Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Personalisme Karol Wojtyła

View through CrossRef
Tulisan ini bertujuan untuk mempresentasikan kekhususan personalisme Karol Wojtyła. Personalisme yang dikembangkan oleh Wojtyła adalah personalisme substantial. Personalismenya adalah kombinasi dari pendekatan metafisika dan fenomenologi. Melalui kedua pendekatan ini ditemukan bahwa manusia adalah suppostium sekaligus sebagai personal being (pengada personal).  Kekhususan dari manusia sebagai personal being yaitu ia menjadi sumber atau subjek dari eksistensinya dan semua bentuk dinamisme (apa yang terjadi pada manusia dan tindakan sadar) yang pantas bagi manusia. Person tidak hanya sebagai subjek dalam arti objektif, dalam ranah metafisika, tetapi juga subjek dalam arti subjektif atau subjek dari pengalaman, dalam ranah fenomenologi, dimana ia menyadari dan mengalami dirinya sebagai subjek.  Dan secara khusus dalam dan melalui tindakan sadar sebagai dinamisme khas person ditampakkan nilai personalistik, dimana dalam dan melalui tindakan ia memenuhi dirinya dalam arti moral sebagai seorang yang baik atau jahat. Untuk mencapai maksud dari penulisan ini maka metode yang digunakan yaitu analisa teks dan ekplanasi.
Title: Personalisme Karol Wojtyła
Description:
Tulisan ini bertujuan untuk mempresentasikan kekhususan personalisme Karol Wojtyła.
Personalisme yang dikembangkan oleh Wojtyła adalah personalisme substantial.
Personalismenya adalah kombinasi dari pendekatan metafisika dan fenomenologi.
Melalui kedua pendekatan ini ditemukan bahwa manusia adalah suppostium sekaligus sebagai personal being (pengada personal).
  Kekhususan dari manusia sebagai personal being yaitu ia menjadi sumber atau subjek dari eksistensinya dan semua bentuk dinamisme (apa yang terjadi pada manusia dan tindakan sadar) yang pantas bagi manusia.
Person tidak hanya sebagai subjek dalam arti objektif, dalam ranah metafisika, tetapi juga subjek dalam arti subjektif atau subjek dari pengalaman, dalam ranah fenomenologi, dimana ia menyadari dan mengalami dirinya sebagai subjek.
  Dan secara khusus dalam dan melalui tindakan sadar sebagai dinamisme khas person ditampakkan nilai personalistik, dimana dalam dan melalui tindakan ia memenuhi dirinya dalam arti moral sebagai seorang yang baik atau jahat.
Untuk mencapai maksud dari penulisan ini maka metode yang digunakan yaitu analisa teks dan ekplanasi.

Related Results

Evidence of Karol Wojtyła’s thought formation as preserved in archival materials
Evidence of Karol Wojtyła’s thought formation as preserved in archival materials
The purpose of the present article is to present selected differences between two versions of the endings of Karol Wojtyła’s postdoctoral dissertation Ocena możliwości zbudowania e...
Service-Learning in the Context of Karol Wojtyła’s Theory of Participation
Service-Learning in the Context of Karol Wojtyła’s Theory of Participation
Objectives of the research: The aim of this article is to explore how Karol Wojtyła’s theory of participation can enhance our understanding of ‘Service Learning’ (SL) and its poten...
Karol Wojtyła reads and interprets Max Scheler
Karol Wojtyła reads and interprets Max Scheler
The present article addresses Karol Wojtyła’s “encounter” with Max Scheler’s thought, expressed mainly in his work Der Formalismus in der Ethik und die Materiale Wertethik (Formali...
Bishop Karol Wojtyła in the Kraków cathedral chapter (1958–1963)
Bishop Karol Wojtyła in the Kraków cathedral chapter (1958–1963)
Karol Wojtyła as a canon of Kraków from the introduction of Bishop K. Wojtyła to the Chapter in 1958 until the announcement of his nomination as Archbishop Metropolitan of Kraków. ...
Education for Responsible Freedom in the Teaching of Karol Wojtyła – John Paul II
Education for Responsible Freedom in the Teaching of Karol Wojtyła – John Paul II
The purpose of this article is an attempt to show, based on selected excerpts from the works of Karol Wojtyła – John Paul II, the specificity of education oriented towards discover...
Roman Ingarden and Karol Wojtyła’s Reading of Max Scheler
Roman Ingarden and Karol Wojtyła’s Reading of Max Scheler
The purpose of this paper is to analyze the criticism that Roman Ingarden and Karol Wojtyła made of the ethical system proposed by Max Scheler. On the basis of the indicated simila...
Spiritual Heritage of Europe in the Light of Personalistic Universalism of Karol Wojtyla—John Paul II
Spiritual Heritage of Europe in the Light of Personalistic Universalism of Karol Wojtyla—John Paul II
The article is devoted to the philosophical and theological thought of Karol Wojtyła, i.e., John Paul II, who in his considerations gave a lot of attention to European issues, incl...
El Concilio Vaticano II y Karol Wojtyla
El Concilio Vaticano II y Karol Wojtyla
El artículo presenta algunos resultados del estudio de la participación de Karol Wojtyła, obispo auxiliar y, sucesivamente, arzobispo de Cracovia, en el Concilio Vaticano II, así c...

Back to Top