Javascript must be enabled to continue!
Analisis Pendapatan Usahatani Kakao Di Kabupaten Pidie Jaya Provinsi Aceh
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghitung besarnya pendapatan usahatani kakao, dan (2) menganalisis pendapatan usahatani kakao di Kabupaten Pidie Jaya Provinsi Aceh. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey. Lokasi penelitian ditentukan dengan cara sengaja (purposive) yaitu Kabupaten Pidie Jaya. Lokasi penelitian meliputi 7 (tujuh) kecamatan, yaitu Bandar Baru, Bandar Dua, Trienggadeng, Meureudu, Meurah Dua, Ulim, dan Panteraja. Pemilihan lokasi dilakukan atas dasar bahwa masing-masing kecamatan tersebut merupakan daerah penghasil komoditi kakao. Populasi pada penelitian ini adalah semua petani kakao yang ada di Kabupaten Pidie Jaya Provinsi Aceh. Pengambilan sampel petani dilakukan dengan metode simple random sampling yakni pengambilan secara acak sederhana. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 101 responden yang berasal dari lokasi keseluruhan kecamatan yang ada di Kabupaten Pidie Jaya. Hasil penelitian diperoleh bahwa pendapatan usahatani kakao per hektar per kecamatan di Kabupaten Pidie Jaya sebesar Rp 14.400.000,-. Analisis pendapatan usahatani kakao ditunjukkan oleh nilai R/C ratio sebesar 1,66 artinya bahwa usahatani kakao menguntungkan dan layak untuk diusahakan karena nilai R/C ratio > 1
Title: Analisis Pendapatan Usahatani Kakao Di Kabupaten Pidie Jaya Provinsi Aceh
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghitung besarnya pendapatan usahatani kakao, dan (2) menganalisis pendapatan usahatani kakao di Kabupaten Pidie Jaya Provinsi Aceh.
Penelitian ini dilakukan dengan metode survey.
Lokasi penelitian ditentukan dengan cara sengaja (purposive) yaitu Kabupaten Pidie Jaya.
Lokasi penelitian meliputi 7 (tujuh) kecamatan, yaitu Bandar Baru, Bandar Dua, Trienggadeng, Meureudu, Meurah Dua, Ulim, dan Panteraja.
Pemilihan lokasi dilakukan atas dasar bahwa masing-masing kecamatan tersebut merupakan daerah penghasil komoditi kakao.
Populasi pada penelitian ini adalah semua petani kakao yang ada di Kabupaten Pidie Jaya Provinsi Aceh.
Pengambilan sampel petani dilakukan dengan metode simple random sampling yakni pengambilan secara acak sederhana.
Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 101 responden yang berasal dari lokasi keseluruhan kecamatan yang ada di Kabupaten Pidie Jaya.
Hasil penelitian diperoleh bahwa pendapatan usahatani kakao per hektar per kecamatan di Kabupaten Pidie Jaya sebesar Rp 14.
400.
000,-.
Analisis pendapatan usahatani kakao ditunjukkan oleh nilai R/C ratio sebesar 1,66 artinya bahwa usahatani kakao menguntungkan dan layak untuk diusahakan karena nilai R/C ratio > 1.
Related Results
Analisis Komparatif Biaya Produksi dan Pendapatan Usahatani Padi Sawah Varietas Inpari 32 dengan Varietas MR 219 di Desa Uteun Bayu Kecamatan Bandar Dua Kabupaten Pidie Jaya.
Analisis Komparatif Biaya Produksi dan Pendapatan Usahatani Padi Sawah Varietas Inpari 32 dengan Varietas MR 219 di Desa Uteun Bayu Kecamatan Bandar Dua Kabupaten Pidie Jaya.
Abstrak.Tujuan pelitian ini adalah untuk mengidentifikasi apakah biaya produksi usahatani padi sawah Varietas MR 219 dapat dianggap berbeda secara signifikan dengan biaya produksi ...
TINGKAT SERANGAN PENYAKIT BUSUK BUAH KAKAO (Phytophthora palmivora L.) DAN KEHILANGAN HASIL TANAMAN KAKAO DI KECAMATAN DARUL IHSAN KABUPATEN ACEH TIMUR
TINGKAT SERANGAN PENYAKIT BUSUK BUAH KAKAO (Phytophthora palmivora L.) DAN KEHILANGAN HASIL TANAMAN KAKAO DI KECAMATAN DARUL IHSAN KABUPATEN ACEH TIMUR
Indonesia merupakan salah satu satu negara pembudidaya tanaman kakao paling luas di dunia dan termasuk negara penghasil kakao terbesar ketiga setelah Pantai Gading dan Ghana, yakn...
DAYA SAING EKSPOR KAKAO OLAHAN INDONESIA
DAYA SAING EKSPOR KAKAO OLAHAN INDONESIA
Indonesia merupakan penghasil kakao terbesar ketiga di dunia. Sebagian besar kakao diekspor keluar negeri. Maka pemerintah menerapkan peraturan yang membatasi ekspor kakao. Menurun...
PENINGKATAN NILAI TAMBAH PRODUK KAKAO DI DESA SUNGAI LANGKA KABUPATEN PESAWARAN
PENINGKATAN NILAI TAMBAH PRODUK KAKAO DI DESA SUNGAI LANGKA KABUPATEN PESAWARAN
Agribisnis kakao di Kabupaten Pesawaran masih menghadapi berbagai masalah kompleks antara lain rendahnya produktivitas kakao, mutu produk masih rendah, dan belum adanya nilai tamba...
ANALISIS EFISIENSI DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI KAKAO DI KECAMATAN BANDAR BARU KABUPATEN PIDIE JAYA
ANALISIS EFISIENSI DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI KAKAO DI KECAMATAN BANDAR BARU KABUPATEN PIDIE JAYA
Abstrak.Kakao merupakan tanaman tahunan yang menjadi salah satu komoditas unggulan di sektor perkebunan, yang menjadi andalan mata pencaharian masyarakat. Tujuan penelitian ini un...
Analisis Pengaruh Produksi, Harga Dan Nilai Tukar Terhadap Ekspor Biji Kakao Indonesia Ke Belanda
Analisis Pengaruh Produksi, Harga Dan Nilai Tukar Terhadap Ekspor Biji Kakao Indonesia Ke Belanda
Indonesia adalah salah satu produsen biji kakao terbesar di dunia. Kakao menjadi salah satu komoditi unggulan Indonesia yang di ekspor ke pasar internasional. Belanda menjadi salah...
DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
Biji kakao kering ditingkat petani sebagian besar dihasilkan tanpa fermentasiyang mempunyai beberapa kelemahan diantaranya tidak menghasilkan prekursorflavour khas kakao. Upaya unt...
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Adopsi Petani Terhadap Teknologi Combine Harvester
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Adopsi Petani Terhadap Teknologi Combine Harvester
Abstrak.Pembangunan pertanian memiliki tugas utama yang salah satunya adalah menemukan metode atau cara bagi pertanian untuk dapat dipraktikkan secara efektif oleh petani. Pembangu...

