Javascript must be enabled to continue!
Studi Literatur Review: Pemahaman Teori Relativitas Einstein Dalam Konteks Al-Qur’an dan Sains
View through CrossRef
Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan teori relativitas einstein berdasarkan peristiwa-peristiwa yang berkaitan dalam konteks al-qur’an dan sains. Hal ini didasari akan maraknya umat islam yang kurang pemahaman terhadap peristiwa-peristiwa ataupun ayat al-qur’an yang berkaitan dengan teori relativitas Einstein. Penelitian kali ini menggunakan metode Prisma Protocl meliputi identifikasi, screening, kelayakan, dan inklusi (Alias et al., 2018). Hasil analisis penelitian ini meliputi; 1) Perjalanan Isra' Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wassalam dimulai dengan badan Nabi diubah menjadi badan cahaya, yang dikenal sebagai reaksi Annihilasi dalam fisika kontemporer. Kemudian perjalanan terus berjalan dengan kecepatan yang melebihi cahaya, sehingga Nabi SAW, Jibril, dan Buraq tiba dengan cepat di Masjidil Aqsha; 2) Kisah Aṣḣâbul Kahfi adalah salah satu kisah yang dapat dijelaskan dengan konsep realitivitas Al-Kindy. Dalam ayat 25 dari surah Al-Kahfi, dijelaskan bahwa Allah ingin menunjukkan tanda-tanda ke-Agungan-Nya yang tiada tara dan sifat-sifat kebesaran-Nya, yang telah menidurkan Aṣḣâbul Kahfi selama 309 tahun; 3) Dilatasi waktu teori relativitas Einstein berdasarkan peristiwa dan beberapa ayat al-qur’an bahwasanya waktu berdasarkan ukuran manusia berbeda dengan waktu berdasarkan ukuran Allah yang di tuangkan dalam al-qur’an. Waktu berdasarkan ukuran manusia dihitung dengan mempertimbangkan peredaran ataupun rotasi bulan terhadap bumi dan bumi terhadap matahari; 4) Dilihat dari kemajuan sains, konsep kecepatan waktu dalam teori relativitas Einstein didefinisikan sebagai "relativitas waktu" atau "dilatasi waktu" dari efek relativitas dalam teori relativitas Einstein. Teori relativitas khusus menyebabkan dilatasi waktu, di mana dua pengamat yang bergerak relatif terhadap satu sama lain akan melihat waktu mereka berbeda. Dengan kata lain, pengamat yang diam terhadap titik acuan akan melihat waktu berjalan lebih cepat, sedangkan pengamat yang bergerak terhadap titik acuan akan melihat waktu bergerak lebih lambat.
Title: Studi Literatur Review: Pemahaman Teori Relativitas Einstein Dalam Konteks Al-Qur’an dan Sains
Description:
Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan teori relativitas einstein berdasarkan peristiwa-peristiwa yang berkaitan dalam konteks al-qur’an dan sains.
Hal ini didasari akan maraknya umat islam yang kurang pemahaman terhadap peristiwa-peristiwa ataupun ayat al-qur’an yang berkaitan dengan teori relativitas Einstein.
Penelitian kali ini menggunakan metode Prisma Protocl meliputi identifikasi, screening, kelayakan, dan inklusi (Alias et al.
, 2018).
Hasil analisis penelitian ini meliputi; 1) Perjalanan Isra' Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wassalam dimulai dengan badan Nabi diubah menjadi badan cahaya, yang dikenal sebagai reaksi Annihilasi dalam fisika kontemporer.
Kemudian perjalanan terus berjalan dengan kecepatan yang melebihi cahaya, sehingga Nabi SAW, Jibril, dan Buraq tiba dengan cepat di Masjidil Aqsha; 2) Kisah Aṣḣâbul Kahfi adalah salah satu kisah yang dapat dijelaskan dengan konsep realitivitas Al-Kindy.
Dalam ayat 25 dari surah Al-Kahfi, dijelaskan bahwa Allah ingin menunjukkan tanda-tanda ke-Agungan-Nya yang tiada tara dan sifat-sifat kebesaran-Nya, yang telah menidurkan Aṣḣâbul Kahfi selama 309 tahun; 3) Dilatasi waktu teori relativitas Einstein berdasarkan peristiwa dan beberapa ayat al-qur’an bahwasanya waktu berdasarkan ukuran manusia berbeda dengan waktu berdasarkan ukuran Allah yang di tuangkan dalam al-qur’an.
Waktu berdasarkan ukuran manusia dihitung dengan mempertimbangkan peredaran ataupun rotasi bulan terhadap bumi dan bumi terhadap matahari; 4) Dilihat dari kemajuan sains, konsep kecepatan waktu dalam teori relativitas Einstein didefinisikan sebagai "relativitas waktu" atau "dilatasi waktu" dari efek relativitas dalam teori relativitas Einstein.
Teori relativitas khusus menyebabkan dilatasi waktu, di mana dua pengamat yang bergerak relatif terhadap satu sama lain akan melihat waktu mereka berbeda.
Dengan kata lain, pengamat yang diam terhadap titik acuan akan melihat waktu berjalan lebih cepat, sedangkan pengamat yang bergerak terhadap titik acuan akan melihat waktu bergerak lebih lambat.
Related Results
AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
Al-Qur’an is the Final divine revelation sent down to the Final Messenger of God, the Prophet Muhammad (PBUH). Allah SWT is the creator of all humankind, Jinns, and all creatures...
Tahfiz Al-Qur’an dalam Perspektif Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Ar-Raniry Periode 2013-2015
Tahfiz Al-Qur’an dalam Perspektif Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Ar-Raniry Periode 2013-2015
This study aims to find out how the views of students of the study program of al-Qur'an and Tafsir of the year among 2013-2015 on the subject of tahfiz al-Qur'an . This research is...
Relevansi Filsafat Bahasa dalam Memahami Al-Qur’an
Relevansi Filsafat Bahasa dalam Memahami Al-Qur’an
Filsafat bahasa adalah cabang filsafat yang mempelajari sifat, struktur, dan fungsi bahasa. Dalam konteks pemahaman Al-Qur'an, filsafat bahasa memiliki relevansi yang signifikan. A...
Penerapan Teori-Teori Filosofis Dalam Menafsirkan Al-Qur’an
Penerapan Teori-Teori Filosofis Dalam Menafsirkan Al-Qur’an
<p><strong>Abstract</strong></p><p>Human reason is a tool to understand the realities and to express them in the philosophical theories. Because the K...
Sosio-Psikolinguistik
Sosio-Psikolinguistik
Sosio-Psikolinguistik adalah salah satu cabang ilmu dalam bidang linguistik terapan yang mempelajari keterkaitan antara aspek sosial dan psikologis dalam proses penggunaan dan pema...
Konsep Deradikalisasi Pemahaman Al-Qur’an Nasaruddin Umar
Konsep Deradikalisasi Pemahaman Al-Qur’an Nasaruddin Umar
Understanding of the Qur'an is growing in various circles. Starting from an understanding that presents Islamic values to an understanding that damages the image of the Qur'an and ...
Pelatihan Baca Tulis Al-Qur'an di TK/TPA Masjid Nurul Ikhsan Dusun Idaman
Pelatihan Baca Tulis Al-Qur'an di TK/TPA Masjid Nurul Ikhsan Dusun Idaman
Al-Qur’an adalah kitab suci ummat manusia merupakan sumber utama ajaran islam dan menjadi petunjuk kehidupan manusia karena isinya mencakup segala aspek ajaran agama yang disyariat...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...

