Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISIS KESTABILAN MODEL DISKRIT EKO-EPIDEMIOLOGI

View through CrossRef
Penelitian ini membahas tentang model diskrit eko-epidemiologi. Model eko-epidemiologi adalah gabungan dari ilmu ekologi dan epidemiologi yang membahas tentang interaksi antara predator, prey rentan, dan prey terinfeksi menggunakan fungsi respon Holling tipe I dan pertumbuhan prey rentan mengunakan fungsi logistik untuk membatasi pertumbuhan yang berlebihan pada prey rentan.Model diskrit eko-epidemiologi diperoleh dengan mendiskritisasikan model eko-epidemiologi menggunakan metode Euler. Dari model diskrit tersebut diperoleh 5 titik kesetimbangan, yaitu titik kesetimbangan E0 dimana semua populasi mengalami kepunahan, titik kesetimbangan E1 ketika terjadi kepunahan pada populasi prey terinfeksi dan predator, titik kesetimbangan E2 ketika terjadi kepunahan pada populasi prey terinfeksi, titik kesetimbangan E3 ketika terjadi kepunahan pada populasi predator, dan titik kesetimbangan E4 ketika semua populasi hidup berdampingan. Berdasarkan hasil analisisnya,  selalu tidak stabil, hal ini disebabkan oleh nilai eigen yang diperoleh pada persamaan linierisasi model di sekitar titik-titik ekuilibrium tersebut, nilai mutlaknya selalu besar satu. Untuk E1, E2, E3, dan E4 kestabilan titik-titik kesetimbanganditentukan oleh suatau syarat dan kondisi tertentu.
Title: ANALISIS KESTABILAN MODEL DISKRIT EKO-EPIDEMIOLOGI
Description:
Penelitian ini membahas tentang model diskrit eko-epidemiologi.
Model eko-epidemiologi adalah gabungan dari ilmu ekologi dan epidemiologi yang membahas tentang interaksi antara predator, prey rentan, dan prey terinfeksi menggunakan fungsi respon Holling tipe I dan pertumbuhan prey rentan mengunakan fungsi logistik untuk membatasi pertumbuhan yang berlebihan pada prey rentan.
Model diskrit eko-epidemiologi diperoleh dengan mendiskritisasikan model eko-epidemiologi menggunakan metode Euler.
Dari model diskrit tersebut diperoleh 5 titik kesetimbangan, yaitu titik kesetimbangan E0 dimana semua populasi mengalami kepunahan, titik kesetimbangan E1 ketika terjadi kepunahan pada populasi prey terinfeksi dan predator, titik kesetimbangan E2 ketika terjadi kepunahan pada populasi prey terinfeksi, titik kesetimbangan E3 ketika terjadi kepunahan pada populasi predator, dan titik kesetimbangan E4 ketika semua populasi hidup berdampingan.
Berdasarkan hasil analisisnya,  selalu tidak stabil, hal ini disebabkan oleh nilai eigen yang diperoleh pada persamaan linierisasi model di sekitar titik-titik ekuilibrium tersebut, nilai mutlaknya selalu besar satu.
Untuk E1, E2, E3, dan E4 kestabilan titik-titik kesetimbanganditentukan oleh suatau syarat dan kondisi tertentu.
.

Related Results

Analisis Kestabilan Model Eko-Epidemiologi dengan Pemanenan Konstan pada Predator
Analisis Kestabilan Model Eko-Epidemiologi dengan Pemanenan Konstan pada Predator
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kestabilan model eko-epidemiologi dengan pemanenan konstan terhadap predator. Populasi dalam model terbagi atas tiga populasi yaitu popu...
STUDI KOMPARATIF KINERJA PETUGAS SURVEILANCE EPIDEMIOLOGI PUSKESMAS RIAM DURIAN KABUPATEN SUKAMARA
STUDI KOMPARATIF KINERJA PETUGAS SURVEILANCE EPIDEMIOLOGI PUSKESMAS RIAM DURIAN KABUPATEN SUKAMARA
Indikator pelaksanaan surveilans epidemiologi adalah tersedianya tenaga epidemiologi minimal satu orang, tersedianya data terkini. Kinerja petugas surveillance epidemiologi di Kabu...
Strategi Epidemiologi Dalam Pelayanan Kesehatan Primer
Strategi Epidemiologi Dalam Pelayanan Kesehatan Primer
Di Indonesia masalah kesehatan termasuk penyakit menular dan penyakit tak menular masih cukup tinggi, yang perlu diatasi dengan pelayanan kesehatan primer yang bermutu, efektif dan...
Strategi Epidemiologi Dalam Pelayanan Kesehatan Primer
Strategi Epidemiologi Dalam Pelayanan Kesehatan Primer
Di Indonesia masalah kesehatan termasuk penyakit menular dan penyakit tak menular masih cukup tinggi, yang perlu diatasi dengan pelayanan kesehatan primer yang bermutu, efektif dan...
Perbandingan Uji Kestabilan Attitude Hexacopter Pada Metode Root Locus dan Routh Hurwitz
Perbandingan Uji Kestabilan Attitude Hexacopter Pada Metode Root Locus dan Routh Hurwitz
Drone Hexacopter adalah salah satu jenis UAV tipe rotary wing. Hexacopter memiliki 6 buah motor penggerak, biasa disebut multirotor. Sistemnya bersifat nonlinear, multivariabel, da...
Kontruksi dan Karakteristik Distribusi Invers Weibull Diskrit Bivariat
Kontruksi dan Karakteristik Distribusi Invers Weibull Diskrit Bivariat
Penelitian ini membahas kembali mengenai kontruksi dan karakteristik dari distribusi Invers Weibull Diskrit bivariat. Distribusi Invers Weibull Diskrit bivariat dikonstruksi dengan...
IMPLEMENTASI SISTEM KONTROL DISKRIT UNTUK HYBRID SOLAR WATER HEATER MENGGUNAKAN OMRON CPM2A
IMPLEMENTASI SISTEM KONTROL DISKRIT UNTUK HYBRID SOLAR WATER HEATER MENGGUNAKAN OMRON CPM2A
Pemanfaatan pemanas air tenaga surya dirasakan kurang optimal karena ketergantungannya terhadap kondisi cuaca yang tidak dapat diprediksi. Pengembangan ...
Penerapan gamification pada matakuliah Matematika Diskrit
Penerapan gamification pada matakuliah Matematika Diskrit
Gamification adalah suatu konsep yang menerapkan teknik dan strategi permainan pada konteks diluar dunia permainan dan telah terbukti mampu meningkatkan partisipasi dan motivasi. M...

Back to Top