Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGARUH ZAT PEWARNA SINTETIS TERHADAP PEWARNAAN KAIN BATIK

View through CrossRef
Industri mode merupakan salah satu industri penyumbang polusi terbesar di dunia. Salah satu bentuk polusi yang dihasilkan industri mode adalah limbah industri tekstil. Industri tekstil menghasilkan limbah cair yang berbahaya dan dapat berdampak buruk bagi lingkungan jika tidak diolah dengan benar. Limbah cair yang dihasilkan dapat berupa zat warna sintetik, padatan tersuspensi, logam berat, dan komponen kimia lainnya. Kain batik dibedakan dalam jenis pewarnaannya yakni pewarna alami dan pewarna sintetis. Zat warna sintetis mengandung logam berat dan beberapa komponen kimia kompleks. Terdapat beberapa jenis zat warna sintetis untuk pewarnaan batik, yaitu remazol, indigosol, dan napthol. Alasan pemilihan zat pewarna sintetis untuk pewarna kain batik adalah pengerjaannya yang cepat dan praktis. Selain itu, pewarnaan batik menggunakan pewarna sintetis juga lebih ekonomis dan tidak mudah luntur. Hal tersebut berbanding lurus dengan tingginya permintaan batik di Indonesia. Penelitian ini akan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan cara mengumpulkan data berupa kalimat, gambar, dan sebagainya melalui tahapan studi literatur. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan penelitian maupun teori yang sudah ada.
Title: PENGARUH ZAT PEWARNA SINTETIS TERHADAP PEWARNAAN KAIN BATIK
Description:
Industri mode merupakan salah satu industri penyumbang polusi terbesar di dunia.
Salah satu bentuk polusi yang dihasilkan industri mode adalah limbah industri tekstil.
Industri tekstil menghasilkan limbah cair yang berbahaya dan dapat berdampak buruk bagi lingkungan jika tidak diolah dengan benar.
Limbah cair yang dihasilkan dapat berupa zat warna sintetik, padatan tersuspensi, logam berat, dan komponen kimia lainnya.
Kain batik dibedakan dalam jenis pewarnaannya yakni pewarna alami dan pewarna sintetis.
Zat warna sintetis mengandung logam berat dan beberapa komponen kimia kompleks.
Terdapat beberapa jenis zat warna sintetis untuk pewarnaan batik, yaitu remazol, indigosol, dan napthol.
Alasan pemilihan zat pewarna sintetis untuk pewarna kain batik adalah pengerjaannya yang cepat dan praktis.
Selain itu, pewarnaan batik menggunakan pewarna sintetis juga lebih ekonomis dan tidak mudah luntur.
Hal tersebut berbanding lurus dengan tingginya permintaan batik di Indonesia.
Penelitian ini akan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan cara mengumpulkan data berupa kalimat, gambar, dan sebagainya melalui tahapan studi literatur.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan penelitian maupun teori yang sudah ada.

Related Results

PENGGUNAAN PEWARNA ALAMI PADA BATIK JUMPUTAN UNTUK MENGURANGI PENCEMARAN LINGKUNGAN
PENGGUNAAN PEWARNA ALAMI PADA BATIK JUMPUTAN UNTUK MENGURANGI PENCEMARAN LINGKUNGAN
Indonesia memiliki berbagai macam kekayaan, mulai dari flora, fauna, ilmu pengetahuan dari nenek moyang, seni batik, dan masih banyak lagi.Terdapat berbagai macam pewarna tekstil. ...
PERANCANGAN FILM DOKUMENTER BATIK DRUJU SEBAGAI MEDIA PENGENALAN BATIK KHAS MALANG
PERANCANGAN FILM DOKUMENTER BATIK DRUJU SEBAGAI MEDIA PENGENALAN BATIK KHAS MALANG
PERANCANGAN FILM DOKUMENTER BATIK DRUJUSEBAGAI MEDIA PENGENALAN BATIK KHAS MALANG Hindam Basith Rafiqi1721073411Penciptaan Fotografi Pascasarjana ISI YogyakartaEmail : hindambasith...
Analisis Ekonomi terhadap Biaya Produksi, Harga Pokok, dan Penawaran ‘Ibu Paini’ di Kawasan Batik Kabupaten Bojonegoro
Analisis Ekonomi terhadap Biaya Produksi, Harga Pokok, dan Penawaran ‘Ibu Paini’ di Kawasan Batik Kabupaten Bojonegoro
Abstract. The purpose of this research is to analyze production costs, basic prices, and batik offers. The object of her study is Mrs. Paini's batik which is in the Bojonegoro bati...
KAJIAN MOTIF BATIK PRING SEDAPUR KARYA NUNUNG WIJAYANTI DI GROBOGAN MENGGUNAKAN KONSEP PENCIPTAAN KRIYA
KAJIAN MOTIF BATIK PRING SEDAPUR KARYA NUNUNG WIJAYANTI DI GROBOGAN MENGGUNAKAN KONSEP PENCIPTAAN KRIYA
ABSTRAK Batik merupakan salah satu perwujudan dari kebudayaan Indonesia yang dituangkan dalam selembar kain. Batik Grobogan merupakan salah satu ikon yang menggambarkan karakterist...
Perkembangan dan Pelestarian Kain Sasirangan Pewarna Alam di Kota Banjarmasin
Perkembangan dan Pelestarian Kain Sasirangan Pewarna Alam di Kota Banjarmasin
Naturally dyed Sasirangan is one of the cultural heritage of the Banjar Empire. Originally, the Sasirangan was made using natural dyes. Nowadays, the Sasirangan made by synthetic d...
Proses Pembuatan Batik Gambo Di Desa Toman
Proses Pembuatan Batik Gambo Di Desa Toman
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan proses pembuatan Batik Gambo di Desa Toman Kecamatan Babat Toman Kabupaten Musi Banyuasin. Dalam penelitian ini menggu...
Perbedaan Hasil Pewarna Alami dan Sintetis pada Benang dalam Pembuatan Sarung Sutra Mandar
Perbedaan Hasil Pewarna Alami dan Sintetis pada Benang dalam Pembuatan Sarung Sutra Mandar
ABSTRAK - Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan penerapan benang sutra pada pembuatan Sarung Sutra Mandar dengan menggunakan dua...

Back to Top