Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak melalui Permainan Tradisional Egrang Batok Kelapa

View through CrossRef
Abstrak. Penelitian ini membahas peningkatan kemampuan motorik kasar melalui permainan tradisional egrang batok kelapa. Tujuan penelitian meliputi: 1) gambaran umum kemampuan motorik kasar anak, 2) cara meningkatkan kemampuan motorik kasar anak, dan 3) efektivitas permainan egrang batok kelapa dalam meningkatkan motorik kasar. Subjek penelitian adalah anak usia 5–6 tahun di TK AISYIYAH 2, dengan objek berupa kemampuan motorik kasar. Penelitian ini menggunakan metode tindakan kelas kolaboratif, teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi, serta analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan pada pra-siklus tidak ada anak dalam kategori berkembang sesuai harapan (BSH). Pada akhir siklus 1, anak rata-rata masuk kategori mulai berkembang (MB), dan pada siklus 2 mencapai kategori BSH dengan peningkatan 170%. Permainan ini efektif karena menggabungkan keseimbangan dan gerakan lokomotor yang merangsang motorik kasar, sehingga cocok untuk anak usia dini. Abstract. This study focuses on improving gross motor skills through the traditional coconut shell stilt game. The research aims to: 1) describe children’s gross motor abilities, 2) identify methods to enhance gross motor skills, and 3) evaluate the effectiveness of the coconut shell stilt game. The subjects were children aged 5–6 years at AISYIYAH 2 Kindergarten, with the focus on gross motor skills. A collaborative classroom action research method was used, with data collected through observation and documentation, analyzed descriptively and qualitatively. The results showed no children in the "developing as expected" (BSH) category in the pre-cycle phase. By the end of cycle 1, most children were in the "beginning to develop" (MB) category, and by cycle 2, they achieved BSH with a 170% improvement. This success is attributed to the combination of balance and locomotor movements, making the game suitable for early childhood development.
Title: Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak melalui Permainan Tradisional Egrang Batok Kelapa
Description:
Abstrak.
Penelitian ini membahas peningkatan kemampuan motorik kasar melalui permainan tradisional egrang batok kelapa.
Tujuan penelitian meliputi: 1) gambaran umum kemampuan motorik kasar anak, 2) cara meningkatkan kemampuan motorik kasar anak, dan 3) efektivitas permainan egrang batok kelapa dalam meningkatkan motorik kasar.
Subjek penelitian adalah anak usia 5–6 tahun di TK AISYIYAH 2, dengan objek berupa kemampuan motorik kasar.
Penelitian ini menggunakan metode tindakan kelas kolaboratif, teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi, serta analisis deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan pada pra-siklus tidak ada anak dalam kategori berkembang sesuai harapan (BSH).
Pada akhir siklus 1, anak rata-rata masuk kategori mulai berkembang (MB), dan pada siklus 2 mencapai kategori BSH dengan peningkatan 170%.
Permainan ini efektif karena menggabungkan keseimbangan dan gerakan lokomotor yang merangsang motorik kasar, sehingga cocok untuk anak usia dini.
Abstract.
This study focuses on improving gross motor skills through the traditional coconut shell stilt game.
The research aims to: 1) describe children’s gross motor abilities, 2) identify methods to enhance gross motor skills, and 3) evaluate the effectiveness of the coconut shell stilt game.
The subjects were children aged 5–6 years at AISYIYAH 2 Kindergarten, with the focus on gross motor skills.
A collaborative classroom action research method was used, with data collected through observation and documentation, analyzed descriptively and qualitatively.
The results showed no children in the "developing as expected" (BSH) category in the pre-cycle phase.
By the end of cycle 1, most children were in the "beginning to develop" (MB) category, and by cycle 2, they achieved BSH with a 170% improvement.
This success is attributed to the combination of balance and locomotor movements, making the game suitable for early childhood development.

Related Results

MEMANFAATKAN LIMBAH BATOK KELAPA MENJADI BERBAGAI MACAM BENTUK KERAJINAN
MEMANFAATKAN LIMBAH BATOK KELAPA MENJADI BERBAGAI MACAM BENTUK KERAJINAN
<p><em>Penelitian ini</em><em> bertujuan</em><em> bagaimana </em><em>memanfaatan</em><em> </em><em>limbah ba...
Tinjauan Literature Media Pembelajaran Dalam Meningkatkan Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia Dini
Tinjauan Literature Media Pembelajaran Dalam Meningkatkan Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia Dini
Anak usia dini merupakan sosok yang perlu bimbingan orang dewasa dalam menstimulasi segala aspek perkembangannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsika...
PENGARUH PERMAINAN BAKIAK DAN KECERDASAN INTERPERSONAL TERHADAP PERKEMBANGAN FISIK MOTORIK ANAK TK KHAIRANI ACEH BESAR
PENGARUH PERMAINAN BAKIAK DAN KECERDASAN INTERPERSONAL TERHADAP PERKEMBANGAN FISIK MOTORIK ANAK TK KHAIRANI ACEH BESAR
The development of physical motorism in one of the five aspects of early childhood development, to achieve motoric development especially gross motoric is done through play. Play a...
STUDI ANALISIS PERMAINAN TRADISIONAL EGRANG TERHADAP KEBUGARAN JASMANI UNTUK SISWA SD NEGERI DESA DOULU KECAMATAN BERASTAGI
STUDI ANALISIS PERMAINAN TRADISIONAL EGRANG TERHADAP KEBUGARAN JASMANI UNTUK SISWA SD NEGERI DESA DOULU KECAMATAN BERASTAGI
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh kajian studi analisis permainan tradisional egrang terhadap kebugaran jasmani untuk siswa SD Negeri Desa Doulu Kecamatan Berastagi. Pelaks...

Back to Top