Javascript must be enabled to continue!
Tradisi “Hippun” Sebagai Model Permersatu Masyarakat Multikultural (Studi Pada Penduduk Ragam Etnis dan Budaya Di Wilayah Kabupaten Lampung Selatan)
View through CrossRef
Pluralitas budaya dalam masyarakat Lampung tidak bisa dihindarkan apalagi ditolak. Bagi sebagian masyarakat, pluralitas adat budaya dianggap mengancam eksistensi etnologis atas kelompoknya. Pihak lain lagi masih ada yang menolak Pluralisme budaya karena dianggap sebagai pemicu terjadinya konflik sosial dan tindakan anarkis dalam kehidupan masyarakat. Meskipin pihak-pihak menyadari bahwa masyarakat Lampung merupakan masyarakat yang plural, akan tetapi tidak semua dapat mewujudkan hubungan sosial yang terbuka saling menghargai, masih ada pihak yang sulit menerima keberadaan kelompok lain. Berhadapan dengan kenyataan itu, masyarakat adat Lampung memiliki piranti wawasan nusantara dan perangkat filosofi Sang Bumi Ruwa Jurai dan prinsip hidup “hippun” yang mentradisi dalam perilaku hidup sehari-hari, khususnya dalam setiap akan membuat perencanaan dan atau melakukan pekerjaan bersama untuk pepentingan bersama.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tradisi ”hippun” sebagai model pemersatu masyarakat multikultural; upaya melestarikan tradisi ”hippun” sebagai model pemersatu masyarakat multikultural; dan untuk menganalisis pengembangan model pemersatu masyarakat multikultural di Lampung Selatan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan ini dimaksudkan sebagai proses pemahaman analitis berdasarkan paradigma empirik untuk menyelidiki berbagai peristiwa dan upaya pemeliharaan stabilitas masyarakat multikulturalm dengan model implementasi nilai-nilai kearifan lokal piil pesenggiiri, khususnya di Lampng Selatan.
Hasil penelitan menunjukkan bahwa tradisi “hippun” dapat dijadikan sebagai model/alat pemersatu masyarakat multikultural di Provisinsi Lampung khusunya dan Indonesia pada umumnya. Dalam tradisi “hippun mengandung 5 unsur prinsip hidu yaitu: 1) Uttung-sebagi; 2) Utang-sebayakh; 3) Semaya-setunggu; 4) Hippun-nufakat; dan 5) Ukhik-sepati. Dengan adanya unsur tersebut, hippun dapat mendorong terciptanya kerukunan, perdamaian dan penguatan ikatan persatuan warga masyarakat. Adapun ciri adanya persatuan masyarakat, antara lain adalah adanya kebersamaan, kesetiakawanan, kesenasiban, kerelaan berkorban dan adanya kesadaran dalam hidup bermasyarakat, sehingga timbul keinginan untuk selalu membantu sesama.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Lampung
Title: Tradisi “Hippun” Sebagai Model Permersatu Masyarakat Multikultural (Studi Pada Penduduk Ragam Etnis dan Budaya Di Wilayah Kabupaten Lampung Selatan)
Description:
Pluralitas budaya dalam masyarakat Lampung tidak bisa dihindarkan apalagi ditolak.
Bagi sebagian masyarakat, pluralitas adat budaya dianggap mengancam eksistensi etnologis atas kelompoknya.
Pihak lain lagi masih ada yang menolak Pluralisme budaya karena dianggap sebagai pemicu terjadinya konflik sosial dan tindakan anarkis dalam kehidupan masyarakat.
Meskipin pihak-pihak menyadari bahwa masyarakat Lampung merupakan masyarakat yang plural, akan tetapi tidak semua dapat mewujudkan hubungan sosial yang terbuka saling menghargai, masih ada pihak yang sulit menerima keberadaan kelompok lain.
