Javascript must be enabled to continue!
BEGURU: Menggali Prinsip-Prinsip Penyiapkan Sarana dan Prasarana Pendidikan dalam Kearifan Lokal Sasak
View through CrossRef
Indonesia has a very complex ethnic anatomy, one of which is the Sasak tribe. Sasak tribe has a wealth of culture that surrounds all dimensions of life including the education sector. The purpose of this research is to explore the principles of beguru in preparing educational facilities and infrastructure. This study used a naturalistic approach with ethnograpi types. Data collection was done using ethnographic interview techniques. To maintain the validity of the data, triangulation of data sources and time is carried out. The collected data was further analyzed using an interactive model described by Miles, Huberman, & Saldana which consists of three stages, namely; data condensation, data display, and conclusion. Based on the analysis technique found 3 (three) principles of beguru in the preparation of educational facilities and infrastructure, namely; principles of comfort and tranquility, principles of availability and readiness, and principles of conformity to the needs or types of fields of science. These principles are fundamental and universal because they are preconditions for the creation of quality education and learning and can be applied to all pathways, types, and levels of education. Therefore, these principles can be a role of the conduct in choosing and determining educational facilities and infrastructure.
Bangsa Indonesia memiliki anatomi suku bangsa yang sangat kompleks salah satunya adalah suku Sasak. Suku Sasak memiliki hazanah budaya yang melingkupi semua dimensi kehidupan salah satunya dalam sektor pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi prinsip-prinsip beguru dalam menyiapkan sarana dan prasarana pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan naturalistic dengan jenis penelitian etnograpi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara etnografi. Untuk menjaga validitas data dilakukan triangulasi sumber data dan waktu. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan model interaktif yang dikemukakan oleh Miles, Huberman, & Saldana yang terdiri dari tiga tahap, yaitu; kondensasi data, display data, dan penarikan simpulan. Berdasarkan teknik analisis tersebut ditemukan 3 (tiga) prinsip beguru dalam penyiapan sarana dan prasarana pendidikan, yaitu; prinsip kenyamanan dan ketenangan, prinsip ketersediaan dan kesiapan, dan prinsip kesesuaian dengan kebutuhan atau jenis bidang ilmu. Prinsip-prinsip tersebut bersifat fundamental dan universal karena menjadi prakondisi terciptanya pendidikan dan pembelajaran yang berkualitas dan dapat diterapkan pada semua jalur, jenis, dan jenjang pendidikan. Oleh sebab itu, prinsip-prinsip tersebut dapat menjadi role of the conduct dalam memilih dan menentukan sarana dan prasarana pendidikan.
State Islamic University (UIN) Mataram
Title: BEGURU: Menggali Prinsip-Prinsip Penyiapkan Sarana dan Prasarana Pendidikan dalam Kearifan Lokal Sasak
Description:
Indonesia has a very complex ethnic anatomy, one of which is the Sasak tribe.
Sasak tribe has a wealth of culture that surrounds all dimensions of life including the education sector.
The purpose of this research is to explore the principles of beguru in preparing educational facilities and infrastructure.
This study used a naturalistic approach with ethnograpi types.
Data collection was done using ethnographic interview techniques.
To maintain the validity of the data, triangulation of data sources and time is carried out.
The collected data was further analyzed using an interactive model described by Miles, Huberman, & Saldana which consists of three stages, namely; data condensation, data display, and conclusion.
Based on the analysis technique found 3 (three) principles of beguru in the preparation of educational facilities and infrastructure, namely; principles of comfort and tranquility, principles of availability and readiness, and principles of conformity to the needs or types of fields of science.
These principles are fundamental and universal because they are preconditions for the creation of quality education and learning and can be applied to all pathways, types, and levels of education.
Therefore, these principles can be a role of the conduct in choosing and determining educational facilities and infrastructure.
Bangsa Indonesia memiliki anatomi suku bangsa yang sangat kompleks salah satunya adalah suku Sasak.
