Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

SEDUCTION DAN SIMULAKRA PADA LAYANAN SPAYLATER

View through CrossRef
<p><em>“Buy Now Pay Later” service based on digital financial applications is increasingly being famous in Indonesia. One of them is SPaylater which was originally a financial loan for shopping on the Shopee application and is increasingly being used to pay for consumption-based on the merchant. SPaylater adopted the credit card method with several innovations such as faster and easier submissions, also the payment can be paid in installment. Employing qualitative method and hermeneutic approach, this paper collects data through observation and library research. It was written to debunk the operative of seduction and simulacra in SPaylater's service features.  SPaylater contained several seduction patterns so that the middle and lower classes are willing to use credit facilities in carrying out consumption activities. SPaylater service offered easy registration, discounts, free shipping coupons and cash back as seduction to attract users to use the payment method. SPaylater was a simulacra in a digital ecosystem. It was potentially entrap the user into consuming activity without realizing their financial reality. It was potentially also to trap the user in a prolonged cycle of debt and cause greater financial problems in the long term.</em><em></em></p><p> </p><p><strong><em>Keywords</em></strong><strong><em>: </em></strong><strong><em>SPaylater, Shopee, Seduction, Simulacra</em></strong><strong><em>.</em></strong></p><p><strong><em> </em></strong></p><h2>Abstrak</h2><p>Layanan “Beli Sekarang Bayar Nanti” berbasis aplikasi keuangan digital semakin marak di Indonesia. Salah satunya adalah <em>SPaylater</em> yang pada awalnya menjadi pinjaman keuangan untuk belanja pada aplikasi <em>Shopee</em> dan semakin meluas untuk bisa digunakan membayar pada toko fisik berbasis konsumsi dan jasa. <em>SPaylater</em> mengadopsi cara kerja kartu kredit dengan inovasi yang memungkinkan calon pengguna melakukan pengajuan secara lebih cepat, mudah, dan pembayaran yang bisa dicicil. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan hermeneutik, tulisan ini mengambil data melalui pengamatan dan studi pustaka. Tulisan ini bertujuan untuk membongkar selubung <em>seduction</em> dan simulakra pada fitur layanan <em>SPaylater</em>.  <em>SPaylater</em> memuat beberapa pola <em>seduction</em> agar masyarakat kelas menengah dan bawah bersedia menggunakan fasilitas kredit dalam melakukan aktivitas konsumsi. Layanan <em>SPaylater</em> menawarkan kemudahan pendaftaran, potongan harga, kupon gratis ongkos kirim dan kembalian tunai sebagai <em>seduction</em> untuk menarik minat pengguna menggunakan metode pembayaran ini. <em>SPaylater</em> merupakan simulakra dalam ekosistem digital yang berpotensi membuat pengguna terlena untuk berbelanja tanpa menyadari realitas keuangan mereka. Ini berpotensi untuk menjebak pengguna dalam siklus utang yang berkepanjangan serta menyebabkan masalah keuangan yang lebih besar dalam jangka panjang.</p><p> </p><p><strong>Kata </strong><strong>K</strong><strong>unci: </strong><strong><em>Spaylater</em></strong><strong>, Shopee, <em>Seduction</em>, Simulakra</strong><strong>.</strong><strong></strong></p>
Title: SEDUCTION DAN SIMULAKRA PADA LAYANAN SPAYLATER
Description:
<p><em>“Buy Now Pay Later” service based on digital financial applications is increasingly being famous in Indonesia.
One of them is SPaylater which was originally a financial loan for shopping on the Shopee application and is increasingly being used to pay for consumption-based on the merchant.
SPaylater adopted the credit card method with several innovations such as faster and easier submissions, also the payment can be paid in installment.
Employing qualitative method and hermeneutic approach, this paper collects data through observation and library research.
It was written to debunk the operative of seduction and simulacra in SPaylater's service features.
  SPaylater contained several seduction patterns so that the middle and lower classes are willing to use credit facilities in carrying out consumption activities.
SPaylater service offered easy registration, discounts, free shipping coupons and cash back as seduction to attract users to use the payment method.
SPaylater was a simulacra in a digital ecosystem.
It was potentially entrap the user into consuming activity without realizing their financial reality.
It was potentially also to trap the user in a prolonged cycle of debt and cause greater financial problems in the long term.
</em><em></em></p><p> </p><p><strong><em>Keywords</em></strong><strong><em>: </em></strong><strong><em>SPaylater, Shopee, Seduction, Simulacra</em></strong><strong><em>.
</em></strong></p><p><strong><em> </em></strong></p><h2>Abstrak</h2><p>Layanan “Beli Sekarang Bayar Nanti” berbasis aplikasi keuangan digital semakin marak di Indonesia.
Salah satunya adalah <em>SPaylater</em> yang pada awalnya menjadi pinjaman keuangan untuk belanja pada aplikasi <em>Shopee</em> dan semakin meluas untuk bisa digunakan membayar pada toko fisik berbasis konsumsi dan jasa.
<em>SPaylater</em> mengadopsi cara kerja kartu kredit dengan inovasi yang memungkinkan calon pengguna melakukan pengajuan secara lebih cepat, mudah, dan pembayaran yang bisa dicicil.
Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan hermeneutik, tulisan ini mengambil data melalui pengamatan dan studi pustaka.
Tulisan ini bertujuan untuk membongkar selubung <em>seduction</em> dan simulakra pada fitur layanan <em>SPaylater</em>.
  <em>SPaylater</em> memuat beberapa pola <em>seduction</em> agar masyarakat kelas menengah dan bawah bersedia menggunakan fasilitas kredit dalam melakukan aktivitas konsumsi.
Layanan <em>SPaylater</em> menawarkan kemudahan pendaftaran, potongan harga, kupon gratis ongkos kirim dan kembalian tunai sebagai <em>seduction</em> untuk menarik minat pengguna menggunakan metode pembayaran ini.
<em>SPaylater</em> merupakan simulakra dalam ekosistem digital yang berpotensi membuat pengguna terlena untuk berbelanja tanpa menyadari realitas keuangan mereka.
Ini berpotensi untuk menjebak pengguna dalam siklus utang yang berkepanjangan serta menyebabkan masalah keuangan yang lebih besar dalam jangka panjang.
</p><p> </p><p><strong>Kata </strong><strong>K</strong><strong>unci: </strong><strong><em>Spaylater</em></strong><strong>, Shopee, <em>Seduction</em>, Simulakra</strong><strong>.
</strong><strong></strong></p>.

