Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Legal Pluralism: Concept, Theoretical Dialectics, and Its Existence in Indonesia

View through CrossRef
Legal pluralism is the coexistence of multiple legal systems within a society, including state law, customary law, and religious law. In Indonesia, this concept is deeply rooted in its colonial history and cultural diversity, leading to unique legal practices. This study explores how legal pluralism functions in Indonesia and the challenges of aligning state law with non-state legal systems. It aims to analyze the different forms of legal pluralism, identify key challenges in integrating these systems, and propose strategies to improve justice and legal certainty. Using a qualitative research method, the study examines legal pluralism across various Indonesian regions. It highlights two perspectives: juridical legal pluralism (recognition of customary law by the state) and empirical legal pluralism (the reality of individuals being subject to multiple legal systems). The findings suggest that, while legal pluralism reflects Indonesia's complexity and offers opportunities for inclusive governance, it also creates challenges, such as legal uncertainty and inequality. A coordinated legal approach that respects local cultures and upholds justice is essential for enhancing social cohesion and improving legal outcomes. Pluralisme hukum adalah keberadaan berbagai sistem hukum dalam suatu masyarakat, termasuk hukum negara, hukum adat, dan hukum agama. Di Indonesia, konsep ini berakar kuat dalam sejarah kolonial dan keragaman budayanya, yang mengarah pada praktik hukum yang unik. Studi ini mengeksplorasi bagaimana pluralisme hukum berfungsi di Indonesia dan tantangan dalam menyelaraskan hukum negara dengan sistem hukum non-negara. Tujuannya adalah untuk menganalisis berbagai bentuk pluralisme hukum, mengidentifikasi tantangan utama dalam mengintegrasikan sistem ini, dan mengusulkan strategi untuk meningkatkan keadilan dan kepastian hukum. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, studi ini mengkaji pluralisme hukum di berbagai wilayah Indonesia. Studi ini menyoroti dua perspektif: pluralisme hukum yuridis (pengakuan hukum adat oleh negara) dan pluralisme hukum empiris (realitas individu yang tunduk pada berbagai sistem hukum). Temuan penelitian menunjukkan bahwa, meskipun pluralisme hukum mencerminkan kompleksitas Indonesia dan menawarkan peluang untuk tata kelola yang inklusif, pluralisme hukum juga menciptakan tantangan, seperti ketidakpastian hukum dan ketidaksetaraan. Pendekatan hukum terkoordinasi yang menghormati budaya lokal dan menegakkan keadilan sangat penting untuk meningkatkan kohesi sosial dan meningkatkan hasil hukum.
Title: Legal Pluralism: Concept, Theoretical Dialectics, and Its Existence in Indonesia
Description:
Legal pluralism is the coexistence of multiple legal systems within a society, including state law, customary law, and religious law.
In Indonesia, this concept is deeply rooted in its colonial history and cultural diversity, leading to unique legal practices.
This study explores how legal pluralism functions in Indonesia and the challenges of aligning state law with non-state legal systems.
It aims to analyze the different forms of legal pluralism, identify key challenges in integrating these systems, and propose strategies to improve justice and legal certainty.
Using a qualitative research method, the study examines legal pluralism across various Indonesian regions.
It highlights two perspectives: juridical legal pluralism (recognition of customary law by the state) and empirical legal pluralism (the reality of individuals being subject to multiple legal systems).
The findings suggest that, while legal pluralism reflects Indonesia's complexity and offers opportunities for inclusive governance, it also creates challenges, such as legal uncertainty and inequality.
A coordinated legal approach that respects local cultures and upholds justice is essential for enhancing social cohesion and improving legal outcomes.
Pluralisme hukum adalah keberadaan berbagai sistem hukum dalam suatu masyarakat, termasuk hukum negara, hukum adat, dan hukum agama.
Di Indonesia, konsep ini berakar kuat dalam sejarah kolonial dan keragaman budayanya, yang mengarah pada praktik hukum yang unik.
Studi ini mengeksplorasi bagaimana pluralisme hukum berfungsi di Indonesia dan tantangan dalam menyelaraskan hukum negara dengan sistem hukum non-negara.
Tujuannya adalah untuk menganalisis berbagai bentuk pluralisme hukum, mengidentifikasi tantangan utama dalam mengintegrasikan sistem ini, dan mengusulkan strategi untuk meningkatkan keadilan dan kepastian hukum.
Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, studi ini mengkaji pluralisme hukum di berbagai wilayah Indonesia.
Studi ini menyoroti dua perspektif: pluralisme hukum yuridis (pengakuan hukum adat oleh negara) dan pluralisme hukum empiris (realitas individu yang tunduk pada berbagai sistem hukum).
Temuan penelitian menunjukkan bahwa, meskipun pluralisme hukum mencerminkan kompleksitas Indonesia dan menawarkan peluang untuk tata kelola yang inklusif, pluralisme hukum juga menciptakan tantangan, seperti ketidakpastian hukum dan ketidaksetaraan.
Pendekatan hukum terkoordinasi yang menghormati budaya lokal dan menegakkan keadilan sangat penting untuk meningkatkan kohesi sosial dan meningkatkan hasil hukum.

Related Results

Legal Pluralism
Legal Pluralism
Legal pluralism is a construct, a means of understanding and imagining the world, both positively (as it is) and normatively (as it ought to be). Originating from critiques of lega...
From Constitutional Comparison to Life in the Biosphere
From Constitutional Comparison to Life in the Biosphere
From Constitutional Comparison to Life in the Biosphere is a monograph that argues for a fundamental reorientation of constitutional law around the realities of biospheric interdep...
Value Pluralism and Legal Pluralism
Value Pluralism and Legal Pluralism
Abstract In this chapter, the focus is on the question how different ideas of pluralism, legal pluralism, and value pluralism, relate. The background to the question...
Cultural Pluralism and Communication
Cultural Pluralism and Communication
Cultural pluralism refers to conceptions of cultural heterogeneity, the term pluralism being understood in contrast to substance individualism. In general, pluralism denotes anti-m...
Religious Pluralism
Religious Pluralism
Within the philosophy of religion, theories of religious pluralism are models that provide a philosophical account of religious diversity. They are not descriptive theories of reli...
Conference Committee
Conference Committee
Abstract Advisory Committee Prof. Dr. Dwia Ariestina Pulubuhu, MA. (Hasanuddin University, Indonesia) Prof. Dr. Ir....
THE ANALOGY OF STATUTE AND THE ANALOGY OF LAW AS DOCTRINAL INSTRUMENTS FOR LEGAL RESPONSE TO ECONOMIC CHALLENGES
THE ANALOGY OF STATUTE AND THE ANALOGY OF LAW AS DOCTRINAL INSTRUMENTS FOR LEGAL RESPONSE TO ECONOMIC CHALLENGES
Ukraine's contemporary legal system is undergoing a period of significant transformation, which necessitates not only a robust and stable legal framework, but also a flexible doctr...
Liberal Pluralism
Liberal Pluralism
Recalling J. S. Mill’s consciousness of the different goals of human life, the modern debate about pluralism has gathered momentum in liberal philosophy largely as a consequence of...

Back to Top