Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Ancient Javanese Women during the Majapahit period (14th – 15th centuries CE): An Iconographic Study based on the Temple Reliefs | Perempuan Jawa Kuno periode Majapahit (Abad ke-14 – 15 Masehi): Suatu tinjauan Ikonografi terhadap Relief Candi

View through CrossRef
The idea of Javanese women's images in the past is more known through literature. Some stories mention them in beautiful poetic words and could be imagined divergently by different people. At the same time, the images of Javanese women could be seen from the temple reliefs. It may be more concrete as its material. The Majapahit period that lasts from 14th to 15th centuries provides quite complete data such as artifactual and textual resources that sufficiently support to reveal the depiction of ancient Javanese women at that time. The Majapahit temples have lots of reliefs that portray the women in the daily lives. These data are useful in an attempt to interpret the depiction of the women images in the Majapahit period. This study using iconographic analysis such as observation, description, and classification. The analysis results are compared to the terracotta figurines and sculptures from the same period. Last, the results are compared to the ancient literature from the same period as well. The final results show a regular pattern which is concluded as the characteristics of the Majapahit women. Not only the images themselves, but the meaning behind them also show that the women in the Majapahit era are more present than before and the way to visualize them is more reliable. Gagasan mengenai penggambaran perempuan Jawa kuno lebih banyak diketahui melalui karya sastra yang berasal dari masa lampau. Beberapa kisah menceritakan mengenai figur mereka melalui narasi yang puitis dan dapat dipahami secara berbeda oleh setiap orang. Bersamaan dengan itu, penggambaran perempuan Jawa kuno juga dapat dilihat pada relief-relief candi. Figurnya nampak lebih konkrit karena digambarkan pada objek material. Periode Majapahit yang berlangsung pada abad ke-14 hingga 15 Masehi menyediakan data yang cukup lengkap meliputi artefak dan sumber tertulis yang dapat digunakan untuk mengungkap penggambaran perempuan di masa Jawa kuno. Candi-candi yang dibangun pada periode Majapahit memiliki sejumlah relief yang menggambarkan perempuan di dalam kehidupan sehari-hari. Data dibandingkan dengan sumber tertulis sezaman. Hasil penelitian memperlihatkan pola yang teratur dan berulang di dalam penggambaran perempuan pada relief candi. Tidak hanya dari segi visualnya saja, namun makna di baliknya juga menunjukkan bahwa perempuan pada periode Majapahit lebih nampak dibandingkan periode sebelumnya, dan cara menggambarkannya lebih bisa diandalkan.
Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Archaeology and Fine Arts
Title: Ancient Javanese Women during the Majapahit period (14th – 15th centuries CE): An Iconographic Study based on the Temple Reliefs | Perempuan Jawa Kuno periode Majapahit (Abad ke-14 – 15 Masehi): Suatu tinjauan Ikonografi terhadap Relief Candi
Description:
The idea of Javanese women's images in the past is more known through literature.
Some stories mention them in beautiful poetic words and could be imagined divergently by different people.
At the same time, the images of Javanese women could be seen from the temple reliefs.
It may be more concrete as its material.
The Majapahit period that lasts from 14th to 15th centuries provides quite complete data such as artifactual and textual resources that sufficiently support to reveal the depiction of ancient Javanese women at that time.
The Majapahit temples have lots of reliefs that portray the women in the daily lives.
These data are useful in an attempt to interpret the depiction of the women images in the Majapahit period.
This study using iconographic analysis such as observation, description, and classification.
The analysis results are compared to the terracotta figurines and sculptures from the same period.
Last, the results are compared to the ancient literature from the same period as well.
The final results show a regular pattern which is concluded as the characteristics of the Majapahit women.
Not only the images themselves, but the meaning behind them also show that the women in the Majapahit era are more present than before and the way to visualize them is more reliable.
Gagasan mengenai penggambaran perempuan Jawa kuno lebih banyak diketahui melalui karya sastra yang berasal dari masa lampau.
Beberapa kisah menceritakan mengenai figur mereka melalui narasi yang puitis dan dapat dipahami secara berbeda oleh setiap orang.
Bersamaan dengan itu, penggambaran perempuan Jawa kuno juga dapat dilihat pada relief-relief candi.
Figurnya nampak lebih konkrit karena digambarkan pada objek material.
Periode Majapahit yang berlangsung pada abad ke-14 hingga 15 Masehi menyediakan data yang cukup lengkap meliputi artefak dan sumber tertulis yang dapat digunakan untuk mengungkap penggambaran perempuan di masa Jawa kuno.
Candi-candi yang dibangun pada periode Majapahit memiliki sejumlah relief yang menggambarkan perempuan di dalam kehidupan sehari-hari.
Data dibandingkan dengan sumber tertulis sezaman.
Hasil penelitian memperlihatkan pola yang teratur dan berulang di dalam penggambaran perempuan pada relief candi.
Tidak hanya dari segi visualnya saja, namun makna di baliknya juga menunjukkan bahwa perempuan pada periode Majapahit lebih nampak dibandingkan periode sebelumnya, dan cara menggambarkannya lebih bisa diandalkan.

