Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Implementasi Metode EDAS dan Pembobotan ROC untuk Pemilihan Destinasi Wisata Ramah Pengunjung di Indonesia

View through CrossRef
Penelitian ini mengkaji penerapan sistem pendukung keputusan (SPK) untuk menentukan destinasi wisata yang ramah pengunjung di Indonesia. Permasalahan utama yang diidentifikasi adalah kebutuhan akan mekanisme pemilihan destinasi wisata yang tidak hanya berdasarkan popularitas, tetapi juga mempertimbangkan aspek kenyamanan, keamanan, serta fasilitas pendukung yang memadai. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini menggunakan metode Evaluation Based on Distance from Average Solution (EDAS) untuk mengevaluasi alternatif destinasi berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Pembobotan dilakukan menggunakan metode Rank Order Centroid (ROC) untuk menjamin objektivitas dalam menentukan prioritas kriteria. Dalam penelitian ini, kriteria yang digunakan meliputi izin operasional, ketersediaan fasilitas wisata, penerapan konsep 3R, sistem ramah lingkungan, sistem pengolahan limbah, serta sistem penyediaan air bersih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Provinsi Jawa Barat berhasil menempati peringkat pertama sebagai destinasi wisata paling ramah pengunjung, dengan nilai hasil akhir tertinggi sebesar 0,997. Selain itu, analisis korelasi yang dihasilkan menunjukkan terdapat korelasi positif yang signifikan antara hasil peringkat dengan data jumlah pengunjung, yang memperkuat validitas dan efektivitas pendekatan yang digunakan. Penelitian ini memberikan manfaat praktis bagi wisatawan dalam memilih destinasi wisata yang berkualitas berdasarkan kriteria yang relevan. Di sisi lain, hasil penelitian ini juga menjadi acuan bagi pengelola destinasi wisata dalam meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas agar lebih sesuai dengan kebutuhan pengunjung.
Title: Implementasi Metode EDAS dan Pembobotan ROC untuk Pemilihan Destinasi Wisata Ramah Pengunjung di Indonesia
Description:
Penelitian ini mengkaji penerapan sistem pendukung keputusan (SPK) untuk menentukan destinasi wisata yang ramah pengunjung di Indonesia.
Permasalahan utama yang diidentifikasi adalah kebutuhan akan mekanisme pemilihan destinasi wisata yang tidak hanya berdasarkan popularitas, tetapi juga mempertimbangkan aspek kenyamanan, keamanan, serta fasilitas pendukung yang memadai.
Untuk menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini menggunakan metode Evaluation Based on Distance from Average Solution (EDAS) untuk mengevaluasi alternatif destinasi berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.
Pembobotan dilakukan menggunakan metode Rank Order Centroid (ROC) untuk menjamin objektivitas dalam menentukan prioritas kriteria.
Dalam penelitian ini, kriteria yang digunakan meliputi izin operasional, ketersediaan fasilitas wisata, penerapan konsep 3R, sistem ramah lingkungan, sistem pengolahan limbah, serta sistem penyediaan air bersih.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Provinsi Jawa Barat berhasil menempati peringkat pertama sebagai destinasi wisata paling ramah pengunjung, dengan nilai hasil akhir tertinggi sebesar 0,997.
Selain itu, analisis korelasi yang dihasilkan menunjukkan terdapat korelasi positif yang signifikan antara hasil peringkat dengan data jumlah pengunjung, yang memperkuat validitas dan efektivitas pendekatan yang digunakan.
Penelitian ini memberikan manfaat praktis bagi wisatawan dalam memilih destinasi wisata yang berkualitas berdasarkan kriteria yang relevan.
Di sisi lain, hasil penelitian ini juga menjadi acuan bagi pengelola destinasi wisata dalam meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas agar lebih sesuai dengan kebutuhan pengunjung.

Related Results

Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus
Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus
<p class="Abstract">Wisata Alam Colo merupakan salah satu tempat wisata yang berkembang di Kabupaten Kudus. Wisata alam ini mempunyai daya tarik baik dari segi fisik alam mau...
Literasi Wisata bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang
Literasi Wisata bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang
Abstrak. Urgensi dari Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah menyelesaikan masalah prioritas Kelompok Pemandu Wisata Karst Rammang-Rammang (mitra) yang: (1) masih fokus...
Inovasi Model Komunikasi Digital Desa Wisata dalam Pengembangan Kapasitas Pelaku Wisata di Kabupaten Bogor
Inovasi Model Komunikasi Digital Desa Wisata dalam Pengembangan Kapasitas Pelaku Wisata di Kabupaten Bogor
Kapasitas pelaku desa wisata di Indonesia umumnya masih rendah terutama para pelaku wisata di desa wisata. Rendahnya kapasitas tersebut dapat dilihat dari pelaku desa wisata yang b...
PEMBUATAN MURAL PADA DAYA TARIK WISATA AIR TERJUN GREMBENGAN DESA WISATA BONGAN, TABANAN-BALI
PEMBUATAN MURAL PADA DAYA TARIK WISATA AIR TERJUN GREMBENGAN DESA WISATA BONGAN, TABANAN-BALI
Wisata Bongan saat ini tengah dikembangkan untuk menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Desa wisata ini memiliki beragam potensi wisata, baik itu ...
Strategi Pengembangan Destinasi Wisata Danau Rana Tonjong Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur
Strategi Pengembangan Destinasi Wisata Danau Rana Tonjong Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh potensi destinasi wisata Danau Rana Tonjong di Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Salah satu distinasi wisa...
ANALISIS PUSAT PERTUMBUHAN PARIWISATA DI KABUPATEN LUMAJANG
ANALISIS PUSAT PERTUMBUHAN PARIWISATA DI KABUPATEN LUMAJANG
Kabupaten Lumajang memiliki sejumlah objek wisata yang relatif lengkap, mulai dari objek wisata alam (wisata tirta, hutan wisata, serta panorama alam), objek wisata buatan (taman r...
PENGEMBANGAN DESTINASI “AIK BUKAK” DI ZONA AIK MENENG
PENGEMBANGAN DESTINASI “AIK BUKAK” DI ZONA AIK MENENG
Pengembangan pariwisata Kabupaten Lombok Tengah terbagi menjadi 3 kawasan yang didasarkan pada ciri dan potensi masing masing kwasan. Kawasan Utara (Aik Meneng) dikembangkan wisata...
Pengembangan Kawasan Wisata Waduk Gondang Berbasis Faktor Minat Masyarakat
Pengembangan Kawasan Wisata Waduk Gondang Berbasis Faktor Minat Masyarakat
Potensi wisata di kabupaten Lamongan berupa potensi wisata alam, wisata budaya, dan wisata buatan. Salah satu potensi wisata alam yang menjadi prioritas pengembangan pariwisata ada...

Back to Top