Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengembangan Pariwisata Halal berdasarkan Aspirasi Masyarakat di Desa Wisata Kabupaten Bandung

View through CrossRef
Abstract. Halal tourism, grounded in Islamic principles, holds immense potential in Indonesia, particularly in Bandung Regency, which is rich in tourist villages. However, its implementation faces challenges, including a lack of public understanding and participation. This study aims to analyze the aspirations of the Bandung Regency community towards halal tourism policies and formulate recommendations for its development. The research employs a qualitative approach, utilizing questionnaires and in-depth interviews, focusing on respondents of productive age (17-64 years).The findings reveal majority support for halal tourism, driven by its potential economic, social, and cultural benefits. The community also expresses a desire for active participation in its planning and development. However, the study also identifies gaps in understanding the concept of halal tourism, along with concerns about potential discrimination and price increases. Based on these findings, strategic recommendations are proposed, including: (1) Strengthening the regulatory framework and establishing a dedicated halal tourism body, (2) Intensive socialization and education about halal tourism, (3) Developing unique products and services aligned with halal principles, (4) Enhancing the quality of human resources in the halal tourism sector, (5) Utilizing digital technology for efficiency, (6) Fostering cross-sector collaboration, (7) Establishing strong halal tourism branding, and (8) Conducting periodic monitoring and evaluation. These recommendations are expected to maximize the potential of halal tourism in Bandung Regency while ensuring its inclusivity and sustainability. Abstrak. Pariwisata halal, yang berlandaskan prinsip-prinsip Islam, memiliki potensi besar di Indonesia, terutama di Kabupaten Bandung yang kaya akan desa wisata. Namun, implementasinya menghadapi tantangan, termasuk kurangnya pemahaman dan partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis aspirasi masyarakat Kabupaten Bandung terhadap kebijakan pariwisata halal dan merumuskan rekomendasi pengembangannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa kuesioner dan wawancara mendalam, dengan fokus pada responden berusia produktif (17-64 tahun). Hasil penelitian mengungkapkan dukungan mayoritas masyarakat terhadap pariwisata halal, didorong oleh potensi manfaat ekonomi, sosial, dan budaya. Masyarakat juga menunjukkan keinginan untuk berpartisipasi aktif dalam perencanaan dan pengembangannya. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi kesenjangan pemahaman tentang konsep pariwisata halal, serta kekhawatiran tentang potensi diskriminasi dan kenaikan harga. Berdasarkan temuan ini, diajukan rekomendasi strategis, termasuk: (1) Penguatan kerangka regulasi dan pembentukan badan khusus pariwisata halal, (2) Sosialisasi dan edukasi intensif tentang pariwisata halal, (3) Pengembangan produk dan layanan unik yang selaras dengan prinsip halal, (4) Peningkatan kualitas SDM di sektor pariwisata halal, (5) Pemanfaatan teknologi digital untuk efisiensi, (6) Kolaborasi lintas sektor, (7) Branding pariwisata halal yang kuat, dan (8) Pemantauan dan evaluasi berkala. Rekomendasi ini diharapkan dapat memaksimalkan potensi pariwisata halal di Kabupaten Bandung, sekaligus memastikan inklusivitas dan keberlanjutannya.
Title: Pengembangan Pariwisata Halal berdasarkan Aspirasi Masyarakat di Desa Wisata Kabupaten Bandung
Description:
Abstract.
Halal tourism, grounded in Islamic principles, holds immense potential in Indonesia, particularly in Bandung Regency, which is rich in tourist villages.
However, its implementation faces challenges, including a lack of public understanding and participation.
This study aims to analyze the aspirations of the Bandung Regency community towards halal tourism policies and formulate recommendations for its development.
The research employs a qualitative approach, utilizing questionnaires and in-depth interviews, focusing on respondents of productive age (17-64 years).
The findings reveal majority support for halal tourism, driven by its potential economic, social, and cultural benefits.
The community also expresses a desire for active participation in its planning and development.
However, the study also identifies gaps in understanding the concept of halal tourism, along with concerns about potential discrimination and price increases.
Based on these findings, strategic recommendations are proposed, including: (1) Strengthening the regulatory framework and establishing a dedicated halal tourism body, (2) Intensive socialization and education about halal tourism, (3) Developing unique products and services aligned with halal principles, (4) Enhancing the quality of human resources in the halal tourism sector, (5) Utilizing digital technology for efficiency, (6) Fostering cross-sector collaboration, (7) Establishing strong halal tourism branding, and (8) Conducting periodic monitoring and evaluation.
These recommendations are expected to maximize the potential of halal tourism in Bandung Regency while ensuring its inclusivity and sustainability.
Abstrak.
