Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISIS GAYA BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA STKIP MELAWI

View through CrossRef
Abstrak: Tujuan penelitian ini ialah untuk mendapat gambaran tentang klasifikasi gaya belajar yang dimiliki mahasiswa Pendidikan Matematika STKIP Melawi Angkatan 2022. Metode pengumpulan data menggunakan metode angket dan Observasi. Adapun langkah penelitian ialah: 1) penyusunan instrumen; 2) pengambilan data; 3) analisis data; 4) uji validitas data; dan 5) pelaporan. Kriteria yang digunakan dalam pengujian keabsahan data menggunakan Kepercayaan (kreadibility) melalui triangulasi sumber dan memperpanjang kehadiran di lapangan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki kecenderungan bergaya belajar Visual, yaitu sebesar 47,83%, diikuti gaya belajar Audio dan Kinestetik dengan prosentase secara berturut- turut yaitu 33,70% dan 18,48%. Dengan sebaran gaya belajar ditinjau dari tingkat kognitif: (a) 47,83% mahasiswa bergaya belajar visual terdiri dari 9,09% level kognitif tinggi; 52,27% level kognitif sedang dan 38,64% mahasiswa yang memiliki level kognitif rendah; (b) 33,70% mahasiswa bergaya belajar visual terdiri dari 12,90% level kognitif tinggi; 64,52% level kognitif sedang dan 22,58% mahasiswa yang memiliki level kognitif rendah; dan (c) 18,48% mahasiswa bergaya belajar visual terdiri dari 0% level kognitif tinggi; 64,71% level kognitif sedang dan 35,29% mahasiswa yang memiliki level kognitif rendah. Artinya, tidak ada gaya belajar yang lebih baik dari yang lainnya. Kata Kunci: klasifikasi, gaya belajar, VAK,  visual, auditori, kinestetik   Abstract : The aim of this research is to get an idea of the classification of learning styles of Mathematics Education students at STKIP Melawi Class of 2022. The data collection method uses questionnaires and observation. The research steps are: 1) preparation of instruments; 2) data collection; 3) data analysis; 4) test data validity; and 5) reporting. The criteria used in testing the validity of the data use credibility through source triangulation and extended presence in the field. Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that the majority of students have a tendency towards a Visual learning style, namely 47.83%, followed by Audio and Kinesthetic learning styles with percentages respectively of 33.70% and 18.48%. With the distribution of learning styles in terms of cognitive level: (a) 47.83% of students have a visual learning style consisting of 9.09% of high cognitive level; 52.27% of students had moderate cognitive level and 38.64% of students had low cognitive level; (b) 33.70% of students have a visual learning style consisting of 12.90% of high cognitive levels; 64.52% of students had moderate cognitive level and 22.58% of students had low cognitive level; and (c) 18.48% of students with a visual learning style consisting of 0% high cognitive level; 64.71% had medium cognitive level and 35.29% of students had low cognitive level. This means that no learning style is better than another. Keywords: classification, learning styles, VAK, visual, auditory, kinesthetic
Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi
Title: ANALISIS GAYA BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA STKIP MELAWI
Description:
Abstrak: Tujuan penelitian ini ialah untuk mendapat gambaran tentang klasifikasi gaya belajar yang dimiliki mahasiswa Pendidikan Matematika STKIP Melawi Angkatan 2022.
Metode pengumpulan data menggunakan metode angket dan Observasi.
Adapun langkah penelitian ialah: 1) penyusunan instrumen; 2) pengambilan data; 3) analisis data; 4) uji validitas data; dan 5) pelaporan.
Kriteria yang digunakan dalam pengujian keabsahan data menggunakan Kepercayaan (kreadibility) melalui triangulasi sumber dan memperpanjang kehadiran di lapangan.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki kecenderungan bergaya belajar Visual, yaitu sebesar 47,83%, diikuti gaya belajar Audio dan Kinestetik dengan prosentase secara berturut- turut yaitu 33,70% dan 18,48%.