Berhadapan dengan kenyataan itu, masyarakat adat Lampung memiliki piranti wawasan nusantara dan perangkat filosofi Sang Bumi Ruwa Jurai dan prinsip hidup “hippun” yang mentradisi dalam perilaku hidup sehari-hari, khususnya dalam setiap akan membuat perencanaan dan atau melakukan pekerjaan bersama untuk pepentingan bersama.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tradisi ”hippun” sebagai model pemersatu masyarakat multikultural; upaya melestarikan tradisi ”hippun” sebagai model pemersatu masyarakat multikultural; dan untuk menganalisis pengembangan model pemersatu masyarakat multikultural di Lampung Selatan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.
Pendekatan ini dimaksudkan sebagai proses pemahaman analitis berdasarkan paradigma empirik untuk menyelidiki berbagai peristiwa dan upaya pemeliharaan stabilitas masyarakat multikulturalm dengan model implementasi nilai-nilai kearifan lokal piil pesenggiiri, khususnya di Lampng Selatan.
Hasil penelitan menunjukkan bahwa tradisi “hippun” dapat dijadikan sebagai model/alat pemersatu masyarakat multikultural di Provisinsi Lampung khusunya dan Indonesia pada umumnya.
Dalam tradisi “hippun mengandung 5 unsur prinsip hidu yaitu: 1) Uttung-sebagi; 2) Utang-sebayakh; 3) Semaya-setunggu; 4) Hippun-nufakat; dan 5) Ukhik-sepati.
Dengan adanya unsur tersebut, hippun dapat mendorong terciptanya kerukunan, perdamaian dan penguatan ikatan persatuan warga masyarakat.
Adapun ciri adanya persatuan masyarakat, antara lain adalah adanya kebersamaan, kesetiakawanan, kesenasiban, kerelaan berkorban dan adanya kesadaran dalam hidup bermasyarakat, sehingga timbul keinginan untuk selalu membantu sesama.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
ANALISIS KOREOGRAFI TARI PEUMULIA JAMEE CIPTAAN YUSLIZAR SEBAGAI TARI PENYAMBUTAN DI SANGGAR CUT NYAK DHIEN PROVINSI ACEH
ANALISIS KOREOGRAFI TARI PEUMULIA JAMEE CIPTAAN YUSLIZAR SEBAGAI TARI PENYAMBUTAN DI SANGGAR CUT NYAK DHIEN PROVINSI ACEH
Tujuan penelitian ini mengkaji tentang analisis koreografi Tari Peumulia Jamee diciptaan Yulizar, seorang koreografer yang berasal dari Sanggar Cut Nyak Dhien Banda Aceh. Tari ini ...
VISUALISASI KEMASAN KERIPIK PISANG ANEKA SEBAGAI KULINER KHAS LAMPUNG
VISUALISASI KEMASAN KERIPIK PISANG ANEKA SEBAGAI KULINER KHAS LAMPUNG
<p>Lampung merupakan provinsi yang terletak di ujung timur pulau Sumatera. Lampung juga dilalui oleh jalur lintas Sumatera yang memiliki efek langsung terhadap perekonomian m...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
ORNAMEN KAPAL LAMPUNG TYPEFACE
ORNAMEN KAPAL LAMPUNG TYPEFACE
Sumatra's cultural heritage is very diverse and unique, one of the oldest cultures is the Lampung culture. The traditional Lampung tribe is not only famous for its decorative ornam...
Dinamika Asimilasi Etnis Nias di Minangkabau: Identitas Budaya, Interaksi Sosial, dan Tantangan dalam Konteks Multikulturalisme
Dinamika Asimilasi Etnis Nias di Minangkabau: Identitas Budaya, Interaksi Sosial, dan Tantangan dalam Konteks Multikulturalisme
Penelitian yang dilaksanakan di Kampung Nias Tabing, Kota Padang Provinsi Sumatera Barat ini bertujuan untuk mendalami dinamika keberadaan etnis Nias di wilayah Minangkabau, yang m...
Keluarga Pendalungan, Keluarga Berbasis Budaya Madura Atau Jawa ?
Keluarga Pendalungan, Keluarga Berbasis Budaya Madura Atau Jawa ?
Masyarakat Pendalungan adalah komunitas yang cukup unik karena merupakan akulturasi dari etnis Jawa dan Madura. Sebagai komunitas yang unik maka masyarakat Pendalungan cukup menari...

