Javascript must be enabled to continue!
Kontektualisasi Injil Dalam Budaya Populer untuk Menjangkau Masyarakat Urban
View through CrossRef
AbstractThe existence of traditional culture is increasingly being displaced by the rise of popular culture which is loved by urban communities. Then the next question arises, how to contextualize the Bible in this popular culture to reach urban communities. The method used in this study is a descriptive qualitative approach by conducting a literature study. The purpose of this research is to find out the contextualization that can be done as a form of preaching the Gospel through popular culture. The forms of popular culture raised are social media, traveling and culinary tourism. For the sake of spreading the Gospel, it is necessary to have a deep understanding and application of the preaching of the Gospel that is relevant to the growing popular culture. Furthermore, this article proposes a contextualization dialectic model as a concept of contextualizing the Bible in which there are stages of adaptation to context, enculturation, semiotics and gospel practice to reach urban communities. By using the dialectic model of contextualization in popular culture, the Bible is more relevant to urban society.AbstrakKeberadaan budaya tradisional semakin hari semakin tergeser dengan maraknya budaya populer yang digandrungi oleh masyarakat urban. Maka selanjutnya muncul pertanyaan, bagaimana mengkontekstualisasikan Injil di dalam budaya populer ini untuk menjangkau masyarakat urban. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan melakukan studi pustaka. Tujuan penelitan ini untuk mengetahui kontektualisasi yang dapat dilakukan sebagai bentuk pemberitaan Injil melalui budaya populer. Adapun bentuk-bentuk budaya populer yang diangkat adalah yaitu bermedia sosial, traveling dan wisata kuliner. Untuk kepentingan penyebaran Injil maka diperlukan pemaknaan mendalam dan pengaplikasian pemberitaan Injil yang relevan dengan budaya populer yang berkembang. Selanjutnya, artikel ini mengajukan model dialektika kontekstualisasi sebagai konsep kontekstualisasi Injil yang didalamnya terdapat tahap adaptasi dengan konteks, tahap enkulturasi, tahap semiotik dan tahap praktik injil untuk menjangkau masyarakat urban. Dengan menggunakan model dialektika kontekstualisasi dalam budaya populer, Injil lebih relevan diterima oleh masyarakat urban.
Title: Kontektualisasi Injil Dalam Budaya Populer untuk Menjangkau Masyarakat Urban
Description:
AbstractThe existence of traditional culture is increasingly being displaced by the rise of popular culture which is loved by urban communities.
Then the next question arises, how to contextualize the Bible in this popular culture to reach urban communities.
The method used in this study is a descriptive qualitative approach by conducting a literature study.
The purpose of this research is to find out the contextualization that can be done as a form of preaching the Gospel through popular culture.
The forms of popular culture raised are social media, traveling and culinary tourism.
For the sake of spreading the Gospel, it is necessary to have a deep understanding and application of the preaching of the Gospel that is relevant to the growing popular culture.
Furthermore, this article proposes a contextualization dialectic model as a concept of contextualizing the Bible in which there are stages of adaptation to context, enculturation, semiotics and gospel practice to reach urban communities.
By using the dialectic model of contextualization in popular culture, the Bible is more relevant to urban society.
AbstrakKeberadaan budaya tradisional semakin hari semakin tergeser dengan maraknya budaya populer yang digandrungi oleh masyarakat urban.
Maka selanjutnya muncul pertanyaan, bagaimana mengkontekstualisasikan Injil di dalam budaya populer ini untuk menjangkau masyarakat urban.
Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan melakukan studi pustaka.
Tujuan penelitan ini untuk mengetahui kontektualisasi yang dapat dilakukan sebagai bentuk pemberitaan Injil melalui budaya populer.
Adapun bentuk-bentuk budaya populer yang diangkat adalah yaitu bermedia sosial, traveling dan wisata kuliner.
Untuk kepentingan penyebaran Injil maka diperlukan pemaknaan mendalam dan pengaplikasian pemberitaan Injil yang relevan dengan budaya populer yang berkembang.
Selanjutnya, artikel ini mengajukan model dialektika kontekstualisasi sebagai konsep kontekstualisasi Injil yang didalamnya terdapat tahap adaptasi dengan konteks, tahap enkulturasi, tahap semiotik dan tahap praktik injil untuk menjangkau masyarakat urban.
Dengan menggunakan model dialektika kontekstualisasi dalam budaya populer, Injil lebih relevan diterima oleh masyarakat urban.
.
Related Results
Komparasi Eskatologi Injil Lukas dengan Injil Sinoptik Lainnya
Komparasi Eskatologi Injil Lukas dengan Injil Sinoptik Lainnya
“Komparasi Eskatologi Injil Lukas dengan Injil Sinoptik Lainnya,” adalah subyek penelitian memberikan eksplanatori mengenai pemikiran-pemikiran teologis dari Lukas selaku penulis I...
Peran GKII di Kalimantan Barat dalam Pengentasan Kemiskinan Melalui Pendidikan
Peran GKII di Kalimantan Barat dalam Pengentasan Kemiskinan Melalui Pendidikan
Studi ini menganalisis peran Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) di Kalimantan Barat dalam pengentasan kemiskinan melalui pendidikan. Kemiskinan menjadi masalah serius yang dihadap...
Kajian Teologis Terhadap Makna Logos Menurut Injil Yohanes
Kajian Teologis Terhadap Makna Logos Menurut Injil Yohanes
Tulisan ini membahas tentang makna Logos pada Yesus dalam Injil Yohanes. Logos merupakan salah satu kunci di dalam agama Kristen. Injil Yohanes merupakan salah satu injil yang men...
Resensi Buku: Pengantar Ke Dalam Perjanjian Baru (Dr. C Groenen OFM)
Resensi Buku: Pengantar Ke Dalam Perjanjian Baru (Dr. C Groenen OFM)
Nama Buku Pengantar Ke Dalam Perjanjian Baru .merupakan salah satu buku yang di karang atau disusun oleh, Dr. C Groenen OFM .buku ini memberikan informasi desariah saja maka, cuku...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
Ancaman Budaya Populer terhadap Pelestarian Budaya Maena di Desa Lologolu Kecamatan Mandrehe Kabupaten Nias Barat
Ancaman Budaya Populer terhadap Pelestarian Budaya Maena di Desa Lologolu Kecamatan Mandrehe Kabupaten Nias Barat
Penelitian ini bertujuan untuk memahami dampak perkembangan budaya populer, khususnya yang bersumber dari budaya barat, terhadap pelestarian budaya maena di Desa Lologolu. Fokusnya...
Kontekstualisasi Injil Dalam Tradisi Mangokal Holi
Kontekstualisasi Injil Dalam Tradisi Mangokal Holi
AbstractThis research discusses the contextualization of the Gospel in the Mangokal Holi tradition of the Batak Toba tribe. This tradition is related to death rituals and the rever...
Analisis misi apologetika Kristen untuk menjadikan gereja sebagai pekabaran injil
Analisis misi apologetika Kristen untuk menjadikan gereja sebagai pekabaran injil
menurut konsep dan pemahaman Kristus, Pekabaran Injil adalah bagian dari Misi Allah (Missio Dei) untuk memperluas Kerajaan-Nya. Misi tersebut dapat dilakukan dalam bentuk pertanggu...

