Javascript must be enabled to continue!
PENENTUAN BAKTERI SULFAT REDUCING BACTERIA (SRB) DAN SULFUR OXIDAZING BACTERIA (SOB) DENGAN MENGGUNAKAN PELARUT YANG BERBEDA
View through CrossRef
Pengamatan ini bertujuan untuk mengetahui populasi bakteri pereduksi sulfat dan pengoksidasi sulfur pada sedimen tambak menggunakan larutan pengencer yang berbeda. Sampel sedimen sebanyak 5 g digerus dengan lumpang penggerus yang steril hingga homogen. Dua jenis larutan pengencer yang steril yaitu larutan garam fisiologis (NaCl 0,85%) 9 mL dan larutan Artificial Sea Water (ASW) atau larutan air laut buatan 9 mL disiapkan. Selanjutnya masing-masing 1 g sedimen tambak yang telah homogen dimasukkan ke dalam larutan pengencer tersebut, kemudian divortex hingga homogen. Setelah homogen masing-masing diambil 100 L, kemudian dimasukkan dalam media penumbuh bakteri SRB dan SOB dalam microplate 24 lubang yang telah disiapkan sebelumnaya. Biakan tersebut kemudian diinkubasi secara Anaerobik selama 12 hari untuk bakteri SRB dan 14 hari untuk SOB. Pengamatan populasi bakteri SRB dilakukan dengan melihat adanya perubahan warna media dari warna merah muda menjadi warna hitam, sedangkan bakteri SOB dapat dilihat dengan adanya perubahan dari warna biru muda menjadi merah bata setelah penambahan larutan kalium iodid (larutan KI 1%) sebanyak 1 mL/lubang microplate. Hasil percobaan menunjukkan bahwa populasi bakteri SRB dengan menggunakan pelarut ASW dan garam fisiologis relatif sama terutama pada percobaan periode II dan IV. Sedangkan populasi bakteri SOB relatif lebih tinggi pada penggunaan pelarut garam fisiologis (NaCl 0,85%) dibanding pelarut ASW.
Agency for Marine and Fisheries Research and Development
Title: PENENTUAN BAKTERI SULFAT REDUCING BACTERIA (SRB) DAN SULFUR OXIDAZING BACTERIA (SOB) DENGAN MENGGUNAKAN PELARUT YANG BERBEDA
Description:
Pengamatan ini bertujuan untuk mengetahui populasi bakteri pereduksi sulfat dan pengoksidasi sulfur pada sedimen tambak menggunakan larutan pengencer yang berbeda.
Sampel sedimen sebanyak 5 g digerus dengan lumpang penggerus yang steril hingga homogen.
Dua jenis larutan pengencer yang steril yaitu larutan garam fisiologis (NaCl 0,85%) 9 mL dan larutan Artificial Sea Water (ASW) atau larutan air laut buatan 9 mL disiapkan.
Selanjutnya masing-masing 1 g sedimen tambak yang telah homogen dimasukkan ke dalam larutan pengencer tersebut, kemudian divortex hingga homogen.
Setelah homogen masing-masing diambil 100 L, kemudian dimasukkan dalam media penumbuh bakteri SRB dan SOB dalam microplate 24 lubang yang telah disiapkan sebelumnaya.
Biakan tersebut kemudian diinkubasi secara Anaerobik selama 12 hari untuk bakteri SRB dan 14 hari untuk SOB.
Pengamatan populasi bakteri SRB dilakukan dengan melihat adanya perubahan warna media dari warna merah muda menjadi warna hitam, sedangkan bakteri SOB dapat dilihat dengan adanya perubahan dari warna biru muda menjadi merah bata setelah penambahan larutan kalium iodid (larutan KI 1%) sebanyak 1 mL/lubang microplate.
Hasil percobaan menunjukkan bahwa populasi bakteri SRB dengan menggunakan pelarut ASW dan garam fisiologis relatif sama terutama pada percobaan periode II dan IV.
Sedangkan populasi bakteri SOB relatif lebih tinggi pada penggunaan pelarut garam fisiologis (NaCl 0,85%) dibanding pelarut ASW.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Influence of Sulfate and Iron Reducing Bacteria on Carbon Steel Corrosion in Marine Environments
Influence of Sulfate and Iron Reducing Bacteria on Carbon Steel Corrosion in Marine Environments
The current study highlights the corrosion consequences observed in API 5L X65 carbon steel when exposed to a marine-like environment containing carbon dioxide (CO2), in the presen...
The antimycobacterial and healing effect of sorafenib through pro-apoptotic and immunomodulatory activities
The antimycobacterial and healing effect of sorafenib through pro-apoptotic and immunomodulatory activities
ABSTRACT
Tuberculosis is caused by the bacterium
Mycobacterium tuberculosis...
Isolasi Bakteri Endofit Dari Sea Grass Yang Tumbuh Di Kawasan Pantai Pulau Lombok Dan Potensinya Sebagai Sumber Antimokroba Terhadap Bakteri Patogen
Isolasi Bakteri Endofit Dari Sea Grass Yang Tumbuh Di Kawasan Pantai Pulau Lombok Dan Potensinya Sebagai Sumber Antimokroba Terhadap Bakteri Patogen
ABSTRAKÃÂ Telah dilakukan isolasi bakteri endofit dari seagrass jenis Enhalus acoroides (Linneaus f.) Royle, yang tumbuh di perairan pantai Kuta Lombok Tengah. Media yang digunaka...
OPTIMASI PEMBUATAN DIETIL ETER DENGAN PROSES REAKTIF DISTILASI
OPTIMASI PEMBUATAN DIETIL ETER DENGAN PROSES REAKTIF DISTILASI
DiEtil Eter banyak digunakan sebagai bahan pelarut untuk reaksi organik dan pemisahan senyawa organik dari sumber alamnya, sebagai bahan bakar. DiEtil Eter umumnya diproduksi denga...
ANALISIS PERMODELAN DINAMIS KELIMPAHAN BAKTERI Vibrio sp. PADA BUDIDAYA UDANG VANAME, Litopenaeus vannamei
ANALISIS PERMODELAN DINAMIS KELIMPAHAN BAKTERI Vibrio sp. PADA BUDIDAYA UDANG VANAME, Litopenaeus vannamei
Vibrio sp. adalah jenis bakteri patogen yang banyak ditemui pada tambak budidaya udang. Spesies bakteri ini banyak menyerang udang vaname hingga menimbulkan mortalitas. Tujuan dari...
Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Termofililk Penghasil Enzim Protease Asal Sumber Air Panas Way Belerang, Lampung
Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Termofililk Penghasil Enzim Protease Asal Sumber Air Panas Way Belerang, Lampung
Abstrak
Protease merupakan enzim yang menghidrolisis ikatan peptida pada protein. Enzim ini biasa dimanfaatkan dalam industri pangan, pertanian, medis hingga membantu dalam proses...

