Javascript must be enabled to continue!
Tinjauan Akhlak Bisnis Islam terhadap Produksi Terasi
View through CrossRef
Abstract. Basically, Terasi is the result of the fermentation process of fish or terasi which is processed in such a way that it can be used as an additional ingredient in some typical Indonesian dishes. The main moral (ethics) in production that must be considered both individually and collectively is to work in fields that are permitted by Allah, and not exceed what He has forbidden. The production process has been regulated in SNI 2716.1–2009, SNI 2716.2–2009 and SNI 2716.3–2009. This rule is intended so that the terasi processing is good for consumption and avoids bad things. The problems in this study are how the concept of business morals according to Islam, how the production process of home industry Terasi in Jelekong village, and a review of Islamic business ethics on terasi production practices that occur in Jelekong village. how the home industry terasi production process is in Jelekong village, and a review of Islamic business ethics on terasi production practices that occur in Jelekong village. In this research, normative juridical data sources used are primary legal data, secondary law and tertiary law collected through interviews and literature studies. Data obtained from primary data, namely the Al-Quran, Hadith, related literature. Secondary data using journals, books, and interviews with this research problem. The analysis was carried out by descriptive analysis. The results of this study, it can be stated that the production and marketing of shrimp paste is in accordance with the pillars and requirements of Islamic business ethics for production because there are no practices that violate the Shari'a and Islamic business moral principles carried out by the terasi home industry in the absence of elements of Riba, Gharar, and Maisir in the production and marketing of the terasi home industry in Jelekong village.
Abstract. Pada intinya terasi adalah hasil proses pengawetan dari ikan atau udang yang diolah dengan campuran bahan-bahan lainnya sehingga bisa dimanfaatkan sebagai bahan tambahan pada beberapa masakan khas. Akhlak (etika) utama dalam produksi yang wajib diperhatikan baik secara individu maupun bersama-sama ialah bekerja di bidang yang dihalalkan Allah, dan tidak melampaui apa yang diharamkan-Nya. Proses pembuatan produksi terasi sudah diatur dalam SNI 2716.1–2009, SNI 2716.2–2009 dan SNI 2716.3–2009 aturan ini dimaksudkan agar proses pengolahan terasi baik untuk dikonsumsi dan terhindar dari hal hal buruk. Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana konsep akhlak bisnis menurut Islam , bagaimana proses produksi terasi industri rumahan di desa Jelekong, dan tinjauan akhlak bisnis Islam terhadap praktik produksi terasi yang terjadi di desa Jelekong. Tujuan penelitian yaitu supaya dapat tahu tentang konsep akhlak bisnis menurut Islam , bagaimana proses produksi terasi industri rumahan di desa Jelekong, dan tinjauan akhlak bisnis Islam terhadap praktik produksi terasi yang terjadi di desa Jelekong. Penelitian ini Yuridis Normatif sumber data yang dipakai yaitu data hukum primer, hukum sekunder dan hukum tersier dikumpulkan melalui wawancara dan studi pustaka. Data diperoleh dari data primer yaitu Al-Quran, Hadis, Kitab Literatur terkait. Data sekunder yang menggunakan jurnal, buku, dan wawancara dengan masalah penelitian ini. Analisis dilakukan secara deskriptif analisis. Hasil penelitian ini, dapat disimpukan bahwa produksi dan pemasaran terasi sudah berjalan dengan aturan rukun dan prinsip akhlak bisnis Islam terhadap produksi sebab tidak ada unsur yang melanggar syari'at dan prinsip akhlak bisnis Islam oleh industri rumahan terasi dengan tidak adanya unsur Riba, Gharar, dan Maisir dalam produksi dan pemasaran yang dilakukan oleh industri rumahan terasi di desa Jelekong.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Tinjauan Akhlak Bisnis Islam terhadap Produksi Terasi
Description:
Abstract.
Basically, Terasi is the result of the fermentation process of fish or terasi which is processed in such a way that it can be used as an additional ingredient in some typical Indonesian dishes.
The main moral (ethics) in production that must be considered both individually and collectively is to work in fields that are permitted by Allah, and not exceed what He has forbidden.
The production process has been regulated in SNI 2716.
1–2009, SNI 2716.
2–2009 and SNI 2716.
3–2009.
This rule is intended so that the terasi processing is good for consumption and avoids bad things.
The problems in this study are how the concept of business morals according to Islam, how the production process of home industry Terasi in Jelekong village, and a review of Islamic business ethics on terasi production practices that occur in Jelekong village.
how the home industry terasi production process is in Jelekong village, and a review of Islamic business ethics on terasi production practices that occur in Jelekong village.
In this research, normative juridical data sources used are primary legal data, secondary law and tertiary law collected through interviews and literature studies.
Data obtained from primary data, namely the Al-Quran, Hadith, related literature.
Secondary data using journals, books, and interviews with this research problem.
The analysis was carried out by descriptive analysis.
The results of this study, it can be stated that the production and marketing of shrimp paste is in accordance with the pillars and requirements of Islamic business ethics for production because there are no practices that violate the Shari'a and Islamic business moral principles carried out by the terasi home industry in the absence of elements of Riba, Gharar, and Maisir in the production and marketing of the terasi home industry in Jelekong village.
Abstract.
Pada intinya terasi adalah hasil proses pengawetan dari ikan atau udang yang diolah dengan campuran bahan-bahan lainnya sehingga bisa dimanfaatkan sebagai bahan tambahan pada beberapa masakan khas.
