Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERILAKU PERTUKARAN AMONIUM PADA TANAH ULTISOL DAN NITROGEN TERPANEN PADA TANAMAN JAGUNG AKIBAT PERLAKUAN OLAH TANAH DAN PEMUPUKAN PADA MUSIM TANAM KE-9

View through CrossRef
Kadar nitrogen yang rendah pada tanah dengan tingkat kesuburan yang rendah seperti tanah Ultisol, menyebabkan penurunan produksi tanaman jagung. Upaya yang dapat diterapkan untuk memperbaiki kualitas tanah Ultisol yaitu dengan pengolahan tanah dan pemupukan yang tepat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan olah tanah dan pemupukan dalam meningkatkan parameter Q/I amonium (PBCNH4+, CRNH40, ∆NH40 dan KG) dan nitrogen terpanen pada pertanaman jagung akibat perlakuan olah tanah dan pemupukan. Metode penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial (2×2) dengan 4 kelompok. Faktor pertama adalah perlakuan sistem olah tanah (T) yaitu T1 = olah tanah minimum, dan T2 = olah tanah intensif. Faktor kedua dalam penelitian ini adalah pemupukan (P) yaitu P0 = pemupukan setengah dan P1= pemupukan penuh. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan olah tanah intensif dan pemupukan setengah meningkatkan parameter Q/I amonium (PBCNH4+). Perlakuan pemupukan penuh berpengaruh meningkatkan (CRNH40). Perlakuan olah tanah intensif dan pemupukan penuh meningkatkan (∆NH40). Perlakuan olah tanah intensif dan pemupukan setengah meningkatkan (KG). Interaksi antara perlakuan olah tanah minimum dan pemupukan penuh berpengaruh terhadap parameter Q/I amonium. Parameter Q/I (CRNH40, KTK) berkorelasi nyata positif terhadap N terpanen tanaman jagung. Parameter Q/I (PBCNH4+ dan KG) berkorelasi nyata negatif terhadap N terpanen tanaman jagung.
Title: PERILAKU PERTUKARAN AMONIUM PADA TANAH ULTISOL DAN NITROGEN TERPANEN PADA TANAMAN JAGUNG AKIBAT PERLAKUAN OLAH TANAH DAN PEMUPUKAN PADA MUSIM TANAM KE-9
Description:
Kadar nitrogen yang rendah pada tanah dengan tingkat kesuburan yang rendah seperti tanah Ultisol, menyebabkan penurunan produksi tanaman jagung.
Upaya yang dapat diterapkan untuk memperbaiki kualitas tanah Ultisol yaitu dengan pengolahan tanah dan pemupukan yang tepat.
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan olah tanah dan pemupukan dalam meningkatkan parameter Q/I amonium (PBCNH4+, CRNH40, ∆NH40 dan KG) dan nitrogen terpanen pada pertanaman jagung akibat perlakuan olah tanah dan pemupukan.
Metode penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial (2×2) dengan 4 kelompok.
Faktor pertama adalah perlakuan sistem olah tanah (T) yaitu T1 = olah tanah minimum, dan T2 = olah tanah intensif.
Faktor kedua dalam penelitian ini adalah pemupukan (P) yaitu P0 = pemupukan setengah dan P1= pemupukan penuh.
Hasil menunjukkan bahwa perlakuan olah tanah intensif dan pemupukan setengah meningkatkan parameter Q/I amonium (PBCNH4+).
Perlakuan pemupukan penuh berpengaruh meningkatkan (CRNH40).
Perlakuan olah tanah intensif dan pemupukan penuh meningkatkan (∆NH40).
Perlakuan olah tanah intensif dan pemupukan setengah meningkatkan (KG).
Interaksi antara perlakuan olah tanah minimum dan pemupukan penuh berpengaruh terhadap parameter Q/I amonium.
Parameter Q/I (CRNH40, KTK) berkorelasi nyata positif terhadap N terpanen tanaman jagung.
Parameter Q/I (PBCNH4+ dan KG) berkorelasi nyata negatif terhadap N terpanen tanaman jagung.

Related Results

Uji Efektivitas Beberapa Jenis Tanaman Penutup Tanah (Ground Cover) Terhadap Gulma Jagung (Zea mays L.)
Uji Efektivitas Beberapa Jenis Tanaman Penutup Tanah (Ground Cover) Terhadap Gulma Jagung (Zea mays L.)
Belum ditemukan informasi dan data yang akurat jenis tanaman penutup tanah yang sesuai dan efektif menekan pertumbuhan gulma, namun tidak menimbulkan saingan terhadap tanaman jagun...
PENGARUH PUPUK HAYATI DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG SEMI PADA TANAH GAMBUT
PENGARUH PUPUK HAYATI DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG SEMI PADA TANAH GAMBUT
Pengembangan jagung semi memiliki prospek yang baik karena permintaan pasar yang tinggi namun tidak didukung oleh produksinya. Upaya untuk memenuhi permintaan jagung semi yang teru...
Tren Deposisi Amonium di Serpong dan Bandung
Tren Deposisi Amonium di Serpong dan Bandung
Konsentrasi amonium yang ada dalam air hujan dapat membentuk ion amonium yang berasal dari reaksi amonia dengan air hujan. Ion amonium memiliki faktor netralisasi terhadap nilai ke...
Respon tanaman kacang tanah (arachis hypogaea L) pada sistem pengolahan tanah dan jaram tanam terhadap pertumbuhan dan hasil
Respon tanaman kacang tanah (arachis hypogaea L) pada sistem pengolahan tanah dan jaram tanam terhadap pertumbuhan dan hasil
Pelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Pengaruh sistem pengolahan tanah terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L). 2) Pengaruh jarak tanam terha...
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
Tanah merupakan bagian penting dalam menunjang kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Seperti kita ketahui rantai makanan bermula dari tumbuhan. Manusia, hewan hidup dari tumbuhan. ...
MANAJEMEN PEMUPUKAN NITROGEN PADA TANAMAN JAGUNG
MANAJEMEN PEMUPUKAN NITROGEN PADA TANAMAN JAGUNG
<p>Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas jagung ialah<br />dengan pemupukan sesuai kebutuhan tanaman dan kondisi lahan.<br />Umumnya lahan pengembanga...
ANALISIS USAHATANI JAGUNG MANIS (Zea mays) DI DESA DALUNG KECAMATAN KUTA UTARA KABUPATEN BADUNG
ANALISIS USAHATANI JAGUNG MANIS (Zea mays) DI DESA DALUNG KECAMATAN KUTA UTARA KABUPATEN BADUNG
Salah satu komoditas yang diusahakan oleh petani sejak lima tahun terakhir di Desa Dalung Kecamatan Kuta Utara Kabupaten Badung dalam upaya mewujudkan ketahan pangan  seperti tertu...

Back to Top