Javascript must be enabled to continue!
Hubungan Aktivitas Fisik terhadap Usia Menarche pada Anak Sekolah Dasar di Kota Bandung
View through CrossRef
Abstract. Menarche is an early indicator of female reproductive life influenced by factors such as physical activity and sedentary lifestyle. The declining age of menarche raises health concerns, including risks of obesity, cardiovascular diseases, and breast cancer. This study analyzed the relationship between physical activity, sedentary lifestyle, and the age of menarche among elementary school children in Bandung. The study used an analytical observational design with a cross-sectional approach. Subjects were 99 female students in grades 3–6 at Bandung Islamic School (BISc). Data were collected using the PAQ-C questionnaire for physical activity and ASAQ for sedentary lifestyle and analyzed univariately and bivariately using the Chi-square test and prevalence ratio with a 95% confidence interval. Results showed that most respondents had very low physical activity levels (80.81%), only 2.02% had high physical activity, and all had a mild sedentary lifestyle (100%). Normal menarche age (≥11 years) was observed in 28.28% of respondents, while 8.08% experienced early menarche (<11 years). Analysis revealed no significant relationship between physical activity and the age of menarche (p = 0.94). The relationship between sedentary lifestyle and menarche age could not be analyzed due to the lack of respondents with high sedentary levels. These findings suggest that low physical activity does not correlate with the age of menarche, aligning with previous studies emphasizing the greater influence of genetic and nutritional factors. The results may reflect the urban lifestyle patterns and the homogeneous study population from a single school.
Abstrak. Menarche adalah indikator awal kehidupan reproduksi perempuan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk aktivitas fisik dan gaya hidup sedentari. Penurunan usia menarche menjadi perhatian karena berdampak pada risiko kesehatan seperti obesitas, penyakit kardiovaskular, dan kanker payudara. Penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara aktivitas fisik dan gaya hidup sedentari dengan usia menarche pada anak sekolah dasar di Kota Bandung. Desain penelitian menggunakan analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian adalah 99 siswa perempuan kelas 3-6 di Bandung Islamic School (BISc). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner PAQ-C untuk aktivitas fisik dan ASAQ untuk gaya hidup sedentari. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dan prevalence ratio dengan 95% CI. Sebagian besar responden memiliki aktivitas fisik sangat rendah (80,81%), hanya 2,02% yang memiliki aktivitas fisik tinggi, dan semua responden memiliki gaya hidup sedentari ringan (100%). Usia menarche normal (≥11 tahun) ditemukan 28,28% responden, sementara 8,08% mengalami menarche dini (<11 tahun). Analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan usia menarche (p = 0,94), dan hubungan gaya hidup sedentari dengan usia menarche tidak dapat dianalisis. Temuan ini menunjukkan bahwa tingkat aktivitas fisik rendah tidak berkorelasi dengan usia menarche, konsisten dengan penelitian sebelumnya yang menyoroti pengaruh lebih besar dari faktor genetik dan status gizi. Rendahnya prevalensi aktivitas fisik tinggi pada responden juga mencerminkan pola umum gaya hidup anak usia sekolah di wilayah urban dan meskipun semua responden memiliki gaya hidup sedentari ringan, hasil ini bisa dipengaruhi oleh karakteristik populasi penelitian yang homogen, yaitu siswa dari satu sekolah saja.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Hubungan Aktivitas Fisik terhadap Usia Menarche pada Anak Sekolah Dasar di Kota Bandung
Description:
Abstract.
Menarche is an early indicator of female reproductive life influenced by factors such as physical activity and sedentary lifestyle.
The declining age of menarche raises health concerns, including risks of obesity, cardiovascular diseases, and breast cancer.
This study analyzed the relationship between physical activity, sedentary lifestyle, and the age of menarche among elementary school children in Bandung.
The study used an analytical observational design with a cross-sectional approach.
Subjects were 99 female students in grades 3–6 at Bandung Islamic School (BISc).
Data were collected using the PAQ-C questionnaire for physical activity and ASAQ for sedentary lifestyle and analyzed univariately and bivariately using the Chi-square test and prevalence ratio with a 95% confidence interval.
Results showed that most respondents had very low physical activity levels (80.
81%), only 2.
02% had high physical activity, and all had a mild sedentary lifestyle (100%).