Pariwisata halal, yang berlandaskan prinsip-prinsip Islam, memiliki potensi besar di Indonesia, terutama di Kabupaten Bandung yang kaya akan desa wisata.
Namun, implementasinya menghadapi tantangan, termasuk kurangnya pemahaman dan partisipasi masyarakat.
Penelitian ini bertujuan menganalisis aspirasi masyarakat Kabupaten Bandung terhadap kebijakan pariwisata halal dan merumuskan rekomendasi pengembangannya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa kuesioner dan wawancara mendalam, dengan fokus pada responden berusia produktif (17-64 tahun).
Hasil penelitian mengungkapkan dukungan mayoritas masyarakat terhadap pariwisata halal, didorong oleh potensi manfaat ekonomi, sosial, dan budaya.
Masyarakat juga menunjukkan keinginan untuk berpartisipasi aktif dalam perencanaan dan pengembangannya.
Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi kesenjangan pemahaman tentang konsep pariwisata halal, serta kekhawatiran tentang potensi diskriminasi dan kenaikan harga.
Berdasarkan temuan ini, diajukan rekomendasi strategis, termasuk: (1) Penguatan kerangka regulasi dan pembentukan badan khusus pariwisata halal, (2) Sosialisasi dan edukasi intensif tentang pariwisata halal, (3) Pengembangan produk dan layanan unik yang selaras dengan prinsip halal, (4) Peningkatan kualitas SDM di sektor pariwisata halal, (5) Pemanfaatan teknologi digital untuk efisiensi, (6) Kolaborasi lintas sektor, (7) Branding pariwisata halal yang kuat, dan (8) Pemantauan dan evaluasi berkala.
Rekomendasi ini diharapkan dapat memaksimalkan potensi pariwisata halal di Kabupaten Bandung, sekaligus memastikan inklusivitas dan keberlanjutannya.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Tinjauan Fikih Muamalah Terhadap Pelaksaan Program Wisata Halal Di DISPARBUD Kabupaten Bandung
Tinjauan Fikih Muamalah Terhadap Pelaksaan Program Wisata Halal Di DISPARBUD Kabupaten Bandung
Abstract. Handling non-performing financing at BTN Syariah The ‎trend of halal tourism is currently experiencing rapid ‎development and ‎this has The trend of halal tourism is ‎cur...
STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA AIR TERJUN ALING-ALING DESA SAMBANGAN KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG
STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA AIR TERJUN ALING-ALING DESA SAMBANGAN KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG
Strategi Pengembangan Objek Wisata Air Terjun Aling-Aling Desa Sambangan Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng. Buleleng memiliki berbagai objek wisata yang dapat dinikmati oleh wi...
Pengaruh Sertifikasi Halal UMKM terhadap Pariwisata Halal di Kawasan Masjid Raya Al Jabbar Kota Bandung
Pengaruh Sertifikasi Halal UMKM terhadap Pariwisata Halal di Kawasan Masjid Raya Al Jabbar Kota Bandung
Abstract. This research aims to analyze the effect of MSME halal certification on halal tourism in the Al Jabar Mosque area in Bandung City, where many MSMEs in the Al Jabbar Grand...
PERAN MASYARAKAT DALAM PENYELENGGARAAN JAMINAN PRODUK HALAL DI INDONESIA
PERAN MASYARAKAT DALAM PENYELENGGARAAN JAMINAN PRODUK HALAL DI INDONESIA
<p>Negara menerbitkan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Pasal 4 Undang-Undang Jaminan Produk Halal (UUJPH) jo Pasal 2 Peraturan Pemerintah Nomor...
Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus
Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus
<p class="Abstract">Wisata Alam Colo merupakan salah satu tempat wisata yang berkembang di Kabupaten Kudus. Wisata alam ini mempunyai daya tarik baik dari segi fisik alam mau...
STUDI PELIBATAN MASYARAKAT LOKAL DALAM PENGEMASAN PRODUK DESA WISATA CATUR KINTAMANI BALI
STUDI PELIBATAN MASYARAKAT LOKAL DALAM PENGEMASAN PRODUK DESA WISATA CATUR KINTAMANI BALI
Wisata desa adalah salah satu bentuk implementasi pengembangan pariwisata berbasis masyarakat dan berkelanjutan. Desa Catur sebagai salah satu desa wisata memiliki beberapa kendala...
Strategi Pengembangan Wisata Halal di Pulau Lombok
Strategi Pengembangan Wisata Halal di Pulau Lombok
Abstract. One Thesis Title : Development of Halal Tourism Strategy on Lombok Island Lombok Island is one of the islands in West Nusa Tenggara Province which has a variety of superi...

Back to Top