Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KEUNIKAN BAHASA MANTRA BANJAR: PANAH ARJUNA (The Uniqueness of the Expression of Banjarese Spell:Panah Arjuna)

View through CrossRef
Mantra Panah Arjuna adalah salah satu mantra Banjar berupa mantra cinta untuk menundukkan hati seseorang yang dicintai.  Lazimnya mantra ini dipergunakan oleh laki-laki untuk menaklukkan perempuan pujaan hatinya.  Namun, tradisi bermantra mulai ditinggalkan oleh masyarakat penggunanya. Mantra lebih dianggap sebuah takhayul. Oleh karena itu, perlu langkah konkret untuk mengenalkan kembali keberadaan mantra Banjar kepada generasi muda di Kalimantan Selatan ini. Tulisan ini secara ringkas mendeskripsikan keunikan bahasa mantra Panah Arjuna dilihat dari aspek-aspek kelisanan dengan memanfaatkan teori struktukralisme. Aspek-aspek kelisanan mantra dalam bentuk bahasa meliputi:  sruktur mantra,  formula repetisi,  formula pararelisme, formula sintaksis, dan ekspresi formulaik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik catat, wawancara, dan studi pustaka. Hasil analisis memberikan gambaran singkat mengenai sruktur mantra, formula repetisi, formula pararelisme, formula sintaksis dan ekspresi formulaik pada mantra Panah Arjuna.  Selain itu, formula-formula tersebut dapat dipergunakan sebagai alat bantu untuk mengingat dengan mudah dan cepat mantra dalam rangka melestarikan mantra Banjar.Abstract:The Panah Arjuna spell is one of the Banjarese love spell to win one’s heart. It is com- monly used by men to subjugate women’s heart. However, the tradition of using spell begins to be abandoned by society. Spell is more considered a superstition. Therefore, it is required to do the concrete steps to introduce Banjar spell to young people in South Kalimantan. This paper briefly describes the uniqueness of the  expressions of the  Panah Arjuna spell viewed from the aspects of orality using structuralism theory. Orality aspects in the spell expressions include spell structure, repetition formula, parallelism formula, syntax and expression formula. The method used is de- scriptive qualitative by applying note taking technique, interviews, and literature review. The re- sults of the analysis provide a brief overview of spell structures, repetition formula, parallelism formula, syntax formula, and expression formula of  the panah Arjuna spell . In addition, these formulas can be used as a tool to remember them easily and quickly in order to preserve the Banjarese spell.
Title: KEUNIKAN BAHASA MANTRA BANJAR: PANAH ARJUNA (The Uniqueness of the Expression of Banjarese Spell:Panah Arjuna)
Description:
Mantra Panah Arjuna adalah salah satu mantra Banjar berupa mantra cinta untuk menundukkan hati seseorang yang dicintai.
  Lazimnya mantra ini dipergunakan oleh laki-laki untuk menaklukkan perempuan pujaan hatinya.
  Namun, tradisi bermantra mulai ditinggalkan oleh masyarakat penggunanya.
Mantra lebih dianggap sebuah takhayul.
Oleh karena itu, perlu langkah konkret untuk mengenalkan kembali keberadaan mantra Banjar kepada generasi muda di Kalimantan Selatan ini.
Tulisan ini secara ringkas mendeskripsikan keunikan bahasa mantra Panah Arjuna dilihat dari aspek-aspek kelisanan dengan memanfaatkan teori struktukralisme.
Aspek-aspek kelisanan mantra dalam bentuk bahasa meliputi:  sruktur mantra,  formula repetisi,  formula pararelisme, formula sintaksis, dan ekspresi formulaik.
Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik catat, wawancara, dan studi pustaka.
Hasil analisis memberikan gambaran singkat mengenai sruktur mantra, formula repetisi, formula pararelisme, formula sintaksis dan ekspresi formulaik pada mantra Panah Arjuna.
  Selain itu, formula-formula tersebut dapat dipergunakan sebagai alat bantu untuk mengingat dengan mudah dan cepat mantra dalam rangka melestarikan mantra Banjar.
Abstract:The Panah Arjuna spell is one of the Banjarese love spell to win one’s heart.
It is com- monly used by men to subjugate women’s heart.
However, the tradition of using spell begins to be abandoned by society.
Spell is more considered a superstition.
Therefore, it is required to do the concrete steps to introduce Banjar spell to young people in South Kalimantan.
This paper briefly describes the uniqueness of the  expressions of the  Panah Arjuna spell viewed from the aspects of orality using structuralism theory.
Orality aspects in the spell expressions include spell structure, repetition formula, parallelism formula, syntax and expression formula.
The method used is de- scriptive qualitative by applying note taking technique, interviews, and literature review.
The re- sults of the analysis provide a brief overview of spell structures, repetition formula, parallelism formula, syntax formula, and expression formula of  the panah Arjuna spell .
In addition, these formulas can be used as a tool to remember them easily and quickly in order to preserve the Banjarese spell.