Akhlak (etika) utama dalam produksi yang wajib diperhatikan baik secara individu maupun bersama-sama ialah bekerja di bidang yang dihalalkan Allah, dan tidak melampaui apa yang diharamkan-Nya.
Proses pembuatan produksi terasi sudah diatur dalam SNI 2716.
1–2009, SNI 2716.
2–2009 dan SNI 2716.
3–2009 aturan ini dimaksudkan agar proses pengolahan terasi baik untuk dikonsumsi dan terhindar dari hal hal buruk.
Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana konsep akhlak bisnis menurut Islam , bagaimana proses produksi terasi industri rumahan di desa Jelekong, dan tinjauan akhlak bisnis Islam terhadap praktik produksi terasi yang terjadi di desa Jelekong.
Tujuan penelitian yaitu supaya dapat tahu tentang konsep akhlak bisnis menurut Islam , bagaimana proses produksi terasi industri rumahan di desa Jelekong, dan tinjauan akhlak bisnis Islam terhadap praktik produksi terasi yang terjadi di desa Jelekong.
Penelitian ini Yuridis Normatif sumber data yang dipakai yaitu data hukum primer, hukum sekunder dan hukum tersier dikumpulkan melalui wawancara dan studi pustaka.
Data diperoleh dari data primer yaitu Al-Quran, Hadis, Kitab Literatur terkait.
Data sekunder yang menggunakan jurnal, buku, dan wawancara dengan masalah penelitian ini.
Analisis dilakukan secara deskriptif analisis.
Hasil penelitian ini, dapat disimpukan bahwa produksi dan pemasaran terasi sudah berjalan dengan aturan rukun dan prinsip akhlak bisnis Islam terhadap produksi sebab tidak ada unsur yang melanggar syari'at dan prinsip akhlak bisnis Islam oleh industri rumahan terasi dengan tidak adanya unsur Riba, Gharar, dan Maisir dalam produksi dan pemasaran yang dilakukan oleh industri rumahan terasi di desa Jelekong.
Related Results
Konsep Pendidikan Akhlak Menurut Syekh Umar Bin Ahmad Baradja dalam Kitab Akhlak Lil Banin Relevansinya dengan Pendidikan Akhlak Masa Kini
Konsep Pendidikan Akhlak Menurut Syekh Umar Bin Ahmad Baradja dalam Kitab Akhlak Lil Banin Relevansinya dengan Pendidikan Akhlak Masa Kini
Abstract. Human quality can not only be measured in terms of scientific excellence and expertise alone, but also measured by the quality of morals. High knowledge without being acc...
PENGEMBANGAN PRODUK TERASI UDANG DI KELURAHAN TOBOALI MELALUI INOVASI ESTETIKA VISUAL KEMASAN DAN DIGITAL MARKETING
PENGEMBANGAN PRODUK TERASI UDANG DI KELURAHAN TOBOALI MELALUI INOVASI ESTETIKA VISUAL KEMASAN DAN DIGITAL MARKETING
Terasi udang merupakan salah satu produk olahan hasil laut yang diunggulkan di Kelurahan Toboali. Banyak masyarakat Kelurahan Toboali yang beraktivitas sebagai pembuat terasi. Hal ...
Mekanisasi Produksi Terasi pada Poklahsar Terasi Jakfar, Desa Belo Laut, Mentok, Bangka Barat
Mekanisasi Produksi Terasi pada Poklahsar Terasi Jakfar, Desa Belo Laut, Mentok, Bangka Barat
Terasi merupakan bahan tambahan dalam masakan sambal yang sangat popular dan banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Salah satu produsen terasi di Pulau Bangka adalah Desa Belo Lau...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
Pendidikan Akhlak Dalam Perspektif Imam Al-Ghazali
Pendidikan Akhlak Dalam Perspektif Imam Al-Ghazali
Tujuan penelitian untuk membahas tentang pendidikan akhlak menurut Imam Al-Ghazali. Jenis penelitian ini yakni penelitian kepustakaan (library research), bercorak historis faktual ...
NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM KITAB AL-ARBA’IN AL-NAWAWIYAH KARYA IMAM NAWAWI
NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM KITAB AL-ARBA’IN AL-NAWAWIYAH KARYA IMAM NAWAWI
Penelitian ini membahas tentang nilai-nilai pendidikan akhlak dalam kitab al-Arba’in al-Nawawiyah karya Imam Nawawi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan: (1) untuk mengetahui ni...
Pendidikan Akhlak dalam kitab-kitab Bahasa Arab karya Habib Hasan bin Ahmad Baharun
Pendidikan Akhlak dalam kitab-kitab Bahasa Arab karya Habib Hasan bin Ahmad Baharun
Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menemukan nilai-nilai pendidikan akhlak dalam kitab-kitab bahasa Arab Habib Hasan bin Ahmad Baharun. Penelitian ini menggunakan pendekatan ...
Nilai-Nilai Pendidikan tentang Ahklak Siswa terhadap Guru dalam Kitab Ahklak Lil Banin Jilid II Karangan Syekh Umar Bin Ahmad Baradja
Nilai-Nilai Pendidikan tentang Ahklak Siswa terhadap Guru dalam Kitab Ahklak Lil Banin Jilid II Karangan Syekh Umar Bin Ahmad Baradja
Abstract. Moral education is the core of all types of education. Because morals are education that directs the creation of human inner and outer behavior so that it becomes a balan...


