Javascript must be enabled to continue!
Pemanfaatan tumbuhan dalam ritual Adat Suku Komering: kajian etnobotani di Desa Kotanegara, OKU Timur
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan tumbuhan dalam ritual adat masyarakat Suku Komering di Desa Kotanegara, Kabupaten OKU Timur, melalui pendekatan etnobotani. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei dengan teknik observasi lapangan, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposif berdasarkan tingkat pengetahuan dan keterlibatan dalam praktik adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tujuh jenis ritual adat yang masih dilaksanakan, dengan melibatkan 32 spesies tumbuhan yang tergolong dalam 21 famili. Analisis kuantitatif menggunakan indeks Species Use Value (SUV) dan Family Use Value (FUV) menunjukkan bahwa Cocos nucifera memiliki nilai guna spesies tertinggi, sedangkan famili Magnoliaceae memiliki nilai guna famili tertinggi. Bagian tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan adalah bunga, yang umumnya berkaitan dengan fungsi simbolik dan estetika dalam ritual.Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan tumbuhan dalam ritual adat tidak hanya didasarkan pada aspek fungsional, tetapi juga dipengaruhi oleh nilai budaya dan sistem kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, pengetahuan etnobotani memiliki peran penting dalam pelestarian budaya serta mendukung upaya konservasi keanekaragaman hayati.
Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University
Title: Pemanfaatan tumbuhan dalam ritual Adat Suku Komering: kajian etnobotani di Desa Kotanegara, OKU Timur
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan tumbuhan dalam ritual adat masyarakat Suku Komering di Desa Kotanegara, Kabupaten OKU Timur, melalui pendekatan etnobotani.
Penelitian dilakukan menggunakan metode survei dengan teknik observasi lapangan, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi.
Informan dipilih secara purposif berdasarkan tingkat pengetahuan dan keterlibatan dalam praktik adat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tujuh jenis ritual adat yang masih dilaksanakan, dengan melibatkan 32 spesies tumbuhan yang tergolong dalam 21 famili.
Analisis kuantitatif menggunakan indeks Species Use Value (SUV) dan Family Use Value (FUV) menunjukkan bahwa Cocos nucifera memiliki nilai guna spesies tertinggi, sedangkan famili Magnoliaceae memiliki nilai guna famili tertinggi.
Bagian tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan adalah bunga, yang umumnya berkaitan dengan fungsi simbolik dan estetika dalam ritual.
Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan tumbuhan dalam ritual adat tidak hanya didasarkan pada aspek fungsional, tetapi juga dipengaruhi oleh nilai budaya dan sistem kepercayaan masyarakat.
Oleh karena itu, pengetahuan etnobotani memiliki peran penting dalam pelestarian budaya serta mendukung upaya konservasi keanekaragaman hayati.
Related Results
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
AbstractAdat Positive Legal Science was initiated to simplify Western People (officer, legal enforcer, scholar) to understand adat or adat law. There are two important process to p...
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
Pemimpin desa adat dalam hal ini kelian desa merupakan pemegang otoritas utama dalam kepemerintahan desa adat di desa adat Penglipuran, Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten ...
Marginalisasi Hukum Adat pada Masyarakat Adat The marginalization of adat law on adat communities
Marginalisasi Hukum Adat pada Masyarakat Adat The marginalization of adat law on adat communities
Tulisan ini berupaya melihat marjinalisasi adat, hukum adat serta implikasinya pada masyarakat adat. Dalam konteks Indonesia, meskipun Konstitusi dan beberapa aturan formal mengaku...
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
Abstrak - Kampung Adat Cireundeu merupakan salah satu Kampung Adat yang masih eksis hingga saat ini. Kampung Adat Cireundeu terletak di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selat...
KEMAMPUAN MEMBACA CEPAT DAN PEMAHAMAN SISWA KELAS V SD NEGERI OKU
KEMAMPUAN MEMBACA CEPAT DAN PEMAHAMAN SISWA KELAS V SD NEGERI OKU
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa kelas V SD Negeri OKU membaca cepat dan pemahaman. Metode yang digunakan deskripsi analisis. Sampel penelitian berjum...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...
Etnobotani tumbuhan obat Suku Ogan di Desa Beringin Dalam Kecamatan Rambang Kuang Kabupaten Ogan Ilir
Etnobotani tumbuhan obat Suku Ogan di Desa Beringin Dalam Kecamatan Rambang Kuang Kabupaten Ogan Ilir
Penggunaan tumbuhan berkhasiat obat telah dikenal sejak lama oleh Suku Ogan di Desa Beringin Dalam kabupaten Ogan Ilir, sudah diwariskan turun temurun dari generasi ke generasi, t...