Dengan sebaran gaya belajar ditinjau dari tingkat kognitif: (a) 47,83% mahasiswa bergaya belajar visual terdiri dari 9,09% level kognitif tinggi; 52,27% level kognitif sedang dan 38,64% mahasiswa yang memiliki level kognitif rendah; (b) 33,70% mahasiswa bergaya belajar visual terdiri dari 12,90% level kognitif tinggi; 64,52% level kognitif sedang dan 22,58% mahasiswa yang memiliki level kognitif rendah; dan (c) 18,48% mahasiswa bergaya belajar visual terdiri dari 0% level kognitif tinggi; 64,71% level kognitif sedang dan 35,29% mahasiswa yang memiliki level kognitif rendah.
Artinya, tidak ada gaya belajar yang lebih baik dari yang lainnya.
 Kata Kunci: klasifikasi, gaya belajar, VAK,  visual, auditori, kinestetik   Abstract : The aim of this research is to get an idea of the classification of learning styles of Mathematics Education students at STKIP Melawi Class of 2022.
The data collection method uses questionnaires and observation.
The research steps are: 1) preparation of instruments; 2) data collection; 3) data analysis; 4) test data validity; and 5) reporting.
The criteria used in testing the validity of the data use credibility through source triangulation and extended presence in the field.
Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that the majority of students have a tendency towards a Visual learning style, namely 47.
83%, followed by Audio and Kinesthetic learning styles with percentages respectively of 33.
70% and 18.
48%.
With the distribution of learning styles in terms of cognitive level: (a) 47.
83% of students have a visual learning style consisting of 9.
09% of high cognitive level; 52.
27% of students had moderate cognitive level and 38.
64% of students had low cognitive level; (b) 33.
70% of students have a visual learning style consisting of 12.
90% of high cognitive levels; 64.
52% of students had moderate cognitive level and 22.
58% of students had low cognitive level; and (c) 18.
48% of students with a visual learning style consisting of 0% high cognitive level; 64.
71% had medium cognitive level and 35.
29% of students had low cognitive level.
This means that no learning style is better than another.
 Keywords: classification, learning styles, VAK, visual, auditory, kinesthetic.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
GAYA MENGAJAR OTORITER DAN DEMOKRATIS TERHADAP HASIL BELAJAR RENANG GAYA BEBAS
GAYA MENGAJAR OTORITER DAN DEMOKRATIS TERHADAP HASIL BELAJAR RENANG GAYA BEBAS
Permasalahan yang diungkapkan dalam penelitian ini adalah : 1) apakah ada pengaruh signifikan gaya mengajar otoriter terhadap hasil belajar renang gaya bebas. 2) apakah ada pengaru...
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA
Motivasi belajar matematika merupakan elemen penting dalam pembelajaran matematika. Motivasi belajar matematika siswa berbeda-beda dalam hal tingkat motivasi dan jenis motivasinya....
Identifikasi Keterampilan Belajar (Study Skills) dan Gaya Belajar (Learning Style) Mahasiswa Jurusan Biologi
Identifikasi Keterampilan Belajar (Study Skills) dan Gaya Belajar (Learning Style) Mahasiswa Jurusan Biologi
Keterampilan belajar (study skills) dan gaya belajar (learning style) mahasiswa selama ini menjadi faktor yang kurang diperhatikan karena faktor dosen dan lingkungan belajar cender...
PEMETAAN KEBUTUHAN BELAJAR BERDASARKAN GAYA BELAJAR PESERTA DIDIK
PEMETAAN KEBUTUHAN BELAJAR BERDASARKAN GAYA BELAJAR PESERTA DIDIK
Memetakan gaya belajar peserta didik perlu dilakukan oleh guru. Setiap peserta didik memiliki kelebihan dan kekurangan, serta preferensi bagaimana sebuah informasi diproses berbeda...
MENGATASI KESULITAN BELAJAR DENGAN MEMAHAMI GAYA BELAJAR
MENGATASI KESULITAN BELAJAR DENGAN MEMAHAMI GAYA BELAJAR
Dalam proses pendidikan, setiap individu memiliki gaya belajar sendiri. Gaya belajar bisa dikatakan kecenderungan seseorang untuk mengadaptasi suatu strategi belajar tertentu denga...
Nur fitrah
Nur fitrah
Matematika merupakan salah satu cabang ilmu yang sangat penting, karena matematika sebagai mata pelajaran yang memungkinkan untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan merupakan sar...

Back to Top