Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KASUS SUAP OLEH BOWO SIDIK UNTUK SERANGAN FAJAR PEMILU 2019 DITINJAU DARI ETIKA POLITIK MENURUT ARISTOTELES, MACHIAVELLI, DAN HOBBES

View through CrossRef
Indonesia merupakan negara demokrasi yang di mana setiap tindakan dilakukan untuk rakyat, dari rakyat, dan oleh rakyat. Dalam demokrasi tentu ada yang namanya politik. Indonesia tak lepas dari politik. Beberapa kasus yang ada di Indonesia juga sering terjadi karena politik. Seperti yang baru baru ini, ada kasus tentang tindakan suap yang dilakukan oleh mantan komisi VIII DPR RI yaitu Bowo Sidik Pangarso. Bowo Sidik Pangarso terbukti menerima suap sebesar Rp 221 juta dan USD 85.130 dari Marketing Manager PT Humpus Transportasi Kimia yaitu Asty Winasti. Uang itu diterima Bowo melalui perantara staf PT Inarsia, Indung. Bowo sendiri mengaku bahwa penerimaan suap itu dilakukan untuk biaya kampanye sebab Bowo kembali maju sebagai caleg dari Dapil Jawa Tengah II. Kasus suap di Indonesia sendiri sudah marak dilakukan oleh tikus tikus berdasi, maka tak heran jika ada kasus suap seperti ini. Namun tindakan suap bukanlah tindakan yang etis. Apalagi tindakan suap itu dilakukan untuk kepentingan politik. Politik yang baik seharusnya politik yang beretika. Seperti yang di bilang Aristoteles bahwa politik itu gandeng dengan etika, karena etika awal orang berpolitik. Aristoteles berpendapat bahwa Negara mengejar kebaikan bersama. Lalu bagaimana pendapat Machiavelli tentang beretika dalam politik? Ternyata Machiavelli berpendapat bahwa ada jurang pemisah yang cukup curam antara etika dan politik. Lain lagi dengan pendapat Hobbes mengenai etika dan politik. Ketiga tokoh tersebut mempunyai pandangan yang berbeda mengenai etika dan politik. Namun pendapat ketiga tokoh tersebut nyatanya ada dalam kehidupan di sekeliling kita. Tanpa kita sadari, pendapat ketiga tokoh tersebut benar benar terjadi. Lalu apakah ketiga pendapat tokoh tersebut benar? Apa itu hanya kebetulan saja? Untuk lebih jelasnya mari kita simak penjelasan di bawah ini.
Center for Open Science
Title: KASUS SUAP OLEH BOWO SIDIK UNTUK SERANGAN FAJAR PEMILU 2019 DITINJAU DARI ETIKA POLITIK MENURUT ARISTOTELES, MACHIAVELLI, DAN HOBBES
Description:
Indonesia merupakan negara demokrasi yang di mana setiap tindakan dilakukan untuk rakyat, dari rakyat, dan oleh rakyat.
Dalam demokrasi tentu ada yang namanya politik.
Indonesia tak lepas dari politik.
Beberapa kasus yang ada di Indonesia juga sering terjadi karena politik.
Seperti yang baru baru ini, ada kasus tentang tindakan suap yang dilakukan oleh mantan komisi VIII DPR RI yaitu Bowo Sidik Pangarso.
Bowo Sidik Pangarso terbukti menerima suap sebesar Rp 221 juta dan USD 85.
130 dari Marketing Manager PT Humpus Transportasi Kimia yaitu Asty Winasti.
Uang itu diterima Bowo melalui perantara staf PT Inarsia, Indung.
Bowo sendiri mengaku bahwa penerimaan suap itu dilakukan untuk biaya kampanye sebab Bowo kembali maju sebagai caleg dari Dapil Jawa Tengah II.
Kasus suap di Indonesia sendiri sudah marak dilakukan oleh tikus tikus berdasi, maka tak heran jika ada kasus suap seperti ini.
Namun tindakan suap bukanlah tindakan yang etis.
Apalagi tindakan suap itu dilakukan untuk kepentingan politik.
Politik yang baik seharusnya politik yang beretika.
Seperti yang di bilang Aristoteles bahwa politik itu gandeng dengan etika, karena etika awal orang berpolitik.
Aristoteles berpendapat bahwa Negara mengejar kebaikan bersama.
Lalu bagaimana pendapat Machiavelli tentang beretika dalam politik? Ternyata Machiavelli berpendapat bahwa ada jurang pemisah yang cukup curam antara etika dan politik.
Lain lagi dengan pendapat Hobbes mengenai etika dan politik.
Ketiga tokoh tersebut mempunyai pandangan yang berbeda mengenai etika dan politik.
Namun pendapat ketiga tokoh tersebut nyatanya ada dalam kehidupan di sekeliling kita.
Tanpa kita sadari, pendapat ketiga tokoh tersebut benar benar terjadi.
Lalu apakah ketiga pendapat tokoh tersebut benar? Apa itu hanya kebetulan saja? Untuk lebih jelasnya mari kita simak penjelasan di bawah ini.

Related Results

resume hukum tatanegara
resume hukum tatanegara
Resume partai politik dan pemilihan umum“Partai politik dan sistem pemilu” Partai politik dan sistem pemilu saling berkaitan satu sama lain. Partai politik tanpa sistem pemilu yang...
Bowo Perkawinan Adat Suku Nias Dengan Dasar Perkawinan Gereja Katolik
Bowo Perkawinan Adat Suku Nias Dengan Dasar Perkawinan Gereja Katolik
Böwö marriage of the Nias tribe is generally interpreted as sumange (giving awards). Böwö is masi-masi/hele-hele dödö Zatua khö nono nia ono alawe (giving affection/proof of the br...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
resume hukum tatanegara
resume hukum tatanegara
Resume Tentang Pemilihan Umum dan Partai Politik1. Pemilihan UmumPeluang dan tantangan pemilu serentak 2019 dalam perspektif politikINTISARIPemilihan Umum 2019 adalah pemilihan leg...
OPTIMALISASI PERAN PEMUDA SEBAGAI GENERASI SADAR PEMILU DALAM MENEKAN JUMLAH PELANGGARAN PEMILU
OPTIMALISASI PERAN PEMUDA SEBAGAI GENERASI SADAR PEMILU DALAM MENEKAN JUMLAH PELANGGARAN PEMILU
Pemilu merupakan hajat kolektif rakyat, sebagai sebuah hajatan yang suci, terhormat dan bermartabat untuk memilih pemimpinnya secara demokratis tidak mudah untuk diwujudkan. Fakta ...
Peran KPU Kota Surabaya Melalui Rumah Pintar Pemilu Bung Tomo dalam Pengembangan Pendidikan Politik Masyarakat
Peran KPU Kota Surabaya Melalui Rumah Pintar Pemilu Bung Tomo dalam Pengembangan Pendidikan Politik Masyarakat
Penelitian ini mengkaji tentang “Peran KPU Kota Surabaya Melalui Rumah Pintar Pemilu (RPP) Bung Tomo Dalam Pengembangan Pendidikan Politik Masyarakat”. Penulis menggunakan dua rumu...
Strategi Pengentasan Praktik Suap di Lingkungan Publik
Strategi Pengentasan Praktik Suap di Lingkungan Publik
Suap menyuap merupakan salah satu modus yang menyebabkan akan terjadinya korupsi dan praktik suap merupakan masalah serius di Indonesia yang berdampak negatif terhadap pembangunan ...

Back to Top