Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kualitas Bulir Cairan Caulerpa racemosa yang Disalut dengan Na-Alginat dan Ca-Laktat

View through CrossRef
Caulerpa racemosa mengandung serat, vitamin, antioksidan, polisakarida sulfat, sulfat bebas, dan mineral sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pangan fungsional. Namun, cairan C. racemosa mudah mengalami kemunduran mutu selama proses penyimpanan dan transportasi, sehingga perlu dipertahankan mutunya dalam bentuk bulir. Perlakuan yang diberikan dalam proses penyalutan adalah variasi konsentrasi Na-alginat 0,4%; 0,6% dan 0,8% dan variasi larutan Ca-laktat 0,4%; 0,6% dan 0,8% yang diulang sebanyak tiga kali. Tujuan penelitian ini untuk menentukan kombinasi konsentrasi Na-alginat dan Ca-laktat terbaik dalam mempertahankan mutu bulir cairan C. racemosa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cairan C. racemosa mengandung mineral, serat pangan, dan asam amino baik esensial maupun non esensial dengan kadar air cairan C. racemosa sebesar 97,77%±0,02% dan setelah ditambah air dengan rasio 1:4, kadar airnya menjadi 99,6%±0,61%. Perlakuan konsentrasi Ca-laktat berpengaruh terhadap kadar air dan kadar abu bulir yang dihasilkan, sementara kadar serat kasar bulir dipengaruhi oleh perbedaan konsentrasi Na-alginat. Nilai terbaik berdasarkan kadar serat ditemukan pada perlakuan kombinasi Na-alginat 0,6% dan Ca-laktat 0,8% sebesar 4,05% dengan kadar air 97,22% dan kadar abu 0,65%.ABSTRACTCaulerpa racemosa contains fiber, vitamins, antioxidants, sulfated polysaccharides, free sulfates, and minerals so that it can be used as functional food. However, C. racemosa liquid deteriorates easily during storage and transportation, therefore it is necessary to maintain the quality of C. racemosa liquid in encapsulated form as grain. The treatments given in encapsulation process were variation of Na-alginat concentration i.e. 0.4%; 0.6% and 0.8%, and variation of Ca-lactate solution i.e. 0.4%; 0.6% and 0.8% which were repeated three times. The aim of the study was to determine the best combination of Na-alginate and Ca-lactate concentrations in maintaining the quality of encapsulated C. racemosa liquid grain. The results showed that C. racemosa liquid contained minerals, dietary fiber and amino acids, both essential and non-essential, with moisture content of 97.77±0.02%. After added with water with a ratio of 1:4, the moisture content of C. racemosa liquid was 99.6%±0.61%. The treatment of Ca-lactate concentration affected the moisture content and ash content of the liquid grain, while the crude fiber content was affected by Na-alginate concentration. The best value based on fiber content was found in the combination treatment of 0.6% Na-alginate and 0.8% Ca-lactate (A6K8) at 4.05%, with moisture content of 97.22% and an ash content of 0.65%.
Title: Kualitas Bulir Cairan Caulerpa racemosa yang Disalut dengan Na-Alginat dan Ca-Laktat
Description:
Caulerpa racemosa mengandung serat, vitamin, antioksidan, polisakarida sulfat, sulfat bebas, dan mineral sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pangan fungsional.
Namun, cairan C.
racemosa mudah mengalami kemunduran mutu selama proses penyimpanan dan transportasi, sehingga perlu dipertahankan mutunya dalam bentuk bulir.
Perlakuan yang diberikan dalam proses penyalutan adalah variasi konsentrasi Na-alginat 0,4%; 0,6% dan 0,8% dan variasi larutan Ca-laktat 0,4%; 0,6% dan 0,8% yang diulang sebanyak tiga kali.
Tujuan penelitian ini untuk menentukan kombinasi konsentrasi Na-alginat dan Ca-laktat terbaik dalam mempertahankan mutu bulir cairan C.
racemosa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa cairan C.
racemosa mengandung mineral, serat pangan, dan asam amino baik esensial maupun non esensial dengan kadar air cairan C.
racemosa sebesar 97,77%±0,02% dan setelah ditambah air dengan rasio 1:4, kadar airnya menjadi 99,6%±0,61%.
Perlakuan konsentrasi Ca-laktat berpengaruh terhadap kadar air dan kadar abu bulir yang dihasilkan, sementara kadar serat kasar bulir dipengaruhi oleh perbedaan konsentrasi Na-alginat.
Nilai terbaik berdasarkan kadar serat ditemukan pada perlakuan kombinasi Na-alginat 0,6% dan Ca-laktat 0,8% sebesar 4,05% dengan kadar air 97,22% dan kadar abu 0,65%.
ABSTRACTCaulerpa racemosa contains fiber, vitamins, antioxidants, sulfated polysaccharides, free sulfates, and minerals so that it can be used as functional food.
However, C.
racemosa liquid deteriorates easily during storage and transportation, therefore it is necessary to maintain the quality of C.
racemosa liquid in encapsulated form as grain.
The treatments given in encapsulation process were variation of Na-alginat concentration i.
e.
0.
4%; 0.
6% and 0.
8%, and variation of Ca-lactate solution i.
e.
0.
4%; 0.
6% and 0.
8% which were repeated three times.
The aim of the study was to determine the best combination of Na-alginate and Ca-lactate concentrations in maintaining the quality of encapsulated C.
racemosa liquid grain.
The results showed that C.
racemosa liquid contained minerals, dietary fiber and amino acids, both essential and non-essential, with moisture content of 97.
77±0.
02%.
After added with water with a ratio of 1:4, the moisture content of C.
racemosa liquid was 99.
6%±0.
61%.
The treatment of Ca-lactate concentration affected the moisture content and ash content of the liquid grain, while the crude fiber content was affected by Na-alginate concentration.
The best value based on fiber content was found in the combination treatment of 0.
6% Na-alginate and 0.
8% Ca-lactate (A6K8) at 4.
05%, with moisture content of 97.
22% and an ash content of 0.
65%.

