Javascript must be enabled to continue!
IDENTIFIKASI DAN PENANGGULANGAN FAKTOR RESIKO DEFISIENSI VITAMIN D PADA LANSIA DI KOTA MATARAM
View through CrossRef
Berdasarkan data dari Setiati (2008), defisiensi vitamin D pada lansia di Indonesia menunjukkan bahwa pada setiap 3 lansia terdapat 1 lansia yang beresiko untuk mengalami defisiensi vitamin D. Hal ini sangat vital mengingat lansia memiliki resiko lebih tinggi untuk mengalami defisiensi vitamin D. Defisiensi vitamin D pada lansia sering kali tersembunyi di balik keluhan kesehatan lainnya sehingga tidak terdeteksi secara dini. Defisiensi vitamin D pada lansia akan berdampak pada sistem skeletal, kardiovaskuler, pencernaan, syaraf dan imunitas tubuh. Dari hasil penelitian Irawati et al (2018) didapatkan bahwa 4 dari 5 lansia memiliki asupan makanan yang rendah vitamin D. Selain itu, kami juga mengamati adanya faktor resiko terjadinya defisiensi vitamin D pada populasi target. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mengidentifikasi faktor resiko kekurangan asupan vitamin D dan meningkatkan pengetahuan lansia yang tergabung di dalam Perhimpunan Hari Lanjut Usia Kota Mataram tentang kecukupan vitamin D dan pencegahan defisiensi vitamin D. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi skrining faktor resiko defisiensi vitamin D dan penyuluhan kecukupan vitamin D. Materi penyuluhan berupa informasi mengenai sumber vitamin D, manfaat dan pentingnya kecukupan vitamin D terhadap pencegahan penyakit skeletal dan non skeletal pada lansia. Hasil skrining faktor resiko defisiensi vitamin D pada lansia menunjukkan bahwa gangguan penglihatan, demensia dan perasaan khawatir akan jatuh merupakan faktor resiko utama kekurangan asupan vitamin D. Dari kegiatan penyuluhan, tingkat kehadiran peserta tinggi dan terdapat respon aktif dari para peserta saat sesi tanya jawab.
Universitas Mataram
Title: IDENTIFIKASI DAN PENANGGULANGAN FAKTOR RESIKO DEFISIENSI VITAMIN D PADA LANSIA DI KOTA MATARAM
Description:
Berdasarkan data dari Setiati (2008), defisiensi vitamin D pada lansia di Indonesia menunjukkan bahwa pada setiap 3 lansia terdapat 1 lansia yang beresiko untuk mengalami defisiensi vitamin D.
Hal ini sangat vital mengingat lansia memiliki resiko lebih tinggi untuk mengalami defisiensi vitamin D.
Defisiensi vitamin D pada lansia sering kali tersembunyi di balik keluhan kesehatan lainnya sehingga tidak terdeteksi secara dini.
Defisiensi vitamin D pada lansia akan berdampak pada sistem skeletal, kardiovaskuler, pencernaan, syaraf dan imunitas tubuh.
Dari hasil penelitian Irawati et al (2018) didapatkan bahwa 4 dari 5 lansia memiliki asupan makanan yang rendah vitamin D.
Selain itu, kami juga mengamati adanya faktor resiko terjadinya defisiensi vitamin D pada populasi target.
Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mengidentifikasi faktor resiko kekurangan asupan vitamin D dan meningkatkan pengetahuan lansia yang tergabung di dalam Perhimpunan Hari Lanjut Usia Kota Mataram tentang kecukupan vitamin D dan pencegahan defisiensi vitamin D.
Metode pelaksanaan kegiatan meliputi skrining faktor resiko defisiensi vitamin D dan penyuluhan kecukupan vitamin D.
Materi penyuluhan berupa informasi mengenai sumber vitamin D, manfaat dan pentingnya kecukupan vitamin D terhadap pencegahan penyakit skeletal dan non skeletal pada lansia.
Hasil skrining faktor resiko defisiensi vitamin D pada lansia menunjukkan bahwa gangguan penglihatan, demensia dan perasaan khawatir akan jatuh merupakan faktor resiko utama kekurangan asupan vitamin D.
Dari kegiatan penyuluhan, tingkat kehadiran peserta tinggi dan terdapat respon aktif dari para peserta saat sesi tanya jawab.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
VITAMIN D INSUFFICIENCY IN FOUR MAJOR HOSPITALS OF PUNJAB
VITAMIN D INSUFFICIENCY IN FOUR MAJOR HOSPITALS OF PUNJAB
Objective: To demonstrate vitamin D deficiency in the general population of Punjab
Study Design: Observational, Cross-Sectional
Place and Duration: Multicentre study co...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Hubungan Defisiensi Besi dengan Perilaku Anak Usia Sekolah di Kota Palembang
Hubungan Defisiensi Besi dengan Perilaku Anak Usia Sekolah di Kota Palembang
Latar belakang. Prevalensi defisiensi besi anak usia sekolah di Indonesia sebesar 47,2%. Defisiensi besimenyebabkan perkembangan dan fungsi saraf terganggu, termasuk timbulnya masa...
PELATIHAN SENAM YOGA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR LANSIA POSYANDU PELANGI NUSANTARA KELURAHAN DARMO KECAMATAN WONOKROMO, SURABAYA
PELATIHAN SENAM YOGA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR LANSIA POSYANDU PELANGI NUSANTARA KELURAHAN DARMO KECAMATAN WONOKROMO, SURABAYA
Kebutuhan vital yang penting agar proses kehidupan berlangsung baik untuk setiap makhluk hidup adalah kebutuhan tidur. Akan tetapi hal tersebut akan mengalami pergeseran saat memas...
Pelatihan Konselor Pada Kader Lansia RW.19 Sendangmulyo - Semarang
Pelatihan Konselor Pada Kader Lansia RW.19 Sendangmulyo - Semarang
Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah upaya melatih para kader lansia agar dapat berperan sebagai konselor untuk kesejahteraan lansia di RW.19 Sendangmulyo di kota Semarang. Berd...
Lansia Sehat dan Aktif di Kecamatan Mijen Semarang Jawa Tengah
Lansia Sehat dan Aktif di Kecamatan Mijen Semarang Jawa Tengah
Lansia merupakan bagian dari masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus berkaitan dengan Kesehatan. Seseorang yang menuju ke fase lansia akan merasakan perubahan seperti kemundur...

