Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Proses Stress Relieving Terhadap Nilai Kekerasan Nilai Kekerasan Pipa Setelah Proses Swaging

View through CrossRef
Stress relieving merupakan suatu proses perlakuan panas yang bertujuan untuk menghilangkan tegangan terhadap ujung material yang telah dilakukan proses deformasi, baik deformasi internal (swaging) atau deformasi eksternal (expanding). Perlakuan ini bertujuan untuk menghilangkan tegangan sisa atau sisa kekerasan yang dihasilkan dari proses end sizing, serta mengembalikan tingkat stress pada pipa akibat proses swaging dengan cara memanaskan material sesuai suhu dan pembentukan material itu sendiri. Sedangkan swaging adalah proses penempaan pada silinder pipa untuk memperkecil ujung pipa, serta membentuk ujung pipa sesuai permintaan dari pemesan, baik proses deformasi internal maupun eksternal.  Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan nilai kekerasan material pipa pada perlakuan non swaging, swaging, dan swaging + stress relieving. Pengujian ini menggunakan material carbon steel grade L80 pipa ukuran 3 ½ inci dengan panjang pipa 6 ft. Tekanan yang diberikan saat swaging yang adalah 2.850 psi selama 30 detik, dengan nilai swage stroke 118,00 mm. Sedangkan perlakuan stress relieving diberikan pemanasan pada rentang suhu 595oC – 625oC dengan soaking time 60 detik. Dari ketiga perlakuan tersebut, kekerasan tertinggi diperoleh dari proses swaging dengan nilai 19,2 HRC sedangkan kekerasan terendah ditunjukkan oleh spesimen non swaging dengan nilai 16,7 HRC.
Title: Pengaruh Proses Stress Relieving Terhadap Nilai Kekerasan Nilai Kekerasan Pipa Setelah Proses Swaging
Description:
Stress relieving merupakan suatu proses perlakuan panas yang bertujuan untuk menghilangkan tegangan terhadap ujung material yang telah dilakukan proses deformasi, baik deformasi internal (swaging) atau deformasi eksternal (expanding).
Perlakuan ini bertujuan untuk menghilangkan tegangan sisa atau sisa kekerasan yang dihasilkan dari proses end sizing, serta mengembalikan tingkat stress pada pipa akibat proses swaging dengan cara memanaskan material sesuai suhu dan pembentukan material itu sendiri.
Sedangkan swaging adalah proses penempaan pada silinder pipa untuk memperkecil ujung pipa, serta membentuk ujung pipa sesuai permintaan dari pemesan, baik proses deformasi internal maupun eksternal.
  Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan nilai kekerasan material pipa pada perlakuan non swaging, swaging, dan swaging + stress relieving.
Pengujian ini menggunakan material carbon steel grade L80 pipa ukuran 3 ½ inci dengan panjang pipa 6 ft.
Tekanan yang diberikan saat swaging yang adalah 2.
850 psi selama 30 detik, dengan nilai swage stroke 118,00 mm.
Sedangkan perlakuan stress relieving diberikan pemanasan pada rentang suhu 595oC – 625oC dengan soaking time 60 detik.
Dari ketiga perlakuan tersebut, kekerasan tertinggi diperoleh dari proses swaging dengan nilai 19,2 HRC sedangkan kekerasan terendah ditunjukkan oleh spesimen non swaging dengan nilai 16,7 HRC.

Related Results

STUDI EKSPERIMENTAL KINERJA PIPA KALOR FLEKSIBEL
STUDI EKSPERIMENTAL KINERJA PIPA KALOR FLEKSIBEL
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kinerja pipa kalor fleksibel. Pipa kalor fleksibel dibuat denganpanjang 450 mm. Bagian evaporator terbuat dari tembaga dengan panjang 150 mm,...
ANALISA KEGAGALAN PIPA SUPERHEATER PADA BOILER TIPE PIPA AIR
ANALISA KEGAGALAN PIPA SUPERHEATER PADA BOILER TIPE PIPA AIR
Pipa superheater sering mengalami permasalahan yaitu terjadi pecah pada permukaan didinding pipa. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kerusakan pipa superheater diakib...
Wu Man, the Pipa and Chinese Tradition in a Contemporary Global Context?
Wu Man, the Pipa and Chinese Tradition in a Contemporary Global Context?
In contrast to the idea that the modernization of playing styles has unleashed the expressive potential of the pipa, this article suggests, through the individual case study of Wu ...
Penentuan Kondisi Optimum Panjang Pipa Resonator dan Daya Input Listrik Terhadap Kinerja Prime Mover Termoakustik Gelombang Berdiri
Penentuan Kondisi Optimum Panjang Pipa Resonator dan Daya Input Listrik Terhadap Kinerja Prime Mover Termoakustik Gelombang Berdiri
Telah dilakukan penelitian tentang penentuan kondisi optimum panjang pipa resonator dan daya input terhadap kinerja mesin prime mover termoakustik gelombang bediri. Prinsip prime m...
Design and manufacture of Laboratory Scale Automatic Pipe Welding Tool
Design and manufacture of Laboratory Scale Automatic Pipe Welding Tool
Proses pengelasan pipa pada industri besar sudah menggunakan alat las pipa otomatis, sedangkan di industri kecil masih banyak yang menggunakan alat las pipa secara manual. Oleh kar...
PENGARUH FRAKSI HAMPA PADA PIPA SEMPIT DENGAN PERMUKAAN DALAM BERBENTUK SPIRAL TERHADAP PERPINDAHAN KALOR DUA FASA POLA ALIRAN GELEMBUNG
PENGARUH FRAKSI HAMPA PADA PIPA SEMPIT DENGAN PERMUKAAN DALAM BERBENTUK SPIRAL TERHADAP PERPINDAHAN KALOR DUA FASA POLA ALIRAN GELEMBUNG
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk Indonesia meningkat sangat pesat daritahun 2000 hingga 2010 sebesar 31.376.731 jiwa. Peningkatan jumlah penduduk berbanding ...
POTENSI TEKANAN WATER HAMMER PADA PIPA PVC 1,5 IN SEBAGAI DRIVE PIPE UNTUK POMPA HIDRAM
POTENSI TEKANAN WATER HAMMER PADA PIPA PVC 1,5 IN SEBAGAI DRIVE PIPE UNTUK POMPA HIDRAM
Pada penelitian ini dibuat simulasi sistem pompa hidram yang mencakup instalasi pengujian water hammer dengan tambahan drive pipe berbahan PVC dan Galva...

Back to Top