Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISIS NILAI TAMBAH UBI KAYU SEBAGAI BAHAN BAKU KERIPIK SINGKONG DI DESA NAGORI DOLOK KECAMATAN SILOUKAHEAN

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar nilai tambah ubi sebagai bahan baku keripik singkong oleh pengusaha sekaligus petani dan pengusaha bukan petani. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif. Penentuan tempat penelitian dilakukan oleh peneliti sendiri dengan alasan tempat penelitian adalah tempat tinggal peneliti yaitu desa Nagori Dolok Kecamatan Silou kahean Kabupaten Simalungun. Nilai tambah pengolah ubi kayu menjadi keripik singkong untuk kelompok pengusaha sekaligus petani mulai dari pencabutan sampai dengan pengemasan memperoleh nilai tambah Rp/hari sampai dengan Rp/Bulan selama 30 hari.  Untuk kegiatan pencabutan memiliki nilai tambah sebesar Rp 29.362/hari sehingga diperoleh nilai tambah dalam satu bulan (30 hari) sebesar Rp 29.362 dikali 30 hari menjadi Rp 880.860. Keuntungan yang diperoleh dalam satu kali produksi sebesar Rp 104.305,58/hari. Jika dihitung dalam satu bulan (30 hari) yaitu Rp 104.305,58 x 30 hari = Rp 3.129.267,4 Nilai tambah pengolaha ubi kayu menjadi keripik singkong untuk kelompok pengusaha bukan petani pembelian sampai pengemasan. Untuk kegiatan pembelian memiliki nilai tambah sebesar Rp 26.792/hari sehingga diperoleh nilai tambah dalam satu bulan (30 hari) sebesar Rp 26.792 dikali 30 hari menjadi Rp 803.760. Untuk bahan baku ubi kayu daam satu kilo gram ubi memperoleh harga Rp 3.000 sehingga untuk 20 Kg bahan baku harga bahan baku menjadi Rp 60.000. dengan nilai total biaya sebesar Rp 255.694,42 untuk bahan baku 20Kg. Sehingga dapat diperoleh untuk  1kg bahan baku total biaya yang diperlukan menjadi Rp 12.784,72 hal ini dapat dihitung dari jumlah total biaya Rp 255.694,42 : 20Kg = Rp 12.784,72 Keuntungan yang diperoleh dalam satu kali produksi sebesar Rp 44.305,58/hari. Maka dalam 30 hari produksi keuntungan yang diperoleh adalah Rp 44.305,58 x 30 hari = Rp 1.329.167,4 This study aims to determine how much added value of sweet potato as raw material for cassava chips by entrepreneurs as well as farmers and non-farmers entrepreneurs. This research was conducted using descriptive method. The determination of the place of research was carried out by the researcher himself on the grounds that the place of research was the residence of the researcher, namely the village of Nagori Dolok, Silou Kahean District, Simalungun Regency. The added value of processing cassava into cassava chips for groups of entrepreneurs as well as farmers, starting from extraction to packaging, gets an added value of Rp./day up to Rp./month for 30 days. The revocation activity has an added value of Rp 29,362/day so that the added value in one month (30 days) is Rp 29,362 multiplied by 30 days to Rp 880,860. The profit obtained in one production is Rp. 104,305.58/day. If it is calculated in one month (30 days) that is IDR 104,305.58 x 30 days = IDR 3,129,267.4 The added value of processing cassava into cassava chips for groups of non-farmer entrepreneurs from purchasing to packaging. Purchasing activities have an added value of Rp. 26,792/day so that the added value in one month (30 days) is Rp. 26,792 multiplied by 30 days to Rp. 803,760.            For raw materials for cassava in one kilo gram of sweet potatoes, the price is Rp. 3,000, so for 20 Kg of raw materials, the price of raw materials is Rp. 60,000. with a total cost of Rp. 255,694.42 for 20Kg of raw materials. So that it can be obtained for 1 kg of raw materials the total cost required is Rp. 12,784.72, this can be calculated from the total cost of Rp. 255,694.42: 20Kg = Rp. 12,784.72 The profit obtained in one production is Rp. 44,305.58/day. So in 30 days of production the profit obtained is Rp. 44,305.58 x 30 days = Rp. 1,329,167.4
Title: ANALISIS NILAI TAMBAH UBI KAYU SEBAGAI BAHAN BAKU KERIPIK SINGKONG DI DESA NAGORI DOLOK KECAMATAN SILOUKAHEAN
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar nilai tambah ubi sebagai bahan baku keripik singkong oleh pengusaha sekaligus petani dan pengusaha bukan petani.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif.
