Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Sosialisasi Bahaya Kandungan Paraben pada Kosmetik

View through CrossRef
Abstrak: Masyarakat Indonesia khususnya remaja yang mengarah pada pola hidup instan dianggap merupakan peluang oleh produsen kosmetik untuk menciptakan produk kosmetik instan tanpa memperhatikan keamanan dari produk yang dihasilkan. Kosmetik diperlukan oleh manusia khususnya remaja. Kosmetik terbuat dari bahan dasar, bahan aktif dan bahan tambahan lainnya seperti pengawet. Keamanan komposisi kosmetik harus diperhatikan sehingga kosmetik memberikan keamanan bagi remaja. Target populasi pada pengabdian ini adalah remaja siswi MAN 3 Banjarmasin sebanyak 55 orang yang dilaksanakan dengan sistem online. Peningkatan pengetahuan diukur dari instrumen kuesioner menggunakan google form. Hasil pengabdian menunjukkan dari 55 orang siswi MAN 3 Banjarmasin memiliki tingkat pengetahuan terhadap bahaya paraben dalam kosmetik sebesar 78% sebanyak 23 orang, 81% sebanyak 29 orang dan 84% sebanyak 3 orang. Dampak dari sosialisasi ini adalah siswi lebih berhati-hati dalam memilih kosmetik yang aman.Abstract: Indonesian people, especially teenagers that lead to instant lifestyle, are considered an opportunity by cosmetics producers to create instant cosmetic products regardless of product safety. Humans, especially teenagers, need cosmetics. Cosmetics are made from essential ingredients, active ingredients, and other additives such as preservatives. The security of cosmetic compositions must be considered so that cosmetics provide safety for teenagers. The target population for this service is 55 students of MAN 3 Banjarmasin who are implemented by the online system. To increased the knowledge is measured from a questionnaire instrument using google form. The results of the dedication showed that out of 55 female students of MAN 3 Banjarmasin had a level of knowledge of the dangers of parabens in cosmetics by 78%, 23 people, 81% as many as 29 people, and 84% as many as 3 people. The impact of this socialization is that students are more careful in choosing safe cosmetics.
Title: Sosialisasi Bahaya Kandungan Paraben pada Kosmetik
Description:
Abstrak: Masyarakat Indonesia khususnya remaja yang mengarah pada pola hidup instan dianggap merupakan peluang oleh produsen kosmetik untuk menciptakan produk kosmetik instan tanpa memperhatikan keamanan dari produk yang dihasilkan.
Kosmetik diperlukan oleh manusia khususnya remaja.
Kosmetik terbuat dari bahan dasar, bahan aktif dan bahan tambahan lainnya seperti pengawet.
Keamanan komposisi kosmetik harus diperhatikan sehingga kosmetik memberikan keamanan bagi remaja.
Target populasi pada pengabdian ini adalah remaja siswi MAN 3 Banjarmasin sebanyak 55 orang yang dilaksanakan dengan sistem online.
Peningkatan pengetahuan diukur dari instrumen kuesioner menggunakan google form.
Hasil pengabdian menunjukkan dari 55 orang siswi MAN 3 Banjarmasin memiliki tingkat pengetahuan terhadap bahaya paraben dalam kosmetik sebesar 78% sebanyak 23 orang, 81% sebanyak 29 orang dan 84% sebanyak 3 orang.
Dampak dari sosialisasi ini adalah siswi lebih berhati-hati dalam memilih kosmetik yang aman.
Abstract: Indonesian people, especially teenagers that lead to instant lifestyle, are considered an opportunity by cosmetics producers to create instant cosmetic products regardless of product safety.
Humans, especially teenagers, need cosmetics.
Cosmetics are made from essential ingredients, active ingredients, and other additives such as preservatives.
The security of cosmetic compositions must be considered so that cosmetics provide safety for teenagers.
The target population for this service is 55 students of MAN 3 Banjarmasin who are implemented by the online system.
To increased the knowledge is measured from a questionnaire instrument using google form.
The results of the dedication showed that out of 55 female students of MAN 3 Banjarmasin had a level of knowledge of the dangers of parabens in cosmetics by 78%, 23 people, 81% as many as 29 people, and 84% as many as 3 people.
The impact of this socialization is that students are more careful in choosing safe cosmetics.

Related Results

Peran Teknologi Nanoemulsi untuk Pengembangan Mutu Kosmetik dari Herbal Asli Indonesia
Peran Teknologi Nanoemulsi untuk Pengembangan Mutu Kosmetik dari Herbal Asli Indonesia
Indonesia merupakan negara dengan kekayaan herbal yang sangat melimpah, memiliki potensi kekayaan herbal terbesar di dunia setelah Brasil Akan tetapi pemanfaatannya masih terbatas....
Paraben exposure through drugs in the neonatal intensive care unit: a regional cohort study
Paraben exposure through drugs in the neonatal intensive care unit: a regional cohort study
Background and objectives: Environmental factors influence the development of very preterm infants (VPIs, born at less than 32 weeks of gestation). It is important to identify all ...
Perancangan Sistem Informasi Penjualan Kosmetik Berbasis Web
Perancangan Sistem Informasi Penjualan Kosmetik Berbasis Web
Sistem informasi penjualan kosmetik berbasis web merupakan sistem informasi yang menawarkan produk kosmetik. Namun, banyak situs web yang hanya menjual kosmetik, tetapi tidak memen...
Analisis Pengaruh Labelisasi Halal Terhadap Keputusan Pembelian Produk Kosmetik: Studi Kasus Kota Pontianak
Analisis Pengaruh Labelisasi Halal Terhadap Keputusan Pembelian Produk Kosmetik: Studi Kasus Kota Pontianak
AbstractKeyakinan dan pemahaman konsumen terhadap kehalalan dan keharaman suatu produk menjadi pertimbangan utama dalam aktifitas konsumsi. Keputusan membeli Kosmetik berlabel hala...
PENGARUH KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK KOSMETIK WARDAH PADA KONSUMEN HELDA KOSMETIK TANJUNG
PENGARUH KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK KOSMETIK WARDAH PADA KONSUMEN HELDA KOSMETIK TANJUNG
Keputusan pembelian merupakan tahap proses pengambilan keputusan pembeli dimana konsumen benar-benar akan membeli produk yang telah ditentukannya. Tujuan penelitian ini untuk menge...

Back to Top