Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Aspek Budaya dan Sosial dalam Komunikasi dan Profesionalisme Medis

View through CrossRef
Abstract— Medical communication and professionalism are central issues in clinical practice. Both are highly influenced by context such as cultural and social aspects. In medical education, a lot of studies about communication and professionalism have been conducted in Western setting and may not be fully applicable for other cultural or social context. This article aims to introduce several evidence from non-Western context in the area of medical communication and professionalism and discuss their applicability. We will use the study from Hofstede et al. about cultural domains as a theoretical basis. We will also present different studies on communication and professionalism conducted in Asia, such as from Indonesia and Japan, highlight some differences, and discuss how they may influence the medical communication and professionalism. We will provide practical examples on how to use these body of evidence in communication skills training and other area of medical education. Finally, we will discuss some ideas to strengthen future research initiatives from our context. Keyword: Asia, communication, culture, education, professionalism   Abstrak— Komunikasi medis dan profesionalisme adalah masalah sentral dalam praktik klinis. Keduanya sangat dipengaruhi oleh konteks seperti aspek budaya dan sosial. Dalam pendidikan kedokteran, banyak penelitian tentang komunikasi dan profesionalisme telah dilakukan di lingkungan Barat dan mungkin tidak sepenuhnya dapat diterapkan untuk konteks budaya atau sosial lainnya. Artikel ini bertujuan untuk memperkenalkan beberapa bukti dari konteks non-Barat di bidang komunikasi medis dan profesionalisme serta membahas penerapannya. Kami akan menggunakan karya Hofstede et al tentang ranah budaya sebagai dasar teoritis. Kami juga akan menyajikan berbagai studi tentang komunikasi dan profesionalisme yang dilakukan di Asia, seperti dari Indonesia dan Jepang, menyoroti beberapa perbedaan, dan membahas bagaimana pengaruhnya atas komunikasi medis dan profesionalisme. Kami akan memberikan contoh praktis tentang bagaimana menggunakan bukti-bukti ini dalam pelatihan keterampilan komunikasi dan bidang pendidikan kedokteran lainnya. Terakhir, kami akan membahas beberapa ide untuk memperkuat inisiatif penelitian di masa depan dari konteks Indonesia. Kata kunci: Asia, komunikasi, budaya, pendidikan, profesionalisme  
Title: Aspek Budaya dan Sosial dalam Komunikasi dan Profesionalisme Medis
Description:
Abstract— Medical communication and professionalism are central issues in clinical practice.
Both are highly influenced by context such as cultural and social aspects.
In medical education, a lot of studies about communication and professionalism have been conducted in Western setting and may not be fully applicable for other cultural or social context.
This article aims to introduce several evidence from non-Western context in the area of medical communication and professionalism and discuss their applicability.
We will use the study from Hofstede et al.
about cultural domains as a theoretical basis.
We will also present different studies on communication and professionalism conducted in Asia, such as from Indonesia and Japan, highlight some differences, and discuss how they may influence the medical communication and professionalism.
We will provide practical examples on how to use these body of evidence in communication skills training and other area of medical education.
Finally, we will discuss some ideas to strengthen future research initiatives from our context.
Keyword: Asia, communication, culture, education, professionalism   Abstrak— Komunikasi medis dan profesionalisme adalah masalah sentral dalam praktik klinis.
Keduanya sangat dipengaruhi oleh konteks seperti aspek budaya dan sosial.
Dalam pendidikan kedokteran, banyak penelitian tentang komunikasi dan profesionalisme telah dilakukan di lingkungan Barat dan mungkin tidak sepenuhnya dapat diterapkan untuk konteks budaya atau sosial lainnya.
Artikel ini bertujuan untuk memperkenalkan beberapa bukti dari konteks non-Barat di bidang komunikasi medis dan profesionalisme serta membahas penerapannya.
Kami akan menggunakan karya Hofstede et al tentang ranah budaya sebagai dasar teoritis.
Kami juga akan menyajikan berbagai studi tentang komunikasi dan profesionalisme yang dilakukan di Asia, seperti dari Indonesia dan Jepang, menyoroti beberapa perbedaan, dan membahas bagaimana pengaruhnya atas komunikasi medis dan profesionalisme.
Kami akan memberikan contoh praktis tentang bagaimana menggunakan bukti-bukti ini dalam pelatihan keterampilan komunikasi dan bidang pendidikan kedokteran lainnya.
Terakhir, kami akan membahas beberapa ide untuk memperkuat inisiatif penelitian di masa depan dari konteks Indonesia.
Kata kunci: Asia, komunikasi, budaya, pendidikan, profesionalisme  .

Related Results

GAMBARAN SISTEM PENYELENGGARAAN REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM BUNDA THAMRIN TAHUN 2018
GAMBARAN SISTEM PENYELENGGARAAN REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM BUNDA THAMRIN TAHUN 2018
Dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan terutama rumah sakit harus tersedianya sistem penyelenggaraan rekam medis yang baik. Tercapainya tujuan ...
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Fungsi Rekam Medis di Rumah Sakit Prof. Dr. Tabrani Pekanbaru
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Fungsi Rekam Medis di Rumah Sakit Prof. Dr. Tabrani Pekanbaru
Data rumah Sakit Prof. Dr. Tabrani Pekanbaru rekam medis belum berfungsi sebagaimana mestinya sesuai dengan Depkes RI tentang pedoman penyelenggaraan dan prosedur rekam medis rumah...
ANALISIS SISTEM PENGOLAHAN BERKAS REKAM MEDIS DI RSIA ERIA BUNDA PEKANBARUTAHUN 2020
ANALISIS SISTEM PENGOLAHAN BERKAS REKAM MEDIS DI RSIA ERIA BUNDA PEKANBARUTAHUN 2020
Rekam medis adalah penunjang tercapainya tertib administrasi dalam rangka upaya peningkatan pelayanan kesehatan dirumah sakit. Unit rekam medis di RSIA Eria Bunda ditemukannyahamba...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
Catatan dari Managing Editor
Catatan dari Managing Editor
Salam sejahtera, Tahun 2020 ini menandakan awal dari akhir sebuah dekade dimana terjadi berbagai perubahan sosial dan teknologi. Pertama, diketahui bahwa teknologi internet dan me...
Sosio-Psikolinguistik
Sosio-Psikolinguistik
Sosio-Psikolinguistik adalah salah satu cabang ilmu dalam bidang linguistik terapan yang mempelajari keterkaitan antara aspek sosial dan psikologis dalam proses penggunaan dan pema...
Rekam Medis PROFIL KELENGKAPAN PENGISIAN RESUME MEDIS PASIEN RAWAT INAP KELAS 3 (TIGA) DI RUMAH SAKIT QADR TANGERANG TAHUN 2016
Rekam Medis PROFIL KELENGKAPAN PENGISIAN RESUME MEDIS PASIEN RAWAT INAP KELAS 3 (TIGA) DI RUMAH SAKIT QADR TANGERANG TAHUN 2016
Pendahuluan, Kelengkapan resume medis merupakan salah satu indikator dari standar pelayanan minimal. Selama 2x24 jam setelah pasien pulang rawat inap rekam medis perlu diisi dengan...

Back to Top