Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERAN SOCIAL MEDIA DALAM GUERILLA MARKETING PADA ERA DIGITAL MARKETING

View through CrossRef
Guerilla marketing atau pemasaran gerilya diperkenalkan oleh Jay Conrad Levinson. Prinsip pemasaran ini membidik target konsumen semaksimal mungkin dengan biaya seminimal mungkin, dengan melakukan promosi di media sosial yang menjangkau banyak viewer. Agar viewer lebih mudah tertarik, promosi harus dibuat sekreatif mungkin. Dalam perkembangannya, seiring dengan makin tingginya penggunaan internet, prinsip pemasaran ini telah menjalar ke ranah online dan disebut dengan istilah guerilla digital marketing. Tujuan dari konsep pemasaran gerilya ini adalah untuk menciptakan sebuah konsep yang interaktif, komunikatif, unik serta menarik orang untuk berpikir. Semua itu dilakukan untuk menghasilkan buzz, mendorong orang untuk lebih banyak terlibat dan orang-orang tersebut secara intens membicarakan tentang merek dan bisnis kita. Penelitian dengan metode literature review ini akan menjelaskan bagaimana peran media sosial dapat mendukung teknik guerilla marketing pada zaman serba digital ini. Misalnya fitur instastory di Instagram secara tidak langsung mendukung guerilla marketing karena ketika pemilik akun mengunggah foto/video tentang makanan/tempat wisata ke instastory kemudian unggahan tersebut dilihat oleh orang banyak, maka akan timbul rasa penasaran untuk membeli makanan tersebut atau untuk mengunjungi tempat wisata tersebut. Orang akan tergerak untuk membicarakan makanan/tempat wisata tersebut sehingga akhirnya pihak restoran/penjual makanan/tempat wisata tersebut ramai dikunjungi orang. Dalam hal ini, pemilik restoran/penjual makanan/pengelola tempat wisata tidak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk kegiatan promosinya.
Title: PERAN SOCIAL MEDIA DALAM GUERILLA MARKETING PADA ERA DIGITAL MARKETING
Description:
Guerilla marketing atau pemasaran gerilya diperkenalkan oleh Jay Conrad Levinson.
Prinsip pemasaran ini membidik target konsumen semaksimal mungkin dengan biaya seminimal mungkin, dengan melakukan promosi di media sosial yang menjangkau banyak viewer.
Agar viewer lebih mudah tertarik, promosi harus dibuat sekreatif mungkin.
Dalam perkembangannya, seiring dengan makin tingginya penggunaan internet, prinsip pemasaran ini telah menjalar ke ranah online dan disebut dengan istilah guerilla digital marketing.
Tujuan dari konsep pemasaran gerilya ini adalah untuk menciptakan sebuah konsep yang interaktif, komunikatif, unik serta menarik orang untuk berpikir.
Semua itu dilakukan untuk menghasilkan buzz, mendorong orang untuk lebih banyak terlibat dan orang-orang tersebut secara intens membicarakan tentang merek dan bisnis kita.
Penelitian dengan metode literature review ini akan menjelaskan bagaimana peran media sosial dapat mendukung teknik guerilla marketing pada zaman serba digital ini.
Misalnya fitur instastory di Instagram secara tidak langsung mendukung guerilla marketing karena ketika pemilik akun mengunggah foto/video tentang makanan/tempat wisata ke instastory kemudian unggahan tersebut dilihat oleh orang banyak, maka akan timbul rasa penasaran untuk membeli makanan tersebut atau untuk mengunjungi tempat wisata tersebut.
Orang akan tergerak untuk membicarakan makanan/tempat wisata tersebut sehingga akhirnya pihak restoran/penjual makanan/tempat wisata tersebut ramai dikunjungi orang.
Dalam hal ini, pemilik restoran/penjual makanan/pengelola tempat wisata tidak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk kegiatan promosinya.

Related Results

The influence of micro influencers and digital marketing on product purchasing decisions at tiktok shop in bengkulu city
The influence of micro influencers and digital marketing on product purchasing decisions at tiktok shop in bengkulu city
THE INFLUENCE OF MICRO-INFLUENCERS AND DIGITAL MARKETING ON PURCHASE DECISIONS OF TIKTOK SHOP CUSTOMERS IN BENGKULU CITY Andhes Tiani Putri, Meylaty F   12Faculty Of Economic E...
Access Denied
Access Denied
Introduction As social-distancing mandates in response to COVID-19 restricted in-person data collection methods such as participant observation and interviews, researchers turned t...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
The impact of surprise guerilla marketing on customer behavior
The impact of surprise guerilla marketing on customer behavior
This study aimed to investigate the impact of guerilla marketing (i.e., guerilla ambient marketing and guerilla sensation marketing) on customer behavior (i.e., customer purchase i...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
The Hybrid Breeding of Nanomedia
The Hybrid Breeding of Nanomedia
IntroductionIf human beings have become a geophysical force, capable of impacting the very crust and atmosphere of the planet, and if geophysical forces become objects of study, pr...
GLOBAL TRENDS OF DIGITAL MARKETING IN THE POST-WIDE PERIOD
GLOBAL TRENDS OF DIGITAL MARKETING IN THE POST-WIDE PERIOD
Abstract. The purpose of the article is to identify the most relevant elements and marketing tools of digitization, as well as to summarize the current global trends of digital mar...

Back to Top