Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisa Cacat Permukaan Akibat Proses Permesinan Friction Drilling Dengan Pahat Tungsten

View through CrossRef
Salah satu bagian komponen utama kereta api adalah dinding kereta (side wall). Salah satu proses pembuatan lubang yang digunakan untuk penyambungan komponen carbody kereta api dengan proses pengeboran (drilling). Pada pengeboran konvensional mempunyai kekurangan, salah satunya yaitu  pengeboran konvensional menggunakan mata pahat yang memiliki mata sayat sering mengalami keretakan. Pada penelitian ini inovasi yang menggantikan pengeboran konvensional dengan pengeboran thermal (friction drilling) yang digunakan pada carbody kereta api. Pengeboran gesek ini memiliki kelebihan yaitu pada proses pengeboran yang menggunakan suhu tinggi akan membentuk kembali semua material sehingga tidak ada material yang hilang.  Pada penelitian ini digunakan metode friction drilling  dengan menentukan variasi diameter mata pahat yaitu, 4 mm, 5 mm, 6 mm, dan ketebalan pelat stainless steel yang digunakan yaitu 2 mm. Material pahat yang digunakan pada proses friction drilling yaitu material tungsten dikarenakan material tungsten sifat tahan panas yang tinggi. Dilakukan pengujian penetrant dan pengamatan pada struktur makro dan mikro untuk mengetahui cacat permukaan, setelah pengujian akan diambil data dari bahan yang sudah diuji yang kemudian data dari mikroskopis akan diolah menggunakan software ImageJ. Dari hasil pengujian yang dilakukan dengan variasi diameter. Semakin besar diameter pahat yang digunakan maka semakin besar cacat yang didapatkan. Hasil dari pengujian foto mikro menunjukan beberapa kecacatan yang terjadi pada material, yaitu cacat titik dan cacat garis. Pada pelat dengan tebal 2 mm yang di bor dengan diameter pahat 6 mm saat dilakukan pengujian foto mikro menghasilkan pemadatan permukaan yang cukup merata dan mengalami kecacatan yang dominan.
Title: Analisa Cacat Permukaan Akibat Proses Permesinan Friction Drilling Dengan Pahat Tungsten
Description:
Salah satu bagian komponen utama kereta api adalah dinding kereta (side wall).
Salah satu proses pembuatan lubang yang digunakan untuk penyambungan komponen carbody kereta api dengan proses pengeboran (drilling).
Pada pengeboran konvensional mempunyai kekurangan, salah satunya yaitu  pengeboran konvensional menggunakan mata pahat yang memiliki mata sayat sering mengalami keretakan.
Pada penelitian ini inovasi yang menggantikan pengeboran konvensional dengan pengeboran thermal (friction drilling) yang digunakan pada carbody kereta api.
Pengeboran gesek ini memiliki kelebihan yaitu pada proses pengeboran yang menggunakan suhu tinggi akan membentuk kembali semua material sehingga tidak ada material yang hilang.
  Pada penelitian ini digunakan metode friction drilling  dengan menentukan variasi diameter mata pahat yaitu, 4 mm, 5 mm, 6 mm, dan ketebalan pelat stainless steel yang digunakan yaitu 2 mm.
Material pahat yang digunakan pada proses friction drilling yaitu material tungsten dikarenakan material tungsten sifat tahan panas yang tinggi.
Dilakukan pengujian penetrant dan pengamatan pada struktur makro dan mikro untuk mengetahui cacat permukaan, setelah pengujian akan diambil data dari bahan yang sudah diuji yang kemudian data dari mikroskopis akan diolah menggunakan software ImageJ.
Dari hasil pengujian yang dilakukan dengan variasi diameter.
Semakin besar diameter pahat yang digunakan maka semakin besar cacat yang didapatkan.
Hasil dari pengujian foto mikro menunjukan beberapa kecacatan yang terjadi pada material, yaitu cacat titik dan cacat garis.
Pada pelat dengan tebal 2 mm yang di bor dengan diameter pahat 6 mm saat dilakukan pengujian foto mikro menghasilkan pemadatan permukaan yang cukup merata dan mengalami kecacatan yang dominan.

Related Results

Konsep Khiyar ‘Aib dan Relevansinya dengan Garansi
Konsep Khiyar ‘Aib dan Relevansinya dengan Garansi
Salah satu dari syarat sahnya melakukan akad jual beli yaitu adanya saling ridha keduanya (penjual dan pembeli), tidak sah bagi suatu jual beli apabila salah satu dari keduanya ada...
Pit Less Drilling Significantly Reduces Wells Environmental Footprint
Pit Less Drilling Significantly Reduces Wells Environmental Footprint
Abstract Pit less Drilling technology is a technology that eliminates the requirement for earthen pits or sumps to capture waste fluid. In this paper we will examine...
Analisis Cacat Teknis Kayu Lapis Pada Berbagai Ketebalan Di PT. Elbana Abadi Jaya Tanjung Tabalong
Analisis Cacat Teknis Kayu Lapis Pada Berbagai Ketebalan Di PT. Elbana Abadi Jaya Tanjung Tabalong
The many needs for plywood resulted in the increase in the plywood industry, causing competition between business actors. One way to maintain their products in the market by paying...
Application of Innovative High Temperature Deep Pyrolysis Technology to Treat Drilling Cuttings Harmlessly in Tarim Basim
Application of Innovative High Temperature Deep Pyrolysis Technology to Treat Drilling Cuttings Harmlessly in Tarim Basim
Abstract Due to high temperature, high pressure, and gypsum-salt formations in the Tian Mountain Front Block in Tarim Basin, the stability and rheology of traditiona...
Horizontal Re-entry Drilling With Coiled Tubing: A Viable Technology
Horizontal Re-entry Drilling With Coiled Tubing: A Viable Technology
Abstract Horizontal drilling technology has been the fastest growing segment of the oil and gas industry over the last few years. With the diversity of reservoirs...
Horizontal Re-entry Drilling With Coiled Tubing: A Viable Technology
Horizontal Re-entry Drilling With Coiled Tubing: A Viable Technology
Abstract Horizontal drilling technology has been the fastest growing segment of the oil and gas industry over the last few years. With the diversity of reservoirs...
Penerapan Siklus Plan-Do-Check-Action untuk Mengurangi Cacat Permukaan pada Produk Outer Tube Model 2DP di PT. XYZ
Penerapan Siklus Plan-Do-Check-Action untuk Mengurangi Cacat Permukaan pada Produk Outer Tube Model 2DP di PT. XYZ
Tingkat cacat permukaan pada outer tube model 2DP di area pemesinan PT.XYZ masih mencapai 3,91%, melebihi Key Performance Indicator (KPI) perusahaan sebesar 1,36%. Kajian terdahulu...

Back to Top