Javascript must be enabled to continue!
Peran Crude Oil Washing System (COW) Pada Kapal Tanker
View through CrossRef
Crude Oil Washing System adalah sistim yang menggunakan Crude Oil atau minyak mentah sebagai medium pencuci. Tanki-tanki muatan diusahakan bersih dari sisa-sisa muatan minyak mentah sehingga balas bersih dapat dimuat dalam tanki yang sudah dibilas tadi dengan hanya mengadakan sedikit pembilasan lebih dahulu dengan air sehingga akibat pollusi akan sangat terbatas. Pipa yang digunakan yang dihubungkan dengan pipa muatan harus dibuat dari pipa baja atau sejenisnya yang kekuatannya cukup untuk menahan tekanan minyak yang diperlukan, dan juga harus terpasang (fixed) dan diperkuat dengan baik. Crude Oil Washing System harus dipasang permanent dan terpisah sama sekali dari system pipa-pipa yang lain kecuali yang disambung kepipa muatan. Juga pipa-pipa tersebut harus dilengkapi dengan relief system guna mengontrol tekanan dalam pipa jangan sampai berlebih, relief pipe system ini harus dihubungkan kembali dengan bagian isap dari Supply Pump. Sedangkan keuntungan menggunakan Crude Oil adalah sudah tersedia dikapal dengan cara resirkulasi, efektif untuk menghilangkan sediment dan sisa-sisa minyak yang melekat dalam tanki (good Carrier) dan dibongkar bersama-sama dengan muatan, tidak menimbulkan karat serta tidak ada kemungkinan emulsi air dan minyak jadi mengurangi bahaya pollusi. Semua pekerjaan Crude Oil Washing harus sudah selesai sebelum kapal meninggalkan pelabuhan bongkar muatan terakhir.Jika sampai dilaksanakan Crude Oil Washing antara dua pelabuhan bongkar pada tanki-tanki tersebut harus tetap kosong untuk pemeriksaan pada pelabuhan-pelabuhan berikutnya sebelum diisi dengan air balas.
Title: Peran Crude Oil Washing System (COW) Pada Kapal Tanker
Description:
Crude Oil Washing System adalah sistim yang menggunakan Crude Oil atau minyak mentah sebagai medium pencuci.
Tanki-tanki muatan diusahakan bersih dari sisa-sisa muatan minyak mentah sehingga balas bersih dapat dimuat dalam tanki yang sudah dibilas tadi dengan hanya mengadakan sedikit pembilasan lebih dahulu dengan air sehingga akibat pollusi akan sangat terbatas.
Pipa yang digunakan yang dihubungkan dengan pipa muatan harus dibuat dari pipa baja atau sejenisnya yang kekuatannya cukup untuk menahan tekanan minyak yang diperlukan, dan juga harus terpasang (fixed) dan diperkuat dengan baik.
Crude Oil Washing System harus dipasang permanent dan terpisah sama sekali dari system pipa-pipa yang lain kecuali yang disambung kepipa muatan.
Juga pipa-pipa tersebut harus dilengkapi dengan relief system guna mengontrol tekanan dalam pipa jangan sampai berlebih, relief pipe system ini harus dihubungkan kembali dengan bagian isap dari Supply Pump.
Sedangkan keuntungan menggunakan Crude Oil adalah sudah tersedia dikapal dengan cara resirkulasi, efektif untuk menghilangkan sediment dan sisa-sisa minyak yang melekat dalam tanki (good Carrier) dan dibongkar bersama-sama dengan muatan, tidak menimbulkan karat serta tidak ada kemungkinan emulsi air dan minyak jadi mengurangi bahaya pollusi.
Semua pekerjaan Crude Oil Washing harus sudah selesai sebelum kapal meninggalkan pelabuhan bongkar muatan terakhir.
Jika sampai dilaksanakan Crude Oil Washing antara dua pelabuhan bongkar pada tanki-tanki tersebut harus tetap kosong untuk pemeriksaan pada pelabuhan-pelabuhan berikutnya sebelum diisi dengan air balas.
Related Results
STRATEGI PELAYANAN JASA KEAGENAN KAPAL DI PELAYARAN NASIONAL INDONESIA CABANG BATAM
STRATEGI PELAYANAN JASA KEAGENAN KAPAL DI PELAYARAN NASIONAL INDONESIA CABANG BATAM
Pelayanan jasa keagenan kapal telah berjalan dengan baik, namun masih ditemui permasalahan diantaranya ialah: kurangnya keamanan dalam pelayanan jasa keagenan, adanya keterlambatan...
Investigasi Efisiensi Propeler Kapal Ikan Tradisional
Investigasi Efisiensi Propeler Kapal Ikan Tradisional
Kapal ikan tradisional biasanya dibuat dari kayu dan dengan pola kapal yang diperoleh secara empiris sebagai warisan turun-temurun tanpa diketahui nilai hambatan kapalnya. Adapun s...
MODIFIKASI SISTEM PERMESINAN DAN GENERAL ARRANGEMENT KAPAL NAVIGASI BIMA SAKTI MENJADI KAPAL LATIH
MODIFIKASI SISTEM PERMESINAN DAN GENERAL ARRANGEMENT KAPAL NAVIGASI BIMA SAKTI MENJADI KAPAL LATIH
<p><em>A training ship is a ship that is used as a training ship to train cadets to become sailors. It is used in order to meet today’s sailors need. There are various ...
Aspek Hukum Kapal Patroli Terkait Pengawasan Keselamatan Pelayaran
Aspek Hukum Kapal Patroli Terkait Pengawasan Keselamatan Pelayaran
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan Kapal Patroli dalam melakukan pengawasan keselamatan pelayaran di laut dalam wilayah kerja Kantor KSOP Kelas...
EFEK PROPERTI PENAMPANG KAPAL TANKER TERHADAP KEKUATAN
EFEK PROPERTI PENAMPANG KAPAL TANKER TERHADAP KEKUATAN
lingkungan, salah satunya adalah beban gelombang laut. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi efek propertipenampang kapal terhadap kekuatan-batas kapal double hull tanker ...
PEMBANGUNAN KAPAL PERIKANAN DI GALANGAN KAPAL TRADISIONAL KALIMANTAN SELATAN
PEMBANGUNAN KAPAL PERIKANAN DI GALANGAN KAPAL TRADISIONAL KALIMANTAN SELATAN
Kapal perikanan merupakan salah satu unsur dalam menentukan keberhasilan operasi penangkapan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ; (1) tingkat teknologi; (2) jenis ka...
Crude Oil Characterization For Micellar Enhanced Oil Recovery
Crude Oil Characterization For Micellar Enhanced Oil Recovery
Abstract
Chemically enhanced oil recovery depends on the phase and interfacial properties of the crude phase and interfacial properties of the crude Oil-brine-sur...
Akibat Hukum Terhadap Pencoretan Nama Kapal pada Daftar Kapal di Indonesia
Akibat Hukum Terhadap Pencoretan Nama Kapal pada Daftar Kapal di Indonesia
Indonesisa merupakan negara maritim sehingga transportasi laut mempunyai peranan yang penting dalam menghubungkan kepulauan nusantara dan menggerakkan perekonomian. Kapal sebagai s...

