Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Variabel Makroekonomi terhadap Reksadana Syariah di Indonesia

View through CrossRef
Abstract. Sharia mutual funds are presented as an investment option in the capital market, particularly appealing to novice and small-scale investors. The performance of sharia mutual funds is often measured using the Net Asset Value (NAV) indicator. The development of this investment instrument is influenced by various factors that change from year to year. The growth of NAV in sharia mutual funds is frequently affected by various macroeconomic indicators, including the BI Rate, Inflation, Rupiah Exchange Rate, Money Supply, and others. This research aims to analyze the impact of these macroeconomic variables on the NAV of Sharia Mutual Funds. It uses a quantitative research methodology with secondary time series data, covering the period from January 2018 to April 2024. The data collected is monthly data, analyzed using the VAR VECM technique. Based on the results of the VECM estimation test, it is shown that the BI Rate and Money Supply do not have a significant influence on the NAV of Sharia Mutual Funds, both in the short and long term, as the t-statistic values are smaller than the t-table. Inflation only has an effect in the short term, with the t-statistic value exceeding the t-table. Meanwhile, the Rupiah Exchange Rate shows a significant influence in both the short and long term. And simultaneously (together) in the long term, only the Rupiah Exchange Rate is proven to have a significant influence on the NAV of Sharia Mutual Funds. Abstrak. Reksadana syariah hadir sebagai opsi investasi di pasar modal, terutama menarik bagi investor pemula dan berskala kecil. Kinerja reksadana syariah sering diukur menggunakan indikator Nilai Aktiva Bersih (NAB). Perkembangan instrumen investasi ini dipengaruhi oleh beragam faktor yang berubah dari tahun ke tahun. Pertumbuhan NAB reksadana syariah kerap dipengaruhi oleh berbagai indikator ekonomi makro, termasuk BI Rate, Inflasi, Nilai Tukar Rupiah, Jumlah Uang Beredar dan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel makroekonomi tersebut terhadap NAB Reksadana Syariah. Mengunakan metodologi penelitian kuantitatif data sekunder time series, selama periode Januari 2018 sampai April 2024 data yang diambil adalah data bulanan dengan teknik analisis VAR VECM. Berdasarkan hasil penelitian uji estimasi VECM menunjukkan bahwa BI Rate dan Jumlah Uang Beredar tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap NAB Reksadana Syariah, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, karena nilai t-statistik lebih kecil dari t-tabel. Inflasi hanya berpengaruh dalam jangka pendek, dengan nilai t-statistik melebihi t-tabel. Sementara itu, Nilai Tukar Rupiah menunjukkan pengaruh signifikan baik jangka pendek maupun panjang. Dan secara simultan (bersama-sama) dalam jangka panjang, hanya Nilai Tukar Rupiah yang terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap NAB Reksadana Syariah.
Title: Pengaruh Variabel Makroekonomi terhadap Reksadana Syariah di Indonesia
Description:
Abstract.
Sharia mutual funds are presented as an investment option in the capital market, particularly appealing to novice and small-scale investors.
The performance of sharia mutual funds is often measured using the Net Asset Value (NAV) indicator.
The development of this investment instrument is influenced by various factors that change from year to year.
The growth of NAV in sharia mutual funds is frequently affected by various macroeconomic indicators, including the BI Rate, Inflation, Rupiah Exchange Rate, Money Supply, and others.
This research aims to analyze the impact of these macroeconomic variables on the NAV of Sharia Mutual Funds.
It uses a quantitative research methodology with secondary time series data, covering the period from January 2018 to April 2024.
The data collected is monthly data, analyzed using the VAR VECM technique.
Based on the results of the VECM estimation test, it is shown that the BI Rate and Money Supply do not have a significant influence on the NAV of Sharia Mutual Funds, both in the short and long term, as the t-statistic values are smaller than the t-table.
Inflation only has an effect in the short term, with the t-statistic value exceeding the t-table.
Meanwhile, the Rupiah Exchange Rate shows a significant influence in both the short and long term.
And simultaneously (together) in the long term, only the Rupiah Exchange Rate is proven to have a significant influence on the NAV of Sharia Mutual Funds.
Abstrak.
Reksadana syariah hadir sebagai opsi investasi di pasar modal, terutama menarik bagi investor pemula dan berskala kecil.
Kinerja reksadana syariah sering diukur menggunakan indikator Nilai Aktiva Bersih (NAB).
Perkembangan instrumen investasi ini dipengaruhi oleh beragam faktor yang berubah dari tahun ke tahun.
Pertumbuhan NAB reksadana syariah kerap dipengaruhi oleh berbagai indikator ekonomi makro, termasuk BI Rate, Inflasi, Nilai Tukar Rupiah, Jumlah Uang Beredar dan lainnya.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel makroekonomi tersebut terhadap NAB Reksadana Syariah.
Mengunakan metodologi penelitian kuantitatif data sekunder time series, selama periode Januari 2018 sampai April 2024 data yang diambil adalah data bulanan dengan teknik analisis VAR VECM.
Berdasarkan hasil penelitian uji estimasi VECM menunjukkan bahwa BI Rate dan Jumlah Uang Beredar tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap NAB Reksadana Syariah, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, karena nilai t-statistik lebih kecil dari t-tabel.
Inflasi hanya berpengaruh dalam jangka pendek, dengan nilai t-statistik melebihi t-tabel.
Sementara itu, Nilai Tukar Rupiah menunjukkan pengaruh signifikan baik jangka pendek maupun panjang.
Dan secara simultan (bersama-sama) dalam jangka panjang, hanya Nilai Tukar Rupiah yang terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap NAB Reksadana Syariah.

Related Results

ANALISIS VARIABEL MAKROEKONOMI TERHADAP REKSADANA SYARIAH DI MASA PANDEMI
ANALISIS VARIABEL MAKROEKONOMI TERHADAP REKSADANA SYARIAH DI MASA PANDEMI
Abstrak: Reksa Dana Syariah merupakan sarana investasi yang menggabungkan saham dan obligasi syariah dalam satu produk yang dikelola oleh Manajer Investasi. Manajer Investasi menaw...
Analisis Kinerja Reksadana Syariah di Indonesia Menggunakan Metode Sharpe
Analisis Kinerja Reksadana Syariah di Indonesia Menggunakan Metode Sharpe
Reksadana merupakan wadah penghimpunan dana masyarakat bertujuan untuk investasi. Reksadana syariah yang merupakan wadah penghimpunan dana masyarakat untuk berinvestasi yang sesuai...
The Impact of the Covid-19 Pandemic and Macroeconomics on the Sharia Stock Indexes in Indonesia
The Impact of the Covid-19 Pandemic and Macroeconomics on the Sharia Stock Indexes in Indonesia
ABSTRACT The Covid-19 pandemic has changed economic conditions in various countries, including Indonesia. One of the sectors affected is the capital market sector which can also de...
Perbandingan Kinerja Reksadana Konvensional dengan Syariah
Perbandingan Kinerja Reksadana Konvensional dengan Syariah
Penelitian ini membandingkan kinerja reksadana konvensional dengan reksadana syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penelitian menggunakan data sekunder dan pengambilan sampel meng...
Perlindungan Hak Investor Reksadana dari Pelanggaran yang Dilakukan oleh Manajer Investasi
Perlindungan Hak Investor Reksadana dari Pelanggaran yang Dilakukan oleh Manajer Investasi
Reksadana memiliki daya tarik investasi yang tinggi di Indonesia dengan peningkatan jumlah investor dan aset kelolaan yang signifikan selama 7 tahun terakhir. Namun, penyalahgunaan...

Back to Top