Related Results

Kajian Semiotika Mantra Banjar
Kajian Semiotika Mantra Banjar
Penelitian ini berkenaan [u1] dengan kajian bentuk fisik, jenis, dan fungsi mantra Banjar. Rumusan masalah penelitian ini ada 4, yakni: (1) bagaimanakah bentuk fisik mantra Banjar?...
ANALISIS MANTRA PESTA PANEN ADAT LOMPLAI SUKU DAYAK WEHEA DI DESA NEHAS LIAH BING KABUPATEN KUTAI TIMUR KAJIAN SEMIOTIKA
ANALISIS MANTRA PESTA PANEN ADAT LOMPLAI SUKU DAYAK WEHEA DI DESA NEHAS LIAH BING KABUPATEN KUTAI TIMUR KAJIAN SEMIOTIKA
Aslam Cahya Putra, Kiftiawati, PurwantiProgram Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu BudayaUniversitas MulawarmanEmail: aslamr074@gmail.com  ABSTRAKKata kunci: suku dayak wehea, ma...
DIKSI DALAM MANTRA BAHASA BANJAR
DIKSI DALAM MANTRA BAHASA BANJAR
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan diksi dalam mantra bahasa Banjar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif untuk menganalisis...
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GEDUNG BALE BANJAR BUALU KELURAHAN BENOA, KABUPATEN BADUNG
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GEDUNG BALE BANJAR BUALU KELURAHAN BENOA, KABUPATEN BADUNG
Banjar Bualu didirikan sekitar tahun 1905 dan merupakan banjar pertama yang dibentuk di kawasan Desa Adat Bualu. Terdapat 8 banjar yang ada di wilayah Desa Adat Bualu, nama-nama Ba...
Makna Mantra Melaut Suku Bajo
Makna Mantra Melaut Suku Bajo
Mantra adalah salah satu genre puisi lama yang pembacaannya dimaksudkan untuk menimbulkan efek magis atau kekuatan tertentu. Mantra, dalam pandangan masyarakat Bajo, diyakini dapat...
STRUKTUR DAN FUNGSI MANTRA HIDU-MAHIDU TATAMBA ANAK PADA MASYARAKAT DAYAK BAKUMPAI
STRUKTUR DAN FUNGSI MANTRA HIDU-MAHIDU TATAMBA ANAK PADA MASYARAKAT DAYAK BAKUMPAI
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan struktur dan fungsi mantra hidu-mahidu tatamba anak pada masyarakat Dayak Bakumpai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskr...
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PADA AGROINDUSTRI TEMPE
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PADA AGROINDUSTRI TEMPE
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) Kelayakan Finansial Agroindustri Tempe yang dijalankan oleh seorang Perajin Tempe di Kelurahan Banjar Kecamatan Banjar Kota...
AFIKSASI DALAM PENINGKATAN VALENSI VERBA BAHASA JAWA DAN BAHASA BANJAR
AFIKSASI DALAM PENINGKATAN VALENSI VERBA BAHASA JAWA DAN BAHASA BANJAR
Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk untuk mengetahui proses afiksasi yang berperan terhadap peningkatan valensi verba dalam bahasa Jaw...

Back to Top