Javascript must be enabled to continue!
STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTHOS DI INTERTIDAL BUKIT PIATU – KIJANG, KABUPATEN BINTAN
View through CrossRef
Makroozoobenthos adalah salah satu kelompok biota yang umum dijadikan bioindikator kualitas lingkungan. Pada kegiatan penelitian ini, dilakukan pengamatan terhadap struktur komunitas makrozoobenthos di perairan intertidal (pasang surut) Bukit Piatu – Kijang, Kabupaten Bintan. Perairan intertidal yang dijadikan lokasi penelitian merupakan pantai berlumpur yang berada di dekat Dermaga Untuk Kepentingan Sendiri (DUKS) suatu perusahaan tambang granit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas makrozoobenthos di perairan intertidal Bukit Piatu – Kijang, Kabupaten Bintan. Di perairan intertidal ini terdapat 3 kelompok makrozoobenthos yaitu Crustacea, Mollusca, dan Polychaeta; dimana spesies-spesies dari kelompok Mollusca mendominasi komunitas makrozoobenthos. Nilai Indeks Keanekaragaman Jenis menunjukkan bahwa komunitas makrozoo-benthos berada pada kondisi sedang/moderat yang mudah berubah dengan berubahnya kondisi lingkungan. Keseragaman jenis makrozoobenthos di pantai sebelah Utara DUKS lebih rendah daripada pantai sebelah Selatan karena pada pantai sebelah Utara terdapat 3 spesies Mollusca yang cukup mendominasi, yaitu Xenoturris spp., Alvania spp., dan Corbula sp.
Title: STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTHOS DI INTERTIDAL BUKIT PIATU – KIJANG, KABUPATEN BINTAN
Description:
Makroozoobenthos adalah salah satu kelompok biota yang umum dijadikan bioindikator kualitas lingkungan.
Pada kegiatan penelitian ini, dilakukan pengamatan terhadap struktur komunitas makrozoobenthos di perairan intertidal (pasang surut) Bukit Piatu – Kijang, Kabupaten Bintan.
Perairan intertidal yang dijadikan lokasi penelitian merupakan pantai berlumpur yang berada di dekat Dermaga Untuk Kepentingan Sendiri (DUKS) suatu perusahaan tambang granit.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas makrozoobenthos di perairan intertidal Bukit Piatu – Kijang, Kabupaten Bintan.
Di perairan intertidal ini terdapat 3 kelompok makrozoobenthos yaitu Crustacea, Mollusca, dan Polychaeta; dimana spesies-spesies dari kelompok Mollusca mendominasi komunitas makrozoobenthos.
Nilai Indeks Keanekaragaman Jenis menunjukkan bahwa komunitas makrozoo-benthos berada pada kondisi sedang/moderat yang mudah berubah dengan berubahnya kondisi lingkungan.
Keseragaman jenis makrozoobenthos di pantai sebelah Utara DUKS lebih rendah daripada pantai sebelah Selatan karena pada pantai sebelah Utara terdapat 3 spesies Mollusca yang cukup mendominasi, yaitu Xenoturris spp.
, Alvania spp.
, dan Corbula sp.
Related Results
Optimalisasi Screening PTM dan Skrining TBC di Wilayah Kerja Puskesmas Kijang, Kabupaten Bintan
Optimalisasi Screening PTM dan Skrining TBC di Wilayah Kerja Puskesmas Kijang, Kabupaten Bintan
ABSTRAK Program Kementerian Kesehatan berupa enam pilar tranformasi kesehatan saat ini harus didukung oleh semua instansi dan lapisan masyarakat termasuk juga Poltekkes Kemenkes Ta...
ANCIENT SETTLEMENT INDICATIONS IN LUWU REGENCY, SOUTH SULAWESI
ANCIENT SETTLEMENT INDICATIONS IN LUWU REGENCY, SOUTH SULAWESI
Tulisan ini bertujuan menjelaskan sejumlah data arkeologi, tradisi dan lingkungan okupasi manusia di Kabupaten Luwu. Metode pengumpulan data dilakukan dengan survei dan ekskavasi. ...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Effect of Leadership, Motivation, Training on Performance Through Employee Satisfaction of the Regional Secretariat of Bintan Regency
Effect of Leadership, Motivation, Training on Performance Through Employee Satisfaction of the Regional Secretariat of Bintan Regency
This study aims to determine the direct and indirect effect of leadership, motivation, training on performance through employee satisfaction of the regional secretariat of bintan r...
PENINGKATAN AKSESIBILITAS WISATA ALAM PANTAI SENGGILING DALAM MENDUKUNG KEBERADAAN POTENSI WILAYAH DI TELUK SEBONG KABUPATEN BINTAN KEPULAUAN RIAU
PENINGKATAN AKSESIBILITAS WISATA ALAM PANTAI SENGGILING DALAM MENDUKUNG KEBERADAAN POTENSI WILAYAH DI TELUK SEBONG KABUPATEN BINTAN KEPULAUAN RIAU
Bintan merupakan pulau terbesar di provinsi kepulauan riau dengan memiliki potensi wisata alam yang menarik sehingga dikategorikan kawasan industri pariwisata. wisatawan...
Pengembangan Tata Hijau Wisata Berkelanjutan Bukit Lawang
Pengembangan Tata Hijau Wisata Berkelanjutan Bukit Lawang
Bukit Lawang merupakan kawasan wisata alam yang terletak di Sumatera Utara, yang memiliki potensi wisata alam yang terkenal baik domestic maupun mancanegara. Bukit Lawang juga meru...
PENGELOLAAN OBJEK WISATA SITUS CAGAR BUDAYA BUKIT KERANG KELURAHAN KAWAL OLEH DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KABUPATEN BINTAN
PENGELOLAAN OBJEK WISATA SITUS CAGAR BUDAYA BUKIT KERANG KELURAHAN KAWAL OLEH DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KABUPATEN BINTAN
Abstract
In Bintan Regency, part of the Riau Islands, there is one tourist object of prehistoric cultural heritage, namely Shell Hill. It is known, the condition of the Bukit...
Problems Faced by English Teachers of Lower Secondary Schools in Assessments
Problems Faced by English Teachers of Lower Secondary Schools in Assessments
Dalam pengajaran Bahasa Inggris, guru memegang peranan penting dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Kemampuan guru dalam merancang proses pembelajaran sangat berpengaruh terhadap ...

