Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Modifikasi Pati Canna Edulis Kerr. Sebagai Potensi Pengganti Tepung Terigu

View through CrossRef
Pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi berdampak pada kebutuhan pangan yang semakin meningkat, salah satunya adalah tepung terigu. Meningkatnya impor tepung terigu belum menemukan solusi. Umbi ganyong memiliki kandungan karbohidrat tinggi yang berpotensi sebagai alternatif selain tepung terigu. Namun, pengolahan pati ganyong tidak mencukupi sifat fungsionalnya. Produk yang dihasilkan memiliki warna kecoklatan, kelarutan dan daya kembang rendah. Tujuan penelitian adalah mengetahui kondisi optimum proses oksidasi pati ganyong dengan hidrogen peroksida (H2O2) menjadi alternatif terigu sesuai standar mutu SNI 3751:2009. Bahan bakunya adalah umbi canna putih yang digunakan. Pati dioksidasi menggunakan H2O2 2% pati dengan perbandingan slurry 10%, 20% dan 30% dalam waktu 30, 60, 90, dan 120 menit. Hasilnya dianalisis untuk mengetahui tingkat daya kembang dan kelarutan dalam air. Waktu dan konsentrasi slurry yang optimal diperoleh pada 60 menit dan 10%. Dilanjutkan untuk mencari H2O2 optimum. Daya kembang dan kelarutan tertinggi diperoleh pada H2O2 2% berat pati. Kondisi optimum adalah konsentrasi slurry 10%, H2O2 2% dan waktu oksidasi 60 menit. Nilai daya kembang sebesar 2,9 dan kelarutan dalam air sebesar 0,0609. Analisis proksimat ditemukan karbohidrat 85,956%, protein 2,365%, lemak 0%, air 11,425% dan abu 0,254%. Sedangkan hasil uji derajat putih menunjukkan nilai kecerahan sebesar 91,95. Dibandingkan dengan tepung komersial, sifat fungsional pati termodifikasi masih di bawah kebutuhan. Diperlukan proses oksidasi lebih lanjut untuk menghasilkan tepung terigu sesuai standar.
Department of Mechanical and Biosystem Engineering IPB
Title: Modifikasi Pati Canna Edulis Kerr. Sebagai Potensi Pengganti Tepung Terigu
Description:
Pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi berdampak pada kebutuhan pangan yang semakin meningkat, salah satunya adalah tepung terigu.
Meningkatnya impor tepung terigu belum menemukan solusi.
Umbi ganyong memiliki kandungan karbohidrat tinggi yang berpotensi sebagai alternatif selain tepung terigu.
Namun, pengolahan pati ganyong tidak mencukupi sifat fungsionalnya.
Produk yang dihasilkan memiliki warna kecoklatan, kelarutan dan daya kembang rendah.
Tujuan penelitian adalah mengetahui kondisi optimum proses oksidasi pati ganyong dengan hidrogen peroksida (H2O2) menjadi alternatif terigu sesuai standar mutu SNI 3751:2009.
Bahan bakunya adalah umbi canna putih yang digunakan.
Pati dioksidasi menggunakan H2O2 2% pati dengan perbandingan slurry 10%, 20% dan 30% dalam waktu 30, 60, 90, dan 120 menit.
Hasilnya dianalisis untuk mengetahui tingkat daya kembang dan kelarutan dalam air.
Waktu dan konsentrasi slurry yang optimal diperoleh pada 60 menit dan 10%.
Dilanjutkan untuk mencari H2O2 optimum.
Daya kembang dan kelarutan tertinggi diperoleh pada H2O2 2% berat pati.
Kondisi optimum adalah konsentrasi slurry 10%, H2O2 2% dan waktu oksidasi 60 menit.
Nilai daya kembang sebesar 2,9 dan kelarutan dalam air sebesar 0,0609.
Analisis proksimat ditemukan karbohidrat 85,956%, protein 2,365%, lemak 0%, air 11,425% dan abu 0,254%.
Sedangkan hasil uji derajat putih menunjukkan nilai kecerahan sebesar 91,95.
Dibandingkan dengan tepung komersial, sifat fungsional pati termodifikasi masih di bawah kebutuhan.
Diperlukan proses oksidasi lebih lanjut untuk menghasilkan tepung terigu sesuai standar.