Suku Sasak memiliki hazanah budaya yang melingkupi semua dimensi kehidupan salah satunya dalam sektor pendidikan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi prinsip-prinsip beguru dalam menyiapkan sarana dan prasarana pendidikan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan naturalistic dengan jenis penelitian etnograpi.
Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara etnografi.
Untuk menjaga validitas data dilakukan triangulasi sumber data dan waktu.
Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan model interaktif yang dikemukakan oleh Miles, Huberman, & Saldana yang terdiri dari tiga tahap, yaitu; kondensasi data, display data, dan penarikan simpulan.
Berdasarkan teknik analisis tersebut ditemukan 3 (tiga) prinsip beguru dalam penyiapan sarana dan prasarana pendidikan, yaitu; prinsip kenyamanan dan ketenangan, prinsip ketersediaan dan kesiapan, dan prinsip kesesuaian dengan kebutuhan atau jenis bidang ilmu.
Prinsip-prinsip tersebut bersifat fundamental dan universal karena menjadi prakondisi terciptanya pendidikan dan pembelajaran yang berkualitas dan dapat diterapkan pada semua jalur, jenis, dan jenjang pendidikan.
Oleh sebab itu, prinsip-prinsip tersebut dapat menjadi role of the conduct dalam memilih dan menentukan sarana dan prasarana pendidikan.
Related Results
LOKALITAS SASAK DALAM NOVEL GURU DANE DAN GURU ONYEH KARYA SALMAN FARIS
LOKALITAS SASAK DALAM NOVEL GURU DANE DAN GURU ONYEH KARYA SALMAN FARIS
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) wujud lokalitas Sasak dalam novel Guru Dane dan Guru Onyeh karya Salman Faris, dan (2) fungsi lokalitas Sasak dalam membangun cer...
SPEECH LEVEL OF SASAK LANGUAGE AT RARANG TENGAH VILLAGE
SPEECH LEVEL OF SASAK LANGUAGE AT RARANG TENGAH VILLAGE
This research is intended to describe the forms of Sasak language speech levels, with sub-focus, the domains of the Sasak Alus language (Base Alus) use in the Rarang Tengah communi...
Civic Culture dalam Budaya Beguru pada Masyarakat Sasak
Civic Culture dalam Budaya Beguru pada Masyarakat Sasak
The Sasak tribe has various cultures, one of which is the Beguru culture. Beguru culture is an education system based on local wisdom that practices the way of learning for the Sas...
Perwujudan budaya masyarakat Sasak dalam novel-novel karya Salman Faris
Perwujudan budaya masyarakat Sasak dalam novel-novel karya Salman Faris
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perwujudan budaya masyarakat Sasak dalam novel-novel karya Salman Faris.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode ...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Beguru: Menggali Prinsip-Prinsip Penyiapan Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Kearifan Lokal Sasak
Beguru: Menggali Prinsip-Prinsip Penyiapan Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Kearifan Lokal Sasak
<p><strong>Abstract:</strong> The purpose of this research is to explore the principles of beguru in preparing educational facilities and infrastructure. This stu...
REDUPLIKASI BAHASA SASAK DIALEK A-A
REDUPLIKASI BAHASA SASAK DIALEK A-A
AbstrakArtikel ini akan membahas reduplikasi bahasa Sasak di Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur dengan teori reduplikasi terdistribusi dari Framton. Dengan teori ini, penulis berh...
Strategi Menjaga Eksistensi Kearifan Lokal sebagai Identitas Nasional di Era Disrupsi
Strategi Menjaga Eksistensi Kearifan Lokal sebagai Identitas Nasional di Era Disrupsi
Penelitian ini memiliki fokus untuk mengetahui keterkaitan antara kearifan lokal dengan identitas nasional, tantangan kearifan lokal di era disrupsi, dan strategi menjaga eksistens...