Penentuan tempat penelitian dilakukan oleh peneliti sendiri dengan alasan tempat penelitian adalah tempat tinggal peneliti yaitu desa Nagori Dolok Kecamatan Silou kahean Kabupaten Simalungun.
Nilai tambah pengolah ubi kayu menjadi keripik singkong untuk kelompok pengusaha sekaligus petani mulai dari pencabutan sampai dengan pengemasan memperoleh nilai tambah Rp/hari sampai dengan Rp/Bulan selama 30 hari.
  Untuk kegiatan pencabutan memiliki nilai tambah sebesar Rp 29.
362/hari sehingga diperoleh nilai tambah dalam satu bulan (30 hari) sebesar Rp 29.
362 dikali 30 hari menjadi Rp 880.
860.
Keuntungan yang diperoleh dalam satu kali produksi sebesar Rp 104.
305,58/hari.
Jika dihitung dalam satu bulan (30 hari) yaitu Rp 104.
305,58 x 30 hari = Rp 3.
129.
267,4 Nilai tambah pengolaha ubi kayu menjadi keripik singkong untuk kelompok pengusaha bukan petani pembelian sampai pengemasan.
Untuk kegiatan pembelian memiliki nilai tambah sebesar Rp 26.
792/hari sehingga diperoleh nilai tambah dalam satu bulan (30 hari) sebesar Rp 26.
792 dikali 30 hari menjadi Rp 803.
760.
Untuk bahan baku ubi kayu daam satu kilo gram ubi memperoleh harga Rp 3.
000 sehingga untuk 20 Kg bahan baku harga bahan baku menjadi Rp 60.
000.
dengan nilai total biaya sebesar Rp 255.
694,42 untuk bahan baku 20Kg.
Sehingga dapat diperoleh untuk  1kg bahan baku total biaya yang diperlukan menjadi Rp 12.
784,72 hal ini dapat dihitung dari jumlah total biaya Rp 255.
694,42 : 20Kg = Rp 12.
784,72 Keuntungan yang diperoleh dalam satu kali produksi sebesar Rp 44.
305,58/hari.
Maka dalam 30 hari produksi keuntungan yang diperoleh adalah Rp 44.
305,58 x 30 hari = Rp 1.
329.
167,4 This study aims to determine how much added value of sweet potato as raw material for cassava chips by entrepreneurs as well as farmers and non-farmers entrepreneurs.
This research was conducted using descriptive method.
The determination of the place of research was carried out by the researcher himself on the grounds that the place of research was the residence of the researcher, namely the village of Nagori Dolok, Silou Kahean District, Simalungun Regency.
The added value of processing cassava into cassava chips for groups of entrepreneurs as well as farmers, starting from extraction to packaging, gets an added value of Rp.
/day up to Rp.
/month for 30 days.
The revocation activity has an added value of Rp 29,362/day so that the added value in one month (30 days) is Rp 29,362 multiplied by 30 days to Rp 880,860.
The profit obtained in one production is Rp.
104,305.
58/day.
If it is calculated in one month (30 days) that is IDR 104,305.
58 x 30 days = IDR 3,129,267.
4 The added value of processing cassava into cassava chips for groups of non-farmer entrepreneurs from purchasing to packaging.
Purchasing activities have an added value of Rp.
26,792/day so that the added value in one month (30 days) is Rp.
26,792 multiplied by 30 days to Rp.
803,760.
            For raw materials for cassava in one kilo gram of sweet potatoes, the price is Rp.
3,000, so for 20 Kg of raw materials, the price of raw materials is Rp.
60,000.
with a total cost of Rp.
255,694.
