Javascript must be enabled to continue!
Gerakan Desa Sadar Wisata Pengabdian Pada Masyarakat Desa Penyak Kabupaten Bangka Tengah
View through CrossRef
The low level of community participation in developing tourist villages in Penyak Village is an important issue in the community service program organized by the IAIN SAS Bangka Belitung Student KKN group. Based on the problem analysis, the service program focuses on the following things; 1) socialization of tourism-aware villages, 2) making tourism-aware village posters, 3) English language tutoring, and 4) strengthening tourism-aware village groups (Pok-Darwis). The method used in the Tourism-Aware Village Movement program in Penyak Village is implemented through three methods, namely, socialization methods, Focus Group Discussion (FGD), and community education methods. Data collection techniques in this service use observation, interviews, questionnaires, documentation and FGD techniques. The impact of this service program shows that increasing community participation in tourism development in Penyak Village will not run optimally if it is not supported by the Village government and regional government. Weak local government support is one of the factors causing low public awareness of the tourism potential of their village.
Rendahnya partisipasi masyarakat dalam pengembangan desa wisata di Desa Penyak menjadi isu penting dalam program pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh kelompok KKN Mahasiswa IAIN SAS Bangka Belitung. Berdasarkan analisis masalah maka program pengabdian fokus pada beberapa hal berikut; 1) sosialisasi desa sadar wisata, 2) pembuatan poster desa sadar wisata, 3) bimbingan belajar bahasa Inggris, dan 4) penguatan kelompok desa sadar wisata (Pok-Darwis) Metode yang digunakan dalam program Gerakan Desa Sadar Wisata di Desa Penyak dilaksanakan melalui tiga metode yaitu, metode sosialisasi, Focus Group Discussion (FGD), dan metode pendidikan masyarakat. Teknik pengumpulan data dalam pengabdian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, angket, dokumentasi, dan FGD. Dampak program pengabdian ini menunjukkan bahwa, untuk meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap pengembangan wisata di Desa Penyak tidak akan berjalan optimal jika tidak didukung oleh pemerintah Desa maupun pemerintah daerah. Lemahnya dukungan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya kesadaran masyarakat akan potensi wisata desanya.
IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung
Title: Gerakan Desa Sadar Wisata Pengabdian Pada Masyarakat Desa Penyak Kabupaten Bangka Tengah
Description:
The low level of community participation in developing tourist villages in Penyak Village is an important issue in the community service program organized by the IAIN SAS Bangka Belitung Student KKN group.
Based on the problem analysis, the service program focuses on the following things; 1) socialization of tourism-aware villages, 2) making tourism-aware village posters, 3) English language tutoring, and 4) strengthening tourism-aware village groups (Pok-Darwis).
The method used in the Tourism-Aware Village Movement program in Penyak Village is implemented through three methods, namely, socialization methods, Focus Group Discussion (FGD), and community education methods.
Data collection techniques in this service use observation, interviews, questionnaires, documentation and FGD techniques.
The impact of this service program shows that increasing community participation in tourism development in Penyak Village will not run optimally if it is not supported by the Village government and regional government.
Weak local government support is one of the factors causing low public awareness of the tourism potential of their village.
Rendahnya partisipasi masyarakat dalam pengembangan desa wisata di Desa Penyak menjadi isu penting dalam program pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh kelompok KKN Mahasiswa IAIN SAS Bangka Belitung.
Berdasarkan analisis masalah maka program pengabdian fokus pada beberapa hal berikut; 1) sosialisasi desa sadar wisata, 2) pembuatan poster desa sadar wisata, 3) bimbingan belajar bahasa Inggris, dan 4) penguatan kelompok desa sadar wisata (Pok-Darwis) Metode yang digunakan dalam program Gerakan Desa Sadar Wisata di Desa Penyak dilaksanakan melalui tiga metode yaitu, metode sosialisasi, Focus Group Discussion (FGD), dan metode pendidikan masyarakat.
Teknik pengumpulan data dalam pengabdian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, angket, dokumentasi, dan FGD.
Dampak program pengabdian ini menunjukkan bahwa, untuk meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap pengembangan wisata di Desa Penyak tidak akan berjalan optimal jika tidak didukung oleh pemerintah Desa maupun pemerintah daerah.
Lemahnya dukungan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya kesadaran masyarakat akan potensi wisata desanya.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PEMBUATAN MURAL PADA DAYA TARIK WISATA AIR TERJUN GREMBENGAN DESA WISATA BONGAN, TABANAN-BALI
PEMBUATAN MURAL PADA DAYA TARIK WISATA AIR TERJUN GREMBENGAN DESA WISATA BONGAN, TABANAN-BALI
Wisata Bongan saat ini tengah dikembangkan untuk menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Desa wisata ini memiliki beragam potensi wisata, baik itu ...
Inovasi Model Komunikasi Digital Desa Wisata dalam Pengembangan Kapasitas Pelaku Wisata di Kabupaten Bogor
Inovasi Model Komunikasi Digital Desa Wisata dalam Pengembangan Kapasitas Pelaku Wisata di Kabupaten Bogor
Kapasitas pelaku desa wisata di Indonesia umumnya masih rendah terutama para pelaku wisata di desa wisata. Rendahnya kapasitas tersebut dapat dilihat dari pelaku desa wisata yang b...
Pembuatan Sistem Informasi Wisata “Go-Selotapak” Berbasis Android
Pembuatan Sistem Informasi Wisata “Go-Selotapak” Berbasis Android
Abstract—Selotapak Village is one of the tourist villages in Trawas. Selotapak Village develops tourism based on natural potential and community empowerment. Therefore, tourist sit...
Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus
Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus
<p class="Abstract">Wisata Alam Colo merupakan salah satu tempat wisata yang berkembang di Kabupaten Kudus. Wisata alam ini mempunyai daya tarik baik dari segi fisik alam mau...
Upaya Peningkatan Fasilitas Wisata di Desa Wisata Dayeuhkolot, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang
Upaya Peningkatan Fasilitas Wisata di Desa Wisata Dayeuhkolot, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang
Modern lifestyle trends have significantly increased public interest in travel, driving a rise in tourist visits to both regional and international destinations. This growing deman...
Literasi Wisata bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang
Literasi Wisata bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang
Abstrak. Urgensi dari Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah menyelesaikan masalah prioritas Kelompok Pemandu Wisata Karst Rammang-Rammang (mitra) yang: (1) masih fokus...
ANALISIS PUSAT PERTUMBUHAN PARIWISATA DI KABUPATEN LUMAJANG
ANALISIS PUSAT PERTUMBUHAN PARIWISATA DI KABUPATEN LUMAJANG
Kabupaten Lumajang memiliki sejumlah objek wisata yang relatif lengkap, mulai dari objek wisata alam (wisata tirta, hutan wisata, serta panorama alam), objek wisata buatan (taman r...

