Javascript must be enabled to continue!
Tingkat Penggunaan Media Sosial (Youtube) sebagai Sarana Literasi Pertanian pada Petani Milenial Banjarbaru
View through CrossRef
Era globalisasi ditandai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat, terutama bidang teknologi komunikasi dan informasi. Satu dari media komunikasi yang bisa digunakan adalah media sosial (YouTube). Petani milenial sebagai pihak yang berperan dalam memajukan sektor pertanian yang progresif dan memiliki potensi besar untuk memajukan pertanian. Melalui internet petani milenial memiliki akses yang lebih luas terhadap informasi terkait pertanian. Mereka dapat beradaptasi dengan teknologi perkembangan teknologi dalam pertanian. Tujuan dari penelitian ini mengetahui tingkat penggunaan media sosial (YouTube) sebagai sarana literasi pertanian pada petani milenial Banjarbaru dan mengetahui permasalahan apa yang dihadapi petani dalam menggunakan media sosial (YouTube). Jumlah sampel pada penelitian ini 30 orang diambil menggunakan metode Proportionate Random Sampling. Berdasarkan hasil penelitian, Tingkat penggunaan media sosial (YouTube) ditunjukkan dengan frekuensi lebih dari 4 kali sehari, durasi 2-3 jam/hari dengan ragam informasi yang bervariasi terutama penggunaan pupuk, pengendalian hama penyakit, perkembangan teknologi pertanian dan peternakan, meliputi informasi tentang kesehatan hewan ternak, perawatan, dan nutrisi yang tepat untuk meningkatkan produktivitas ternak. Permasalahan yang dihadapi petani dalam mengakses sosial media YouTube petani milenial kurangnya informasi dari penyuluh pertanian (46,67%), keperluan informasi yang mendesak (36,67%), dan sebagian besar petani milenial juga merasa tidak puas dengan informasi yang diberikan penyuluh (16,67%).
Center for Journal Management and Publication, Lambung Mangkurat University
Title: Tingkat Penggunaan Media Sosial (Youtube) sebagai Sarana Literasi Pertanian pada Petani Milenial Banjarbaru
Description:
Era globalisasi ditandai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat, terutama bidang teknologi komunikasi dan informasi.
Satu dari media komunikasi yang bisa digunakan adalah media sosial (YouTube).
Petani milenial sebagai pihak yang berperan dalam memajukan sektor pertanian yang progresif dan memiliki potensi besar untuk memajukan pertanian.
Melalui internet petani milenial memiliki akses yang lebih luas terhadap informasi terkait pertanian.
Mereka dapat beradaptasi dengan teknologi perkembangan teknologi dalam pertanian.
Tujuan dari penelitian ini mengetahui tingkat penggunaan media sosial (YouTube) sebagai sarana literasi pertanian pada petani milenial Banjarbaru dan mengetahui permasalahan apa yang dihadapi petani dalam menggunakan media sosial (YouTube).
Jumlah sampel pada penelitian ini 30 orang diambil menggunakan metode Proportionate Random Sampling.
Berdasarkan hasil penelitian, Tingkat penggunaan media sosial (YouTube) ditunjukkan dengan frekuensi lebih dari 4 kali sehari, durasi 2-3 jam/hari dengan ragam informasi yang bervariasi terutama penggunaan pupuk, pengendalian hama penyakit, perkembangan teknologi pertanian dan peternakan, meliputi informasi tentang kesehatan hewan ternak, perawatan, dan nutrisi yang tepat untuk meningkatkan produktivitas ternak.
Permasalahan yang dihadapi petani dalam mengakses sosial media YouTube petani milenial kurangnya informasi dari penyuluh pertanian (46,67%), keperluan informasi yang mendesak (36,67%), dan sebagian besar petani milenial juga merasa tidak puas dengan informasi yang diberikan penyuluh (16,67%).
Related Results
Pemanfaatan Media Sosial Terhadap Kompetensi Penyuluh Pertanian Di Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar
Pemanfaatan Media Sosial Terhadap Kompetensi Penyuluh Pertanian Di Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar
Abstrak . Pesannya pengguna media sosial saat ini berpotensi untuk dimanfaatkan oleh semua profesi termasuk penyuluh sebagai sumber belajar dan media informasi pertanian. Melalui p...
Karakteristik Petani Milenial pada Kawasan Sentra Padi di Jawa Barat
Karakteristik Petani Milenial pada Kawasan Sentra Padi di Jawa Barat
Hadirnya petani milenial memberikan salah satu alternatif dalam mempercepat regenerasi petani. Petani milenial dianggap mampu menjembatani antara petani muda dengan petani yang tel...
Dinamika Lembaga Penyuluhan Dan Adaptasi Penyuluh Dalam Memberikan Pelayanan Inovasi Teknologi Kepada Petani
Dinamika Lembaga Penyuluhan Dan Adaptasi Penyuluh Dalam Memberikan Pelayanan Inovasi Teknologi Kepada Petani
Penelitian bertujuan untuk menganalisis dinamika perubahan kelembagaan layanan penyuluhan pertanian lokal, menganalisis kegiatan penyuluh pertanian melakukan dalam adaptasi pelayan...
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI DENGAN STRES KERJA PADA PERAWAT
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI DENGAN STRES KERJA PADA PERAWAT
Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) kecerdasan emosi perawat di RSUD Banjarbaru, (2) stres kerja perawat di RSUD Banjarbaru, dan (3) hubungan antara kecerdasan...
Peran Teknologi Pertanian Cerdas (Smart Farming) untuk Generasi Pertanian Indonesia
Peran Teknologi Pertanian Cerdas (Smart Farming) untuk Generasi Pertanian Indonesia
Smart Farming atau pertanian digital adalah solusi pintar di sektor pertanian yang memanfaatkan sistem jaringan berbasis Internet of Things (IoT) untuk melakukan pemantauan dan pen...
Strategi Diseminasi Inovasi Pertanian dalam Mendukung Pembangunan Pertanian
Strategi Diseminasi Inovasi Pertanian dalam Mendukung Pembangunan Pertanian
<p>Dissemination of innovation of research results/agricultural assessment is an important communication activity in the process. Problems of dissemination agricultural innov...
Peranan Duta Pertanian Sumsel dalam Meningkatkan Minat Petani Milenial
Peranan Duta Pertanian Sumsel dalam Meningkatkan Minat Petani Milenial
Peranan Duta Pertanian Sumsel Dalam Meningkatkan Minat Petani Milenial dalam hal ini penulis melihat kondisi duta pertanian pada saat ini tidak menjalankan peranan duta pertanian s...