42 for 20Kg of raw materials.
So that it can be obtained for 1 kg of raw materials the total cost required is Rp.
12,784.
72, this can be calculated from the total cost of Rp.
255,694.
42: 20Kg = Rp.
12,784.
72 The profit obtained in one production is Rp.
44,305.
58/day.
So in 30 days of production the profit obtained is Rp.
44,305.
58 x 30 days = Rp.
1,329,167.
4.

Related Results

Analisis Nilai Tambah Ubi Kayu sebagai Bahan Baku Keripik di UD. Sinar Gemilang Desa Bobol Kecamatan Sekar Kabupaten Bojonegoro
Analisis Nilai Tambah Ubi Kayu sebagai Bahan Baku Keripik di UD. Sinar Gemilang Desa Bobol Kecamatan Sekar Kabupaten Bojonegoro
Ubi kayu merupakan salah satu produk pertanian yang berpotensi cukup besar untuk dikembangkan. Ubi kayu mempunyai manfaat yang bermacam-macam dan secara ekonomi mampu mengentas kem...
Analisis Pendapatan Dan Kelayakan Usahatani Ubi Kayu Di Kabupaten Wonogiri
Analisis Pendapatan Dan Kelayakan Usahatani Ubi Kayu Di Kabupaten Wonogiri
Ubi kayu merupakan salah satu komoditas pertanian yang memiliki banyak kegunaan baik dalam pemenuhan konsumsi serta produksi bagi industri berbahan baku ubi kayu. Kabupaten Wonogir...
EDUKASI PENGOLAHAN KERIPIK SINGKONG DENGAN BERBAGAI VARIAN RASA DI PONDOK PESANTREN DARUL MUKHLISIN KOTA KENDARI
EDUKASI PENGOLAHAN KERIPIK SINGKONG DENGAN BERBAGAI VARIAN RASA DI PONDOK PESANTREN DARUL MUKHLISIN KOTA KENDARI
Keripik singkong adalah salah satu panganan merakyat di Indonesia yang dapat di olah menjadi berbagai varian produk turunan. Menjalankan kegiatan usaha keripik singkong memberikan ...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
ANALISIS EKONOMI PEMANFAATAN KULIT UBI KAYU FERMENTASI TAKAKURA PADA TERNAK KELINCI NEW ZEALAND WHITE JANTAN
ANALISIS EKONOMI PEMANFAATAN KULIT UBI KAYU FERMENTASI TAKAKURA PADA TERNAK KELINCI NEW ZEALAND WHITE JANTAN
Kulit ubi kayu sangat berpotensi dimanfaatkan menjadi pakan dalam rangka pengembangan ternak potensialterutama kelinci. Setiap kilogram ubi kayu dapat menghasilkan 15–20 % kulit um...
Pengembangan Usaha Singkong Sebagai Jajanan Sehat di Kampar Riau
Pengembangan Usaha Singkong Sebagai Jajanan Sehat di Kampar Riau
Ubi kayu (Singkong) merupakan salah satu tanaman jenis umbi-umbian yang dapat dengan mudah dijumpai di lahan masyarakat, terutama dipedesaan. Cara menanam ubi kayu ini tergolong le...
Analisis Kecepatan Putaran dan Jumlah Mata Pisau Stainless Steel terhadap Hasil Produksi pada Mesin Cutting Ubi Jalar
Analisis Kecepatan Putaran dan Jumlah Mata Pisau Stainless Steel terhadap Hasil Produksi pada Mesin Cutting Ubi Jalar
Ubi jalar sebagai salah satu bahan pangan yang mengandung karbohidrat tinggi, salah satu olahan ubi jalar yang sering dijumpai yakni keripik berbahan dasar ubi jalar putih. Permasa...
APLIKASI PROGRAM LINIER DALAM PEMBELIAN BAHAN BAKU
APLIKASI PROGRAM LINIER DALAM PEMBELIAN BAHAN BAKU
Pengambilan keputusan pembelian bahan baku merupakan salah satu aspek yang penting guna kelancaran produksi. Kesalahan dalam merencanakan kebutuhan bahan baku berakibat pada p...

Back to Top