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Pengembangan Metode Ekstraksi Alginat dari Rumput Laut Sargassum sp. sebagai Bahan Pengental
Pengembangan Metode Ekstraksi Alginat dari Rumput Laut Sargassum sp. sebagai Bahan Pengental
Indonesia has a lot of seaweed that have high potential as a producer of alginate, but the method of extraction has not been as expected. The objective of this study to develop a m...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN GEL EKSTRAK ANGUR LAUT (Caulerpa racemosa) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus PENYEBAB JERAWAT
UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN GEL EKSTRAK ANGUR LAUT (Caulerpa racemosa) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus PENYEBAB JERAWAT
ABSTRAK Ekstrak etanol anggur laut memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus yang merupakan salah satu bakteri penyebab jerawat. Oleh karena itu, untuk me...
OPPORTUNITIES AND CHALLENGES FOR DEVELOPING CAULERPA RACEMOSA AS FUNCTIONAL FOODS
OPPORTUNITIES AND CHALLENGES FOR DEVELOPING CAULERPA RACEMOSA AS FUNCTIONAL FOODS
The higher public awareness of the health in community would made the view of some people for food has shifted, not only as relieving hunger, but also can provide a real impact for...
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESTETIKA VESPA MODIFIKASI KOMUNITAS VESPA BONDOWOSO  Syarief Abdurahman Arrahim1, I Wayan Sudiarta2, I Gst Ngr. Sura Ardana31,2,3Program Studi Pendidikan Seni RupaFakultas Ba...
Aplikasi Urease dari Biji Kacang Tolo (Vigna unguiculata ssp unguiculata L.) untuk Biosensor Urea
Aplikasi Urease dari Biji Kacang Tolo (Vigna unguiculata ssp unguiculata L.) untuk Biosensor Urea
Penggunaan urease dalam analisis urea yang digabungkan dengan suatu transduser disebut biosensor urea.Tujuan penelitian adalah menentukan kadar urea dengan metode biosensor urea be...
Perbandingan Ringer Laktat 40° C dengan Ringer Laktat pada Suhu Kamar dalam Mencegah Shivering pada Seksio Sesarea dengan Anestesi Spinal
Perbandingan Ringer Laktat 40° C dengan Ringer Laktat pada Suhu Kamar dalam Mencegah Shivering pada Seksio Sesarea dengan Anestesi Spinal
Latar Belakang: Shivering perioperatif selama anestesi spinal merupakan komplikasi yang sering terjadi seksio sesarea karena vasodilatasi perifer akibat blok simpatis dan irigasi c...

Back to Top