Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

DECLINE AND INNOVATION OF UMRAH AGENCIES DURING PANDEMIC: A BECK’S RISK SOCIETY PERSPECTIVE

View through CrossRef
Abstract This study examined the impact of the COVID-19 pandemic on Umrah Travel Organizers (PPIUs) in Bekasi City, West Java Province, Indonesia, focusing on their resilience and adaptation strategies in response to journey restrictions imposed by the Saudi Arabian government. Using Ulrich Beck’s risk society theory, the research analyzes the effects of Umrah journey restrictions and explores how PPIUs in Bekasi City adjusted their operations. Qualitative methods, including observation, document analysis, and in-depth interviews conducted between September and October 2021, were employed to explore this phenomenon deeply. This approach facilitated a comprehensive understanding of how the pandemic led to operational declines among PPIUs and prompted innovations within the sector. The closure of Saudi Arabia’s borders to Umrah pilgrims from Indonesia significantly impacted PPIUs, resulting in financial strain and operational crises. While some PPIUs managed to adapt through effective risk management and diversification of business activities, others faced closure due to financial losses. The study highlights the diminishing influence of state actors in controlling Umrah travel, underscoring the increasing role of non-state actors and digital platforms in the industry. This research contributes to the literature on the vulnerability of religious tourism during global crises and emphasizes the importance of adaptive strategies within the PPIU sector. Future research should focus on developing sustainable practices and innovations to enhance resilience against similar challenges, providing a foundation for practical applications in the field of religious tourism and risk management. Abstrak Penelitian ini mengkaji dampak pandemi COVID-19 terhadap Penyelenggara Perjalanan Umrah (PPIU) di Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat, Indonesia, dengan fokus pada strategi ketahanan dan adaptasi mereka dalam menanggapi pembatasan perjalanan yang diberlakukan oleh pemerintah Arab Saudi. Dengan menggunakan teori risk society dari Ulrich Beck, penelitian ini menganalisis efek pembatasan perjalanan Umrah dan mengeksplorasi bagaimana PPIU di Kota Bekasi menyesuaikan operasinya. Metode kualitatif, termasuk observasi, analisis dokumen, dan wawancara mendalam yang dilakukan antara September dan Oktober 2021, digunakan untuk mendalami fenomena ini. Pendekatan ini memfasilitasi pemahaman komprehensif tentang bagaimana pandemi menyebabkan penurunan operasional di kalangan PPIU dan mendorong inovasi dalam sektor tersebut. Penutupan perbatasan Arab Saudi bagi jamaah Umrah dari Indonesia berdampak signifikan pada PPIU, menyebabkan tekanan keuangan dan krisis operasional. Sementara beberapa PPIU berhasil beradaptasi melalui manajemen risiko yang efektif dan diversifikasi aktivitas bisnis, yang lain menghadapi penutupan karena kerugian keuangan. Studi ini menyoroti berkurangnya pengaruh aktor negara dalam mengendalikan perjalanan Umrah, dengan menekankan peran meningkatnya aktor non-negara dan platform digital dalam industri ini. Penelitian ini berkontribusi pada literatur tentang kerentanan pariwisata religius selama krisis global dan menekankan pentingnya strategi adaptif dalam sektor PPIU. Penelitian masa depan sebaiknya berfokus pada pengembangan praktik berkelanjutan dan inovasi untuk meningkatkan ketahanan terhadap tantangan serupa, memberikan landasan untuk aplikasi praktis dalam bidang pariwisata religius dan manajemen risiko.
Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Kementrian Agama RI
Title: DECLINE AND INNOVATION OF UMRAH AGENCIES DURING PANDEMIC: A BECK’S RISK SOCIETY PERSPECTIVE
Description:
Abstract This study examined the impact of the COVID-19 pandemic on Umrah Travel Organizers (PPIUs) in Bekasi City, West Java Province, Indonesia, focusing on their resilience and adaptation strategies in response to journey restrictions imposed by the Saudi Arabian government.
Using Ulrich Beck’s risk society theory, the research analyzes the effects of Umrah journey restrictions and explores how PPIUs in Bekasi City adjusted their operations.
Qualitative methods, including observation, document analysis, and in-depth interviews conducted between September and October 2021, were employed to explore this phenomenon deeply.
This approach facilitated a comprehensive understanding of how the pandemic led to operational declines among PPIUs and prompted innovations within the sector.
The closure of Saudi Arabia’s borders to Umrah pilgrims from Indonesia significantly impacted PPIUs, resulting in financial strain and operational crises.
While some PPIUs managed to adapt through effective risk management and diversification of business activities, others faced closure due to financial losses.
The study highlights the diminishing influence of state actors in controlling Umrah travel, underscoring the increasing role of non-state actors and digital platforms in the industry.
This research contributes to the literature on the vulnerability of religious tourism during global crises and emphasizes the importance of adaptive strategies within the PPIU sector.
Future research should focus on developing sustainable practices and innovations to enhance resilience against similar challenges, providing a foundation for practical applications in the field of religious tourism and risk management.
Abstrak Penelitian ini mengkaji dampak pandemi COVID-19 terhadap Penyelenggara Perjalanan Umrah (PPIU) di Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat, Indonesia, dengan fokus pada strategi ketahanan dan adaptasi mereka dalam menanggapi pembatasan perjalanan yang diberlakukan oleh pemerintah Arab Saudi.
Dengan menggunakan teori risk society dari Ulrich Beck, penelitian ini menganalisis efek pembatasan perjalanan Umrah dan mengeksplorasi bagaimana PPIU di Kota Bekasi menyesuaikan operasinya.
Metode kualitatif, termasuk observasi, analisis dokumen, dan wawancara mendalam yang dilakukan antara September dan Oktober 2021, digunakan untuk mendalami fenomena ini.
Pendekatan ini memfasilitasi pemahaman komprehensif tentang bagaimana pandemi menyebabkan penurunan operasional di kalangan PPIU dan mendorong inovasi dalam sektor tersebut.
Penutupan perbatasan Arab Saudi bagi jamaah Umrah dari Indonesia berdampak signifikan pada PPIU, menyebabkan tekanan keuangan dan krisis operasional.
Sementara beberapa PPIU berhasil beradaptasi melalui manajemen risiko yang efektif dan diversifikasi aktivitas bisnis, yang lain menghadapi penutupan karena kerugian keuangan.
Studi ini menyoroti berkurangnya pengaruh aktor negara dalam mengendalikan perjalanan Umrah, dengan menekankan peran meningkatnya aktor non-negara dan platform digital dalam industri ini.
Penelitian ini berkontribusi pada literatur tentang kerentanan pariwisata religius selama krisis global dan menekankan pentingnya strategi adaptif dalam sektor PPIU.
Penelitian masa depan sebaiknya berfokus pada pengembangan praktik berkelanjutan dan inovasi untuk meningkatkan ketahanan terhadap tantangan serupa, memberikan landasan untuk aplikasi praktis dalam bidang pariwisata religius dan manajemen risiko.