Related Results

Keragaman Karakter Morfologi Tanaman Ganyong
Keragaman Karakter Morfologi Tanaman Ganyong
<p>Morphological Characteristics Variability of Canna (Canna edulis Ker.). Edible canna (Canna edulis) is the potential source of foodstuf. Edible canna have high carbohydrat...
FORMULASI TEPUNG PISANG DAN TEPUNG MOCAF TERHADAP MUTU CAKE
FORMULASI TEPUNG PISANG DAN TEPUNG MOCAF TERHADAP MUTU CAKE
Pengembangan produk cake yang memanfaatkan tepung mocaf dan tepung pisang untuk menggantikan sebagian dan keseluruhan terigu ditujukan untuk memanfaatkan bahan pangan lokal, memper...
Substitusi Tepung Terigu Dengan Tepung Labu Kuning (Cucurbita moschata) Dalam Pembuatan Choux Pastry
Substitusi Tepung Terigu Dengan Tepung Labu Kuning (Cucurbita moschata) Dalam Pembuatan Choux Pastry
Labu kuning segar memiliki daya simpan relatif pendek sehingga perlu dilakukan pengolahan agar lebih tahan lama. Penelitian bertujuan untuk mengetahui (1) Pengaruh substitusi tepun...
CAMPURAN TEPUNG BIJI DURIAN DAN TEPUNG TERIGU MENJADI CAKE
CAMPURAN TEPUNG BIJI DURIAN DAN TEPUNG TERIGU MENJADI CAKE
Berlimpahnya limbah biji durian pada musim durian belum banyak dimanfaatkan, disisi lain biji durian berpotensi sebagai sumber bahan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengide...
Chemical Compositions of the n-hexane Fraction of Canna edulis Ker Gawl Rhizomes
Chemical Compositions of the n-hexane Fraction of Canna edulis Ker Gawl Rhizomes
In this study, six compounds isolated from the n-hexane fraction of Canna edulis Ker Gawl rhizomes for the first time include 24-methylenecycloartane-3β-ol, sitoindoside I, citrull...
PERBANDINGAN TEPUNG KENTANG DAN TEPUNG TERIGU TERHADAP KARAKTERISTIK NUGGET
PERBANDINGAN TEPUNG KENTANG DAN TEPUNG TERIGU TERHADAP KARAKTERISTIK NUGGET
Nugget merupakan salah satu jenis makanan siap saji yang cukup populer di masyarakat. Nugget adalah suatu bentuk produk daging giling yang dibumbui, kemudian diselimuti oleh pereka...
SUBSITUSI TEPUNG TERIGU DENGAN TEPUNG MOCAF DALAM PEMBUATAN KUE KERING
SUBSITUSI TEPUNG TERIGU DENGAN TEPUNG MOCAF DALAM PEMBUATAN KUE KERING
Tepung mocaf merupakan salah satu bahan pangan sumber karbohidrat. Selain memiliki nilai gizi yang cukup baik seperti kandungan karbohidrat yang dapat memungkinkan menjadi tepung p...
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG TEMPE KEDELAI TERHADAP NILAI ORGANOLEPTIK DAN KANDUNGAN GIZI BISKUIT
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG TEMPE KEDELAI TERHADAP NILAI ORGANOLEPTIK DAN KANDUNGAN GIZI BISKUIT
ABSTRACT This study aimed to determine the effect of tempeh flour substitution on the organoleptic and nutritional value of biscuits. This study used the CRD method (completely ran...

Back to Top