Related Results

Pengaruh Majapahit Pada Bangunan Puri Gede Kaba-Kaba, Tabanan.
Pengaruh Majapahit Pada Bangunan Puri Gede Kaba-Kaba, Tabanan.
Abstract. Majapahit Influence on the Grand Palace of Kaba-Kaba, Tabanan. Majapahit, as a kingdom, had spread its influence to almost every part of Indonesia such as the western par...
Stabilitas Struktur Candi Mendut
Stabilitas Struktur Candi Mendut
Kajian Stabilitas Struktur Candi Mendut ini sangat penting guna mengevaluasi kondisi stabilitas struktur bangunan Candi Mendut sehingga kelestariannya akan terjaga. Berbagai kegiat...
Representasi Sikap Hidup Orang Jawa dalam Pengakuan Pariyem karya Linus Suryadi AG dan Babad Ngalor Ngidul karya Elizabeth D. Inandiak
Representasi Sikap Hidup Orang Jawa dalam Pengakuan Pariyem karya Linus Suryadi AG dan Babad Ngalor Ngidul karya Elizabeth D. Inandiak
Orang Jawa seringkali digambarkan sebagai manusia yang memiliki tradisi dan sikap hidup yang ikhlas dan selaras. Dalam kesusastraan Indonesia, gambaran masyarakat Jawa seringkali d...
FUNGSI DAN NILAI CANDI BOROBUDUR DI ERA GLOBALISASI
FUNGSI DAN NILAI CANDI BOROBUDUR DI ERA GLOBALISASI
Candi Borobudur merupakan bangunan warisan budaya bangsa Indonesia yang memiliki fungsi dan nilai, masyarakat Indonesia sebagai pewaris budaya memiliki tanggung jawab dalam pelesta...
THE RELATION OF MAJAPAHIT TEMPLES WITH VASUSASTRA-MANASARA
THE RELATION OF MAJAPAHIT TEMPLES WITH VASUSASTRA-MANASARA
Abstract- Vastusastra is a text which discusses Indian architecture which is published in several books, included Manasara. Vastusastra contains guidline for building Indian constr...
NEW STONE RELIEFS-ARCHITECTURAL DETAILS OF THE 14th – 18th CENTURIES FROM KUBACHI WITH ORNAMENT AND ARABIC INSCRIPTIONS
NEW STONE RELIEFS-ARCHITECTURAL DETAILS OF THE 14th – 18th CENTURIES FROM KUBACHI WITH ORNAMENT AND ARABIC INSCRIPTIONS
The paper describes stone reliefs of the architectural decor of the 14th – 18th centuries with floral ornaments and Arabic inscriptions, discovered by the author in different years...
PEMILIHAN DAN PEMERTAHANAN BAHASA JAWA PADA KAUM PEREMPUAN PESISIR REMBANG
PEMILIHAN DAN PEMERTAHANAN BAHASA JAWA PADA KAUM PEREMPUAN PESISIR REMBANG
Pada masyarakat Jawa, pemilihan sebuah kode (bahasa/ragam) ditentukan oleh banyak faktor, misalnya: usia, jenis kelamin, derajat sosial, pangkat, tempat, diksi, dan ragam. Peneliti...
KISAH RELIEF FAUNA PADA CANDI BOROBUDUR
KISAH RELIEF FAUNA PADA CANDI BOROBUDUR
Relief candi Borobudur menyimpan data keanekaragaman fauna dalam kebudayaan Mataram kuno. Data kesejarahan tersebut belum dimanfaatkan dalam pembelajaran sejarah. Permasalahan pene...

Back to Top