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Analisis penggunaan spaylater di kalangan mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas PGRI Madiun
Analisis penggunaan spaylater di kalangan mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas PGRI Madiun
Kemajuan teknologi memberikan dampak besar terhadap mahasiswa, khususnya dalam meningkatkan produktivitas dan menyelesaikan pekerjaan, salah satunya melalui layanan pembayaran kred...
Pengaruh Persepsi Kemudahan Penggunaan, Kepercayaan, Risiko dan Keamanan Terhadap Impulse Buying Pengguna Spaylater di Kabupaten Bekasi
Pengaruh Persepsi Kemudahan Penggunaan, Kepercayaan, Risiko dan Keamanan Terhadap Impulse Buying Pengguna Spaylater di Kabupaten Bekasi
Perkembangan dunia digital telah mengubah cara sektor ritel dan keuangan beroperasi, terutama dalam perilaku belanja konsumen. E-commerce, yang telah menjadi bagian integral dari t...
Faktor Gaya Hidup Hedonis dan Persepsi Kemudahan Penggunaan Terhadap Keputusan Generasi Z Menggunakan Spaylater di Surabaya
Faktor Gaya Hidup Hedonis dan Persepsi Kemudahan Penggunaan Terhadap Keputusan Generasi Z Menggunakan Spaylater di Surabaya
The rapid development of the internet has encouraged Generation Z to adopt a hedonistic lifestyle, supported by the convenience offered by online loan services like SPayLater. This...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., &amp; Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Meninjau Layanan Perpustakaan Sekolah Menengah Atas Majelis Tafsir Al-Qur’an Surakarta
Meninjau Layanan Perpustakaan Sekolah Menengah Atas Majelis Tafsir Al-Qur’an Surakarta
Pendahuluan. Artikel ini mengkaji tentang layanan perpustakaan khususnya di SMA MTA Surakarta. Tujuan kajian ini adalah untuk dapat mengidentifikasi dan menganalisis layanan perpus...
Scepticism and Seduction
Scepticism and Seduction
This is the course we intend to follow: to put together the specific features of sceptical seduction and see the means it employs as well as, when possible, pointing out the change...

Back to Top