Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

STRATEGI PENINGKATAN KINERJA APARATUR PEMERINTAH DAERAH PASCA PEMINDAHAN IBU KOTA (STUDI KASUS PADA SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW PROVINSI SULAWESI UTARA)

View through CrossRef
Penelitian ini merupakan sebuah studi kasus yang mengkaji kinerja aparatatur di Sekretariat Daerah serta merumuskan strategi Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow dalam meningkatkan kinerja aparatur pemerintah daerah pasca pemindahan Ibu Kota. Metode penelitian yang digunakan peneliti yaitu penelitian deskripsi dan penelitian eksploratif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data melalui obervasi, wawancara, dokumentasi, serta audio dan visual meterial. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang dikembangkan oleh Miles dan Hubermas. Penentuan Strategi peningkatan kinerja aparatur pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow pascapemindahan ibu kota peneliti menggunakan analisis ASOCA (ability, strength, opportunities, culture, dan agility). Masuknya unsur budaya dalam strategi inilah yang membuatnya cocok dengan karakteristik Bangsa Indonesia yang didalamnya tumbuh dan berkembang beragam budaya. Hasil penelitian yang didasarkan pada lima dimensi yakni kuantitas pekerjaan, kualitas pekerjaan, ketepatan waktu, kehadiran dan kemampuan kerja sama menunjukan bahwa kinerja aparatur pemerintah daerah pasca pemindahan ibu kota mengalami degradasi yang cukup signifikan, beberapa faktor yang mempengaruhi adalah fasilitas kerja, lingkungan kerja, sistem reward and punishment, insentif, jarak tempat tinggal aparatur dengan ibu kota kabupaten, pengendalian dan pengawasan internal, kepemimpinan, serta standar kerja yang belum secara penuh dijadikan sebagai acuan dalam berkerja. Adapun strategi yang terumuskan untuk meningkatkan kinerja aparatur dalam penelitian ini adalah penerapanteknologi informasi secara maksimal, pendidikan lanjutan bagi ASN, penegakan disiplin secara ketat, pemanfaatan rumah susun untuk tempat tinggal ASN, Asessment bagi seluruh ASN, pelatihan teknologi informasi, membangun reward system melalui pemberian bonus (bonus pay) bagi ASN berprestasi, membangun tata kelola pemerintahan 4.0, komitmen peningkatan kinerja, membangun kekompakan dan etos kerja berdasarkan kearifan budaya masyarakat lokal yang menjunjung sikap saling memperbaiki (mototompiaan) dan saling menyayangi (mototabian) dibingkai dengan sikap saling menghormati (mooaheran) dan bahasa yang santun (mobobahasaan).
Title: STRATEGI PENINGKATAN KINERJA APARATUR PEMERINTAH DAERAH PASCA PEMINDAHAN IBU KOTA (STUDI KASUS PADA SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW PROVINSI SULAWESI UTARA)
Description:
Penelitian ini merupakan sebuah studi kasus yang mengkaji kinerja aparatatur di Sekretariat Daerah serta merumuskan strategi Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow dalam meningkatkan kinerja aparatur pemerintah daerah pasca pemindahan Ibu Kota.
Metode penelitian yang digunakan peneliti yaitu penelitian deskripsi dan penelitian eksploratif dengan pendekatan kualitatif.
Pengumpulan data melalui obervasi, wawancara, dokumentasi, serta audio dan visual meterial.
Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang dikembangkan oleh Miles dan Hubermas.
Penentuan Strategi peningkatan kinerja aparatur pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow pascapemindahan ibu kota peneliti menggunakan analisis ASOCA (ability, strength, opportunities, culture, dan agility).
Masuknya unsur budaya dalam strategi inilah yang membuatnya cocok dengan karakteristik Bangsa Indonesia yang didalamnya tumbuh dan berkembang beragam budaya.
Hasil penelitian yang didasarkan pada lima dimensi yakni kuantitas pekerjaan, kualitas pekerjaan, ketepatan waktu, kehadiran dan kemampuan kerja sama menunjukan bahwa kinerja aparatur pemerintah daerah pasca pemindahan ibu kota mengalami degradasi yang cukup signifikan, beberapa faktor yang mempengaruhi adalah fasilitas kerja, lingkungan kerja, sistem reward and punishment, insentif, jarak tempat tinggal aparatur dengan ibu kota kabupaten, pengendalian dan pengawasan internal, kepemimpinan, serta standar kerja yang belum secara penuh dijadikan sebagai acuan dalam berkerja.
Adapun strategi yang terumuskan untuk meningkatkan kinerja aparatur dalam penelitian ini adalah penerapanteknologi informasi secara maksimal, pendidikan lanjutan bagi ASN, penegakan disiplin secara ketat, pemanfaatan rumah susun untuk tempat tinggal ASN, Asessment bagi seluruh ASN, pelatihan teknologi informasi, membangun reward system melalui pemberian bonus (bonus pay) bagi ASN berprestasi, membangun tata kelola pemerintahan 4.
0, komitmen peningkatan kinerja, membangun kekompakan dan etos kerja berdasarkan kearifan budaya masyarakat lokal yang menjunjung sikap saling memperbaiki (mototompiaan) dan saling menyayangi (mototabian) dibingkai dengan sikap saling menghormati (mooaheran) dan bahasa yang santun (mobobahasaan).

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Evaluasi Program Pelatihan Peningkatkan Kompetensi Pendidik Paud
Evaluasi Program Pelatihan Peningkatkan Kompetensi Pendidik Paud
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) evaluasi komponen contexct evaluasi program pelatihan peningkatan kompetensi pendidik PAUD di Dinas Kabupaten Bolaang Mongondow Utara...
Analisis Potensi Sektoral Perekonomian Sebagai Dasar Perencanaan Pembangunan di Kabupaten Bolaang Mongondow
Analisis Potensi Sektoral Perekonomian Sebagai Dasar Perencanaan Pembangunan di Kabupaten Bolaang Mongondow
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sektor-sektor apa saja yang menjadi Basis dan Unggulan di Kabupaten Bolaang Mongondow, Mengidentifikasi sektor-sektor Potensial yang dap...
Evaluasi Kinerja Sekretariat Daerah Kota Medan
Evaluasi Kinerja Sekretariat Daerah Kota Medan
Untuk mencapai Akuntabilitas Instansi Pemerintah yang baik, Sekretariat Daerah selaku unsur pembantu pimpinan, dituntut selalu melakukan pembenahan kinerja. Pembenahan kinerja diha...
IMPLIKASI EVALUASI KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH (EKPPD) KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA
IMPLIKASI EVALUASI KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH (EKPPD) KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA
Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui dan menganalisis implikasi Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara; 2) untuk men...
Strategi Pengelolaan Keuangan bagi Nelayan Pesisir di Desa Bolaang 1 Kecamatan Bolaang Timur Kabupaten Bolaang Mongondow
Strategi Pengelolaan Keuangan bagi Nelayan Pesisir di Desa Bolaang 1 Kecamatan Bolaang Timur Kabupaten Bolaang Mongondow
Penelitian ini menggunakan pendekatann kualitatiif dengan jenis penelitian field research (penelitian lapangan). Dalam penentuan subjek penelitian menggunakan purposive serta mengg...
KINERJA APARATUR SIPIL NEGARA PADA SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN TULUNGAGUNG
KINERJA APARATUR SIPIL NEGARA PADA SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN TULUNGAGUNG
Mengembangkan budaya kerja atau menanamkan nilai-nilai positif dalam organisasi tetap menjadi tantangan besar jika hanya mengandalkan kesadaran individu pegawai. Banyak regulasi ya...

Back to Top