Javascript must be enabled to continue!
Kontribusi Dispersan Kimiawi dan Biosurfaktan Terhadap Biodegradasi Minyak Bumi
View through CrossRef
Tumpahan minyak mentah di laut telah menjadi permasalahan lingkungan yang serius. Penggunaan surfaktan sebagai salah satu solusi atas tumpahan minyak tersebut. Surfaktan bertindak sebagai dispersan untuk remediasi kontaminasi berbagai hidrokarbon minyak bumi dan untuk merangsang metabolisme mikroba dan transformasi minyak. Penelitian ini memanfaatkan tinjauan literatur mengenai dispersan kimia dan biosurfaktan sebagai solusi tumpahan minyak laut. Dispersan kimia digunakan untuk mengurangi kerusakan akibat tumpahan minyak dengan memecah lapisan minyak menjadi tetesan-tetesan kecil, sehingga mengurangi potensi terperangkapnya hewan laut di dalam lapisan minyak. Dispersan kimia mempercepat biodegradasi dan merangsang pertumbuhan bakteri. Biosurfaktan dapat mendorong pemecahan molekul hidrokarbon dengan meningkatkan mobilitas, ketersediaan hayati, dan paparan bakteri, sehingga menguntungkan biodegradasi hidrokarbon. Dispersan kimia mempunyai efek positif terhadap proses biodegradasi minyak bumi, namun juga mempunyai efek negatif pada kondisi tertentu. Biosurfaktan memainkan peran positif dalam proses biodegradasi minyak bumi
Title: Kontribusi Dispersan Kimiawi dan Biosurfaktan Terhadap Biodegradasi Minyak Bumi
Description:
Tumpahan minyak mentah di laut telah menjadi permasalahan lingkungan yang serius.
Penggunaan surfaktan sebagai salah satu solusi atas tumpahan minyak tersebut.
Surfaktan bertindak sebagai dispersan untuk remediasi kontaminasi berbagai hidrokarbon minyak bumi dan untuk merangsang metabolisme mikroba dan transformasi minyak.
Penelitian ini memanfaatkan tinjauan literatur mengenai dispersan kimia dan biosurfaktan sebagai solusi tumpahan minyak laut.
Dispersan kimia digunakan untuk mengurangi kerusakan akibat tumpahan minyak dengan memecah lapisan minyak menjadi tetesan-tetesan kecil, sehingga mengurangi potensi terperangkapnya hewan laut di dalam lapisan minyak.
Dispersan kimia mempercepat biodegradasi dan merangsang pertumbuhan bakteri.
Biosurfaktan dapat mendorong pemecahan molekul hidrokarbon dengan meningkatkan mobilitas, ketersediaan hayati, dan paparan bakteri, sehingga menguntungkan biodegradasi hidrokarbon.
Dispersan kimia mempunyai efek positif terhadap proses biodegradasi minyak bumi, namun juga mempunyai efek negatif pada kondisi tertentu.
Biosurfaktan memainkan peran positif dalam proses biodegradasi minyak bumi.
Related Results
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
PEMANFAATAN MINYAK BEKAS PAKAI (JELANTAH) UNTUK PENGHARUM RUANGAN
PEMANFAATAN MINYAK BEKAS PAKAI (JELANTAH) UNTUK PENGHARUM RUANGAN
Minyak bekas pakai (jelantah) merupakan minyak tumbuhan yang sudah digunakan untuk menggoreng. Penggunaan minyak bekas pakai mengakibatkan nilai ekonomis minyak tersebut turun diba...
INDUSTRI PENGOLAHAN MINYAK BUMI DI INDONESIA
INDUSTRI PENGOLAHAN MINYAK BUMI DI INDONESIA
Tujuan dari pembuatan artikel ini adalah untuk menjelaskan dan memaparkan secara umum tentang perusahaan minyak bumi di Indonesia, proses pengolahan serta dampak dari minyak bumi...
Pengaruh Cara Pengeringan Nilam (Pogostemon cablin Benth.) Pada Penyulingan Terhadap Hasil Minyak Nilam
Pengaruh Cara Pengeringan Nilam (Pogostemon cablin Benth.) Pada Penyulingan Terhadap Hasil Minyak Nilam
Minyak atsiri yang diperoleh dari penyulingan tanaman nilam disebut minyak nilam. Minyak nilam berperan penting sebagai bahan baku dalam industri pewangi dan kosmetika. Indonesia s...
Pengaruh Penggorengan Berulang Terhdadap Bilangan Peroksida pada Minyak Goreng
Pengaruh Penggorengan Berulang Terhdadap Bilangan Peroksida pada Minyak Goreng
Minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jenis minyak goreng yang paling banyak digunakan oleh masyarakat adalah minyak s...
PELATIHAN PEMBUATAN MINYAK KELAPA SECARA FERMENTASI BAGI KELOMPOK WANITA TANI DI KECAMATAN BAREGBEG KABUPATEN CIAMIS
PELATIHAN PEMBUATAN MINYAK KELAPA SECARA FERMENTASI BAGI KELOMPOK WANITA TANI DI KECAMATAN BAREGBEG KABUPATEN CIAMIS
Adanya pandemi COVID-19 sangat berdampak pada berbagai aspek kehidupan. Salah satunya pada kehidupan ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat. Sebagian besar harga kebutuhan pokok m...
PENGGUNAAN MINYAK JAGUNG SEBAGAI BAHAN BAKU BIODIESEL
PENGGUNAAN MINYAK JAGUNG SEBAGAI BAHAN BAKU BIODIESEL
Bahan bakar minyak (BBM) merupakan permintaan energi global terbesar yang konsumsinya diperkirakan oleh Energy Information Administration (bagian dari Departemen Energi AS) meningk...
PELATIHAN PEMBUATAN LILIN AROMATERAPI DAN LILIN HIAS UNTUK MEMINIMALISIR MINYAK JELANTAH BAGI MASYARAKAT KELURAHAN PANTAI AMAL
PELATIHAN PEMBUATAN LILIN AROMATERAPI DAN LILIN HIAS UNTUK MEMINIMALISIR MINYAK JELANTAH BAGI MASYARAKAT KELURAHAN PANTAI AMAL
Minyak goreng bekas atau minyak jelantah memiliki dampak pada penggunaannya yang secara terus menerus baik pada kesehatan tubuh maupun lingkungan. Oleh karena itu, minyak jelantah...