Normal menarche age (≥11 years) was observed in 28.
28% of respondents, while 8.
08% experienced early menarche (<11 years).
Analysis revealed no significant relationship between physical activity and the age of menarche (p = 0.
94).
The relationship between sedentary lifestyle and menarche age could not be analyzed due to the lack of respondents with high sedentary levels.
These findings suggest that low physical activity does not correlate with the age of menarche, aligning with previous studies emphasizing the greater influence of genetic and nutritional factors.
The results may reflect the urban lifestyle patterns and the homogeneous study population from a single school.
Abstrak.
Menarche adalah indikator awal kehidupan reproduksi perempuan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk aktivitas fisik dan gaya hidup sedentari.
Penurunan usia menarche menjadi perhatian karena berdampak pada risiko kesehatan seperti obesitas, penyakit kardiovaskular, dan kanker payudara.
Penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara aktivitas fisik dan gaya hidup sedentari dengan usia menarche pada anak sekolah dasar di Kota Bandung.
Desain penelitian menggunakan analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional.
Subjek penelitian adalah 99 siswa perempuan kelas 3-6 di Bandung Islamic School (BISc).
Data dikumpulkan menggunakan kuesioner PAQ-C untuk aktivitas fisik dan ASAQ untuk gaya hidup sedentari.
Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dan prevalence ratio dengan 95% CI.
Sebagian besar responden memiliki aktivitas fisik sangat rendah (80,81%), hanya 2,02% yang memiliki aktivitas fisik tinggi, dan semua responden memiliki gaya hidup sedentari ringan (100%).
Usia menarche normal (≥11 tahun) ditemukan 28,28% responden, sementara 8,08% mengalami menarche dini (<11 tahun).
Analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan usia menarche (p = 0,94), dan hubungan gaya hidup sedentari dengan usia menarche tidak dapat dianalisis.
Temuan ini menunjukkan bahwa tingkat aktivitas fisik rendah tidak berkorelasi dengan usia menarche, konsisten dengan penelitian sebelumnya yang menyoroti pengaruh lebih besar dari faktor genetik dan status gizi.
Rendahnya prevalensi aktivitas fisik tinggi pada responden juga mencerminkan pola umum gaya hidup anak usia sekolah di wilayah urban dan meskipun semua responden memiliki gaya hidup sedentari ringan, hasil ini bisa dipengaruhi oleh karakteristik populasi penelitian yang homogen, yaitu siswa dari satu sekolah saja.
Related Results
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Abstract. Based on the PISA report which was just released 2019, Indonesia's reading score is ranked 72 out of 77 countries (liputan6.com,2019). This condition shows the poor inter...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Gambaran Usia Menarche pada Mahasiswi Universitas Islam Bandung
Gambaran Usia Menarche pada Mahasiswi Universitas Islam Bandung
Abstract. Menarche refers to the first occurrence of menstrual bleeding in a woman’s uterus, indicating that she has reached puberty and begun the reproductive phase and menstrual ...
Program “Bandung Menjawab” sebagai Strategi Komunikasi
Program “Bandung Menjawab” sebagai Strategi Komunikasi
Abstract. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bandung City functions as a platform to communicate messages to the public. Diskominfo Bandung City develops one of its flag...
Riview Jurnal Hubungan tatus Gizi Dengan Usia Menarche Pada Remaja Putri
Riview Jurnal Hubungan tatus Gizi Dengan Usia Menarche Pada Remaja Putri
Menarche pada remaja wanita adalah salah satu tanda kematangan fisik dan seksual. Berbagai studi melaporkan bahwa faktor gizi memiliki peran penting terjadinya menarche pada remaja...
HUBUNGAN USIA MENARCHE (HAID PERTAMA) DENGAN SIKAP MENGHADAPI HAID PADA SISWI MTs NEGERI KAUMAN PONOROGO
HUBUNGAN USIA MENARCHE (HAID PERTAMA) DENGAN SIKAP MENGHADAPI HAID PADA SISWI MTs NEGERI KAUMAN PONOROGO
Menarche adalah perdarahan pertama dari uterus yang terjadi pada seorang wanita. Hal ini merupakan peristiwa yang paling penting pada remaja putri, yang menjadi tanda biologis dan ...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...

