Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

POTENSI SIRIH GADING (Epipremnum aureum) DAN LILI PARIS (Chlorophytum comosum) SEBAGAI SARANA FITROMEDIASI PM2.5 DI DALAM RUANGAN

View through CrossRef
Sekitar 92% populasi dunia bernapas di tengah kualitas udara yang buruk karena tingginya konsentrasi polusi udara. Polusi udara berkontribusi sebanyak 43% dari seluruh penyakit dan kematian akibat penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Particulate matter 2.5 (PM2.5) adalah komponen polusi udara yang paling berbahaya yang menyebabkan 4,2 juta kematian pada tahun 2017. PM2.5 bisa dibedakan menjadi PM2.5 dalam ruangan dan luar ruangan. PM2.5 luar ruangan memiliki rata-rata konsentrasi PM2.5 yang lebih tinggi sehingga tidak menutup kemungkinan mampu mempengaruhi PM2.5 dalam ruangan. Remediasi merupakan upaya untuk memulihkan area yang tercemar. Teknik remediasi yang sering digunakan saat ini adalah dengan menggunakan berbagai zat kimia untuk mengadsorpsi, memfiltrasi, ozonasi, fotolisis, dan biofiltrasi. Fitoremediasi merupakan remediasi yang menggunakan bantuan tanaman dengan memanfaatkan karakteristik permukaan tanaman serta mikroorganisme yang berada di dalam filosfer tanaman. Sirih gading (Epipremnum aureum) dan lili paris (Chlorophytum comosum) terbukti memiliki karakteristik permukaan daun yang mampu mengakumulasi PM2.5 terutama PM2.5 dalam ruangan. Selain itu, mikroorganisme yang terdapat di dalam filosfer kedua tanaman tersebut diketahui memiliki kemampuan untuk melakukan detoksifikasi PM2.5. Mikroorganisme yang memiliki kemampuan untuk detoksifikasi pada Epipremnum aureum adalah Aspergillus niger dan Aspergillus fumigatus serta bakteri filum Firmicutes. Sedangkan pada Chlorophytum comosum, mikroorganisme yang sangaet berperan adalah bakteri filum Proteobacteria.
Title: POTENSI SIRIH GADING (Epipremnum aureum) DAN LILI PARIS (Chlorophytum comosum) SEBAGAI SARANA FITROMEDIASI PM2.5 DI DALAM RUANGAN
Description:
Sekitar 92% populasi dunia bernapas di tengah kualitas udara yang buruk karena tingginya konsentrasi polusi udara.
Polusi udara berkontribusi sebanyak 43% dari seluruh penyakit dan kematian akibat penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
Particulate matter 2.
5 (PM2.
5) adalah komponen polusi udara yang paling berbahaya yang menyebabkan 4,2 juta kematian pada tahun 2017.
PM2.
5 bisa dibedakan menjadi PM2.
5 dalam ruangan dan luar ruangan.
PM2.
5 luar ruangan memiliki rata-rata konsentrasi PM2.
5 yang lebih tinggi sehingga tidak menutup kemungkinan mampu mempengaruhi PM2.
5 dalam ruangan.
Remediasi merupakan upaya untuk memulihkan area yang tercemar.
Teknik remediasi yang sering digunakan saat ini adalah dengan menggunakan berbagai zat kimia untuk mengadsorpsi, memfiltrasi, ozonasi, fotolisis, dan biofiltrasi.
Fitoremediasi merupakan remediasi yang menggunakan bantuan tanaman dengan memanfaatkan karakteristik permukaan tanaman serta mikroorganisme yang berada di dalam filosfer tanaman.
Sirih gading (Epipremnum aureum) dan lili paris (Chlorophytum comosum) terbukti memiliki karakteristik permukaan daun yang mampu mengakumulasi PM2.
5 terutama PM2.
5 dalam ruangan.
Selain itu, mikroorganisme yang terdapat di dalam filosfer kedua tanaman tersebut diketahui memiliki kemampuan untuk melakukan detoksifikasi PM2.
5.
Mikroorganisme yang memiliki kemampuan untuk detoksifikasi pada Epipremnum aureum adalah Aspergillus niger dan Aspergillus fumigatus serta bakteri filum Firmicutes.
Sedangkan pada Chlorophytum comosum, mikroorganisme yang sangaet berperan adalah bakteri filum Proteobacteria.

Related Results

Insight into Physiological and Biochemical Markers against Formaldehyde Stress in Spider Plant (Chlorophytum comosum L.)
Insight into Physiological and Biochemical Markers against Formaldehyde Stress in Spider Plant (Chlorophytum comosum L.)
Abstract Formaldehyde is a prominent volatile organic compound and also considered an indoor air pollutant. Chlorophytum comosum, an indoor plant, has been reported to meta...
PENURUNAN PRODUKSI ASAM DAN PERTUMBUHAN BAKTERI STREPTOCOCCUS SOBRINUS SETELAH TERPAPAR REBUSAN DAUN SIRIH MERAH 10%
PENURUNAN PRODUKSI ASAM DAN PERTUMBUHAN BAKTERI STREPTOCOCCUS SOBRINUS SETELAH TERPAPAR REBUSAN DAUN SIRIH MERAH 10%
Karies merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri kariogenik yang terdapat di dalam rongga mulut, antara lain Streptococcus sobrinus. Bakteri tersebut mampu menghasilk...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Characterization and Transport Pathways of High PM2.5 Pollution Episodes During 2015–2021 in Tehran, Iran
Characterization and Transport Pathways of High PM2.5 Pollution Episodes During 2015–2021 in Tehran, Iran
Abstract Purpose High PM2.5 pollution episodes can affect entire regions around the world and have substantial impacts on climate, visibility, an...
Pengenalan Pola Pada Daun Sirih Menggunakan Metode Backpropagation
Pengenalan Pola Pada Daun Sirih Menggunakan Metode Backpropagation
Tanaman sirih memiliki berbagai jenis dengan bentuk dan warna yang mirip, yang sering kali menyebabkan kesulitan dalam mengidentifikasi dan membedakan jenis-jenisnya, terutama bagi...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...

Back to Top