Related Results

Not Only About Price but Also Lifestyle: Recent Phenomena of Backpacker Umrah In Indonesia
Not Only About Price but Also Lifestyle: Recent Phenomena of Backpacker Umrah In Indonesia
Abstract: The increasing interest of the Indonesian Muslim community to perform umrah has been previously studied by many researchers. However, the phenomenon of backpacker umrah, ...
Muslim Travellers’ Perception on Quality of Service by Umrah and Hajj Travel Agencies in Malaysia
Muslim Travellers’ Perception on Quality of Service by Umrah and Hajj Travel Agencies in Malaysia
Millions of Muslims from all over the world perform Umrah and Hajj every year. There were 250,000 pilgrims from Malaysia in 2017, and the number is expected to grow by 20 percent i...
Manajemen Bimbingan Manasik Haji dan Umrah pada Kelompok Bimbingan Manasik Haji dan Umrah (KBIHU) Daarul Istiqoomah Bogor
Manajemen Bimbingan Manasik Haji dan Umrah pada Kelompok Bimbingan Manasik Haji dan Umrah (KBIHU) Daarul Istiqoomah Bogor
KBIHU Daarul Istiqoomah Bogor is a non-governmental organization dedicated to guiding and assisting pilgrims on their Hajj and Umrah journeys. Of course, guidance to prospective pi...
Analisis Tingkat Kepentingan Dan Kepuasan Provider Visa Umrah Terhadap Pelayanan Himpunan Penyelenggara Umrah Dan Haji (Himpuh)
Analisis Tingkat Kepentingan Dan Kepuasan Provider Visa Umrah Terhadap Pelayanan Himpunan Penyelenggara Umrah Dan Haji (Himpuh)
Kepuasan merupakan tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja atau hasil yang dirasakan sesuai dengan harapannya. Demi mencapai kepuasan anggota, HIMPUH sebagai Asosi...
THE DEVELOPMENT OF GUIDELINES ON QUALIFICATION OF UMRAH MUTAWWIF IN MALAYSIA
THE DEVELOPMENT OF GUIDELINES ON QUALIFICATION OF UMRAH MUTAWWIF IN MALAYSIA
Career as umrah mutawif has gained an admirable place in society, recently. Nevertheless, from the legal and administrative perspective, there is no specific entity that regulates,...
Force Majeure Clause in Umrah Contract: Safeguarding Malaysian Umrah Travellers Post-COVID-19 Pandemic
Force Majeure Clause in Umrah Contract: Safeguarding Malaysian Umrah Travellers Post-COVID-19 Pandemic
Thousands of Umrah trips were cancelled by the domestic tour operators after the Saudi government restricted travel to the Holy City of Mecca and Medina due to the rapid spread of ...
Analisis Penerapan Buku 'Umrah Mabruroh' dalam Praktik Spiritual Journey Umrah sebagai Sarana Hijrah dan Transformasi Diri
Analisis Penerapan Buku 'Umrah Mabruroh' dalam Praktik Spiritual Journey Umrah sebagai Sarana Hijrah dan Transformasi Diri
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan buku Umrah Mabruroh dalam praktik spiritual journey ibadah umrah, serta bagaimana buku ini dapat berfungsi sebagai sarana hijr...

Back to Top