metode bioteknologi.Kata kunci: Stres oksidatif, Asam Rosmarinik, Nrf2, Orthosiphon stamineus
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Title: Pengaruh Asam Rosmarinik Pada Proses Penuaan
Description:
Abstract Aging is a phenotype characterized by decrease in the function of body organs, the body's ability to repairdamaged cells or regenerate dead cells.
One of the consequences of the aging process is the disruption of themotor, sensory, and locomotion functions of an organ.
The aging process can be caused by oxidative stressconditions caused by an imbalance of Reactive Oxygen Species (ROS) with antioxidants in cells.
One of the waysto overcome stress oxidative is with antioxidant.
Rosmarinic acid (RA) is an ester of caffeic acid and 3,4-dihydroxyphenyl lactic acid in the form of polyphenol compounds that have antioxidant, anti-inflammatory, andantiapoptotic functions.
RA will work through the Nuclear erythroid-2-related factor 2 (Nrf2) pathway and bindto the Antioxidant Response Element (ARE) to initiate the transcription process of antioxidant enzymes such asHeme Oxygenase-1 (HO1) and regulate oxidative stress conditions.
RA can be obtained from several types ofplants including the Lamiaceae family such as Orthosiphon stamineus (kumis kucing) or made usingbiotechnology methods.
Keywords: Oxidative stress, Rosmarinic acid, Nrf2, Orthosiphon stamineus Abstrak Penuaan merupakan suatu fenotipe yang ditandai dengan penurunan fungsi organ-organ tubuh, penurunankemampuan tubuh untuk memperbaiki sel yang rusak maupun meregenerasi sel-sel yang sudah mati.
Salah satuakibat yang ditimbulkan dari proses penuaan adalah terganggunya fungsi motorik, sensorik dan lokomosi suatuorgan.
Proses penuaan bisa diakibatkan oleh kondisi stres oksidatif yang disebabkan adanya ketidakseimbanganReactive Oxygen Species (ROS) dengan antioksidan di dalam sel.
Salah satu cara menanggulangi stres oksidatifadalah dengan pemberian antioksidan.
Asam Rosmarinik (AR) adalah bentuk ester dari asam kafeat dan asamlaktat 3,4-dihidroksifenil dalam bentuk senyawa polifenol yang memiliki fungsi sebagai antioksidan,antiinflamasi, dan antiapoptosis.
AR akan bekerja melalui jalur Nuclear erythroid-2-related factor 2 (Nrf2) danberikatan dengan Antioxidant Response Element (ARE) untuk memulai proses transkripsi enzim-enzimantioksidatif seperti Heme Oxygenase-1 (HO1) dan meregulasi kondisi stres oksidatif.
RA bisa diperoleh daribeberapa jenis tumbuhan diantaranya famili Lamiaceae seperti Orthosiphon stamineus (kumis kucing) maupundibuat dengan penggunaan metode bioteknologi.
Kata kunci: Stres oksidatif, Asam Rosmarinik, Nrf2, Orthosiphon stamineus.

Related Results

PROFIL ASAM LEMAK DAGING BABI BALI ASLI DAN BABI LANDRACE
PROFIL ASAM LEMAK DAGING BABI BALI ASLI DAN BABI LANDRACE
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan profil lemak hewani dari dua jenis daging babi daribangsa (breed) yang berbeda yaitu babi bali asli (babi lokal) dan babi la...
Analisis Perbandingan Asam Lemak VCO dengan Metode Fermentasi dari Berbagai Varietas Kelapa
Analisis Perbandingan Asam Lemak VCO dengan Metode Fermentasi dari Berbagai Varietas Kelapa
Background: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan komposisi asam lemak VCO dengan metode fermentasi dari berbagai varietas kelapa di Kecamatan Kajang Kabu...
HUBUNGAN MENOPAUSE DENGAN KADAR ASAM URAT DALAM DARAH (Di Desa Bareng, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang)
HUBUNGAN MENOPAUSE DENGAN KADAR ASAM URAT DALAM DARAH (Di Desa Bareng, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang)
Asam urat merupakan salah satu penyebab jantung koroner, oleh sebab itu siapapun yang kadar asam uratnya tinggi harus berupaya untuk menurunkanya agar kerusakan tidak merembet ke o...
PENGARUH KONSENTRASI ASAM ASKORBAT PADA PROSES PEMBUATAN GUM ROSIN
PENGARUH KONSENTRASI ASAM ASKORBAT PADA PROSES PEMBUATAN GUM ROSIN
Gum rosin adalah produk industri dari getah pinus hasil hutan non kayu. Dengan berkembangnya teknologi, pengolahan getah pinus dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku adhesive. Di sa...
Review dari Metabolisme Karbohidrat, Lipid, Protein, dan Asam Nukleat
Review dari Metabolisme Karbohidrat, Lipid, Protein, dan Asam Nukleat
Artikel review ini mengulas tentang prinsip dan proses metabolisme karbohidrat, lipid, protein dan asam nukeat  pada organisme. Telaah pustaka yang disajikan dalam review ini bersu...

Back to Top