Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Keanekaragaman Tumbuhan Paku Di Kawasan Twa Kerandangan Kabupaten Lombok Barat

View through CrossRef
Taman Wisata Alam Kerandangan adalah salah satu kawasan konservasi yang terletak di desa Senggigi, Lombok Barat. Lanskap eksotis dan beragam flora maupun fauna menjadi ciri khas yang membedakan taman wisata ini. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif, bertujuan untuk mendapatkan data dan informasi yang berisi penjabaran terkait keanekaragaman tumbuhan paku di kawasan TWA Kerandangan. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode jelajah kombinasi dengan plot, yaitu dengan menjelajahi kawasan TWA dari halaman depan menuju air terjun Goa Walet dan membuat plot ukuran 5m x 5m untuk setiap stasiun tempat pengambilan data tumbuhan paku. Teknik analisis data menggunakan metode deskriptif kuantitatif, yaitu menghitung INP dan H´ tumbuhan paku yang didapatkan, and documentation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat di kawasan TWA Kerandangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat13 jenis tumbuhan paku antara lain Adiantum raddianum C. Presl, Christella dentata (Forssk.) Brownsey & Jermy, Cystopteris fragilis (L.) Bernh., Elaphoglossum crassifolium (Gaudich.) W.R. Anderson & Crosby, Microsorum pustulatum (G.Forst.) Copel., Nephrolepis biserrata, Odontosoria chinensis (L.) J.Sm., Platycerium bifurcatum C.Chr, Polypodium vulgare, Pteridium aquilinum (L.) Kuhn, Pteris biaurita L., Pteris ensiformis Burn., Selaginella sp. Berdasarkan hasil analisis data didapatkan INP stasiun 1 didominasi oleh C. fragilis (63,17%), C. dentata (51,03%), dan A. raddianum (45,95%). INP stasiun 2 didominasi oleh jenis P. aquilinum (56,14%), dan INP pada stasiun 3 didominasi oleh E. crassifolium (97,57%) dan Selaginella (53,22%). Nilai indeks keanekaragaman tumbuhan paku di TWA Kerandangan membuktikan bahwa keanekaragaman jenis tumbuhan paku dari setiap stasiun termasuk ke dalam kategori sedang dengan nilai 1,0 < H´ < 3 dimana H´ pada stasiun 1 ialah 1,70, stasiun 2 yaitu 1,69, dan stasiun 3 yaitu 1,24.
Title: Keanekaragaman Tumbuhan Paku Di Kawasan Twa Kerandangan Kabupaten Lombok Barat
Description:
Taman Wisata Alam Kerandangan adalah salah satu kawasan konservasi yang terletak di desa Senggigi, Lombok Barat.
Lanskap eksotis dan beragam flora maupun fauna menjadi ciri khas yang membedakan taman wisata ini.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif, bertujuan untuk mendapatkan data dan informasi yang berisi penjabaran terkait keanekaragaman tumbuhan paku di kawasan TWA Kerandangan.
Teknik pengambilan sampel menggunakan metode jelajah kombinasi dengan plot, yaitu dengan menjelajahi kawasan TWA dari halaman depan menuju air terjun Goa Walet dan membuat plot ukuran 5m x 5m untuk setiap stasiun tempat pengambilan data tumbuhan paku.
Teknik analisis data menggunakan metode deskriptif kuantitatif, yaitu menghitung INP dan H´ tumbuhan paku yang didapatkan, and documentation.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat di kawasan TWA Kerandangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat13 jenis tumbuhan paku antara lain Adiantum raddianum C.
Presl, Christella dentata (Forssk.
) Brownsey & Jermy, Cystopteris fragilis (L.
) Bernh.
, Elaphoglossum crassifolium (Gaudich.
) W.
R.
Anderson & Crosby, Microsorum pustulatum (G.
Forst.
) Copel.
, Nephrolepis biserrata, Odontosoria chinensis (L.
) J.
Sm.
, Platycerium bifurcatum C.
Chr, Polypodium vulgare, Pteridium aquilinum (L.
) Kuhn, Pteris biaurita L.
, Pteris ensiformis Burn.
, Selaginella sp.
Berdasarkan hasil analisis data didapatkan INP stasiun 1 didominasi oleh C.
fragilis (63,17%), C.
dentata (51,03%), dan A.
raddianum (45,95%).
INP stasiun 2 didominasi oleh jenis P.
aquilinum (56,14%), dan INP pada stasiun 3 didominasi oleh E.
crassifolium (97,57%) dan Selaginella (53,22%).
Nilai indeks keanekaragaman tumbuhan paku di TWA Kerandangan membuktikan bahwa keanekaragaman jenis tumbuhan paku dari setiap stasiun termasuk ke dalam kategori sedang dengan nilai 1,0 < H´ < 3 dimana H´ pada stasiun 1 ialah 1,70, stasiun 2 yaitu 1,69, dan stasiun 3 yaitu 1,24.

