Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Inovasi Mesin Penghalus Rempah-Rempah di Koto Anau Kabupaten Solok untuk Peningkatan Ekonomi Masyarakat

View through CrossRef
Rempah-rempah dan herbal telah lama menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia, digunakan sebagai bahan kuliner, obat-obatan tradisional, dan produk kosmetik. Indonesia, khususnya di kawasan Asia Tenggara, dikenal sebagai pusat penghasil rempah-rempah berkualitas tinggi di dunia. Nagari Koto Anau di Kabupaten Solok merupakan salah satu daerah penghasil rempah-rempah yang melimpah, seperti cengkeh dan kayu manis. Namun, meskipun kaya akan sumber daya alam, para petani setempat masih menjual rempah-rempah mentah karena keterbatasan teknologi pengolahan, seperti mesin penggiling. Keterbatasan ini menyebabkan nilai produk yang rendah, sehingga mengurangi pendapatan petani. Untuk mengatasi masalah ini, tim pengabdian masyarakat menginisiasi merancang mesin penggiling rempah yang dapat diakses oleh petani. Desain alat penghalus rempah-rempah ini memiliki tinggi 1422 mm, panjang 500 mm, dan lebar 200 mm. Sedangkan untuk corong masuk bagian atasnya memiliki panjang 400 mm, lebar 250 mm, pada bagian bawahnya memiliki panjang 160 mm, dan lebar 60 mm. Pada corong keluar memiliki panjang di bagian atasnya 500 mm, dan lebar 180 mm, sedangkan pada panjang bagian bawahnya 500 mm. Alat ini ditenagai motor bakar bertenaga 7,5 HP dan kecepatan putar 3600 rpm. Hasil penggunaan alat penghalus rempah-rempah adalah rempah menjadi halus, merata, dan kapasitas hasil produksi diperoleh sebanyak 20 kg. Alat ini dirancang untuk mempermudah, mempercepat pengolahan, meningkatkan efisiensi, menghemat waktu, mengurangi tenaga, serta mendukung pengembangan usaha pengolahan rempah di tingkat lokal.
Title: Inovasi Mesin Penghalus Rempah-Rempah di Koto Anau Kabupaten Solok untuk Peningkatan Ekonomi Masyarakat
Description:
Rempah-rempah dan herbal telah lama menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia, digunakan sebagai bahan kuliner, obat-obatan tradisional, dan produk kosmetik.
Indonesia, khususnya di kawasan Asia Tenggara, dikenal sebagai pusat penghasil rempah-rempah berkualitas tinggi di dunia.
Nagari Koto Anau di Kabupaten Solok merupakan salah satu daerah penghasil rempah-rempah yang melimpah, seperti cengkeh dan kayu manis.
Namun, meskipun kaya akan sumber daya alam, para petani setempat masih menjual rempah-rempah mentah karena keterbatasan teknologi pengolahan, seperti mesin penggiling.
Keterbatasan ini menyebabkan nilai produk yang rendah, sehingga mengurangi pendapatan petani.
Untuk mengatasi masalah ini, tim pengabdian masyarakat menginisiasi merancang mesin penggiling rempah yang dapat diakses oleh petani.
Desain alat penghalus rempah-rempah ini memiliki tinggi 1422 mm, panjang 500 mm, dan lebar 200 mm.
Sedangkan untuk corong masuk bagian atasnya memiliki panjang 400 mm, lebar 250 mm, pada bagian bawahnya memiliki panjang 160 mm, dan lebar 60 mm.
Pada corong keluar memiliki panjang di bagian atasnya 500 mm, dan lebar 180 mm, sedangkan pada panjang bagian bawahnya 500 mm.
Alat ini ditenagai motor bakar bertenaga 7,5 HP dan kecepatan putar 3600 rpm.
Hasil penggunaan alat penghalus rempah-rempah adalah rempah menjadi halus, merata, dan kapasitas hasil produksi diperoleh sebanyak 20 kg.
Alat ini dirancang untuk mempermudah, mempercepat pengolahan, meningkatkan efisiensi, menghemat waktu, mengurangi tenaga, serta mendukung pengembangan usaha pengolahan rempah di tingkat lokal.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PASANG SURUT SOSIAL EKONOMI PETANI CENGKEH DI NAGARI KOTO ANAU, KEC. LEMBANG JAYA, KAB. SOLOK 1960-2011
PASANG SURUT SOSIAL EKONOMI PETANI CENGKEH DI NAGARI KOTO ANAU, KEC. LEMBANG JAYA, KAB. SOLOK 1960-2011
This research aim to the dynamic of socio-economic of farmers clove in nagari Koto Anau during 1960-2011. The purpose is to describe farmers clove life before and after 1960, marke...
Jejak Jalur Rempah di Kepulauan Riau
Jejak Jalur Rempah di Kepulauan Riau
Latar belakang: Rempah merupakan salah satu saksi sejarah perjalanan panjang bangsa Indonesia. Dari rempah pula kemudian terbangun hubungan dagang antar bangsa dan benua. Tujuan pe...
Jejak Jalur Rempah di Kepulauan Riau
Jejak Jalur Rempah di Kepulauan Riau
Latar belakang: Rempah merupakan salah satu saksi sejarah perjalanan panjang bangsa Indonesia. Dari rempah pula kemudian terbangun hubungan dagang antar bangsa dan benua. Tujuan pe...
PELESTARIAN TARI AMBEK-AMBEK OLEH SANGGAR TIMBULUN KOTO BASAGA DI NAGARI KOTO ANAU KECAMATAN LEMBANG JAYA KABUPATEN SOLOK
PELESTARIAN TARI AMBEK-AMBEK OLEH SANGGAR TIMBULUN KOTO BASAGA DI NAGARI KOTO ANAU KECAMATAN LEMBANG JAYA KABUPATEN SOLOK
This study aims to determine the preservation of Ambek-ambek dance by SanggarTimbulun Koto Basaga in Koto Anau village, Lembang Jaya District, Solok Regency.This research belongs t...
RATOK SI BUNSU: INTERPRETASI ILAU KE KOMPOSISI PENDEKATAN TRADISI
RATOK SI BUNSU: INTERPRETASI ILAU KE KOMPOSISI PENDEKATAN TRADISI
a tradition of the Solok people in the form of sadness or lamentation which can be found in the Kampai Tabu Karambia Village, Solok City. The function of the bailau was as a medium...
mesin bubut
mesin bubut
Perkembangan teknologi komputer saat ini telah mengalami kemajuan yang amat pesat. Dalam hal ini komputer telah diaplikasikan ke dalam alat-alat mesin perkakas di antaranya mesin b...
PENGGUNAAN KATA SAPAAN BAHASA MINANGKABAU DI NAGARI KOTO SANI KECAMATAN X KOTO SINGKARAK KABUPATEN SOLOK
PENGGUNAAN KATA SAPAAN BAHASA MINANGKABAU DI NAGARI KOTO SANI KECAMATAN X KOTO SINGKARAK KABUPATEN SOLOK
This study aims to describe (1) the form of kinship words, (2) the form of non-kinship greeting words, (3) the use of kinship words, and (4) the use of non-kinship greeting words i...

Back to Top