Related Results

IDENTIFIKASI JENIS-JENIS TUMBUHAN PAKU (Pteridophyta) YANG TUMBUH DI DESA UNING PUNE KECAMATAN PUTRI BETUNG KABUPATEN GAYO LUES
IDENTIFIKASI JENIS-JENIS TUMBUHAN PAKU (Pteridophyta) YANG TUMBUH DI DESA UNING PUNE KECAMATAN PUTRI BETUNG KABUPATEN GAYO LUES
Dalam provinsi Aceh mempunyai beberapa kabupaten salah satunya yaitu kabupaten Gayo Lues, di kabupaten Gayo Lues terdiri dari beberapa kecamatan yang menjadi tempat penel...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., &amp; Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Studi Ekologi Keanekaragaman Tumbuhan Paku (Pteridophyta) di Daerah Aliran Sungai Bedengan
Studi Ekologi Keanekaragaman Tumbuhan Paku (Pteridophyta) di Daerah Aliran Sungai Bedengan
Daerah aliran Sungai Bedengan memiliki keanekaragaman tumbuhan paku (Pteridophyta) yang dipengaruhi oleh faktor abiotik seperti kelembaban, cahaya, dan topografi yang sebagian besa...
Optimal Target Heart Rate for Exercise‐Induced T‐Wave Alternans
Optimal Target Heart Rate for Exercise‐Induced T‐Wave Alternans
Objectives: This study was conducted to determine the optimal target heart rate (HR) for the use of exercise‐induced T‐wave alternans (TWA) as an index for risk of malignant ventr...
Keanekaragaman Tumbuhan Berguna di Kawasan Hutan Bodogol, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Keanekaragaman Tumbuhan Berguna di Kawasan Hutan Bodogol, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Kemajuan teknologi di bidang farmakologi tidak hanya menguatkan dominasi obat modern yang berbasis bahan kimia anorganik, back to nature dengan pengobatan herbal selama dua dekade ...
Short‐Term Reproducibility of T Wave Alternans Measurement
Short‐Term Reproducibility of T Wave Alternans Measurement
T Wave Alternans Reproducibility. Introduction: Microvolt T wave alternans (TWA) has been proposed as a strong independent predictor of malignant ventricular tachyarrhyth...
STUDI GEOLOGIKARST SEBAGAI KAWASAN LINDUNG GEOLOGI DI KABUPATEN MUNA DAN KABUPATEN MUNA BARAT
STUDI GEOLOGIKARST SEBAGAI KAWASAN LINDUNG GEOLOGI DI KABUPATEN MUNA DAN KABUPATEN MUNA BARAT
ABSTRAKStudi Geologi Karst Sebagai Kawasan Lindung Geologi Di Kabupaten Muna Dan Kabupaten Muna Barat (Dibimbing oleh Muh Tufaila Hemon, sebagai Pembimbing I dan La Ode Ngkoimani, ...
Studi Literatur Keanekaragaman Hayati Tumbuhan Asli Rawa Tripa yang Berpotensi Sebagai Tumbuhan Obat
Studi Literatur Keanekaragaman Hayati Tumbuhan Asli Rawa Tripa yang Berpotensi Sebagai Tumbuhan Obat
Indonesia merupakan negara dengan tingkat keanekaragaman flora dan fauna tertinggi di dunia nomor dua setelah Brasil. Dalam dunia flora, diperkirakan terdapat ± 40.000 spesies tumb...

Back to Top