Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Neuropati Auditori

View through CrossRef
Abstrak Latar belakang: Neuropati auditori merupakan suatu gangguan pendengaran yang jarang terjadi dengan prevalensi yang belum diketahui secara pasti dan membutuhkan identifikasi dan diagnosis secara dini. Tujuan: Untuk menjelaskan gambaran audiologi dan elektrofisiologi neuropati auditori sehingga dapat menentukan terapi dan intervensi yang efektif. Tinjauan Pustaka: Neuropati auditori merupakan bagian dari tuli sensorineural, dimana suara dapat masuk hingga telinga dalam, tetapi transmisi sinyal dari telinga dalam ke otak terganggu pada jaras tertentu. Kelainan ini dapat mengenai semua umur mulai dari bayi hingga dewasa. Pasien dengan neuropati auditori dapat memiliki derajat pendengaran yang normal atau mengalami penurunan dari ringan hingga tuli sangat berat, tetapi selalu memiliki kemampuan persepsi bicara yang buruk. Neuropati auditori ditandai dengan hasil abnormal pada brainstem evoked response audiometry (BERA), tetapi otoacoustic emission (OAE) yang normal. Kelainan ini membutuhkan pendekatan manajemen yang berbeda untuk masalah pendengaran dan komunikasi dibandingkan tuli perifer lainnya. Kesimpulan: Evaluasi klinis dan audiologi yang akurat dibutuhkan pada neuropati auditori, dan pada akhirnya, diagnosis yang tepat memberikan strategi terapi dan rehabilitasi yang lebih baik. Kata kunci: Neuropati auditori, BERA, OAE, persepsi bicara Abstract Background: Auditory neuropathy is a rare hearing disorder which is the prevalence not well established and need an early identification and diagnosis. Purpose: To describe the audiological and electrophysiological features of auditory neuropathy in order to determine the effective treatment and intervention. Literature Review: Auditory neuropathy is a kind of sensorineural hearing loss, in which sounds enter the inner ear normally, but the signal transmission from the inner ear to the brain is impaired in some ways. It can affect people of all ages from infant to adult. Patients with auditory neuropathy may have normal hearing or hearing loss ranging from mild to profound hearing loss, but they always have poor speech perception abilities. Auditory neuropathy is characterized by the abnormal result of the auditory brainstem response (BERA), but in the presence of preserved otoacoustic emissions (OAE). It requires a different management approach to the auditory and communication problems that used for usual peripheral hearing losses. Conclusion: An accurate clinical and audiological evaluation are needed in auditory neuropathy, and finally, a correct diagnosis allow better treatment and rehabilitative strategies. Keywords: Auditory neuropathy, BERA, OAE, speech perception
Title: Neuropati Auditori
Description:
Abstrak Latar belakang: Neuropati auditori merupakan suatu gangguan pendengaran yang jarang terjadi dengan prevalensi yang belum diketahui secara pasti dan membutuhkan identifikasi dan diagnosis secara dini.
Tujuan: Untuk menjelaskan gambaran audiologi dan elektrofisiologi neuropati auditori sehingga dapat menentukan terapi dan intervensi yang efektif.
Tinjauan Pustaka: Neuropati auditori merupakan bagian dari tuli sensorineural, dimana suara dapat masuk hingga telinga dalam, tetapi transmisi sinyal dari telinga dalam ke otak terganggu pada jaras tertentu.
Kelainan ini dapat mengenai semua umur mulai dari bayi hingga dewasa.
Pasien dengan neuropati auditori dapat memiliki derajat pendengaran yang normal atau mengalami penurunan dari ringan hingga tuli sangat berat, tetapi selalu memiliki kemampuan persepsi bicara yang buruk.
Neuropati auditori ditandai dengan hasil abnormal pada brainstem evoked response audiometry (BERA), tetapi otoacoustic emission (OAE) yang normal.
Kelainan ini membutuhkan pendekatan manajemen yang berbeda untuk masalah pendengaran dan komunikasi dibandingkan tuli perifer lainnya.
Kesimpulan: Evaluasi klinis dan audiologi yang akurat dibutuhkan pada neuropati auditori, dan pada akhirnya, diagnosis yang tepat memberikan strategi terapi dan rehabilitasi yang lebih baik.
Kata kunci: Neuropati auditori, BERA, OAE, persepsi bicara Abstract Background: Auditory neuropathy is a rare hearing disorder which is the prevalence not well established and need an early identification and diagnosis.
Purpose: To describe the audiological and electrophysiological features of auditory neuropathy in order to determine the effective treatment and intervention.
Literature Review: Auditory neuropathy is a kind of sensorineural hearing loss, in which sounds enter the inner ear normally, but the signal transmission from the inner ear to the brain is impaired in some ways.
It can affect people of all ages from infant to adult.
Patients with auditory neuropathy may have normal hearing or hearing loss ranging from mild to profound hearing loss, but they always have poor speech perception abilities.
Auditory neuropathy is characterized by the abnormal result of the auditory brainstem response (BERA), but in the presence of preserved otoacoustic emissions (OAE).
It requires a different management approach to the auditory and communication problems that used for usual peripheral hearing losses.
Conclusion: An accurate clinical and audiological evaluation are needed in auditory neuropathy, and finally, a correct diagnosis allow better treatment and rehabilitative strategies.
Keywords: Auditory neuropathy, BERA, OAE, speech perception.

Related Results

Hubungan Lama Menderita Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Kejadian Neuropati Diabetik
Hubungan Lama Menderita Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Kejadian Neuropati Diabetik
Neuropati diabetik merupakan komplikasi mikrovaskuler yang paling sering terjadi pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2), diperkirakan sebagian dari penderita DMT2 mengalami kom...
PENERAPAN TERAPI MUSIK TERHADAP NYERI NEUROPATI PADA PENYANDANG DIABETES MELLITUS
PENERAPAN TERAPI MUSIK TERHADAP NYERI NEUROPATI PADA PENYANDANG DIABETES MELLITUS
Abstrak   Nyeri neuropati adalah salah satu komplikasi kronik yang dapat dialami penyandang Diabetes Mellitus (DM) yang dapat menyebabkan gangguan fisik, sosial dan spi...
Hubungan Gaya Belajar Visual, Auditori dan Kinestik Terhadap Peningkatan Kecerdasan Verbal-Linguistik
Hubungan Gaya Belajar Visual, Auditori dan Kinestik Terhadap Peningkatan Kecerdasan Verbal-Linguistik
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan gaya belajar Visual, Auditori dan Kinestik terhadap peningkatan kecerdasan ver...
Deskripsi Pengetahuan Penderita Dm Tipe 2 Tentang Pencegahan Komplikasi Neuropati Perifer
Deskripsi Pengetahuan Penderita Dm Tipe 2 Tentang Pencegahan Komplikasi Neuropati Perifer
Diabetes mellitus (DM) adalah suatu penyakit kronik pada sistem endokrin yang ditandai adanya peningkatan kadar gula darah melebihi kadar normal karena kekurangan hormon insulin ak...
Manajemen Nyeri Neuropatik
Manajemen Nyeri Neuropatik
Diketahui jutaan orang di seluruh dunia telah mengalami nyeri neuropatik yang diperkirakan terjadi pada sebanyak 7% dari populasi. Nyeri neuropatik merupakan salah satu jenis nyeri...
Model Pembelajaran Visual Auditori dan Kinestetik pada Pelajaran AL-Qur’an
Model Pembelajaran Visual Auditori dan Kinestetik pada Pelajaran AL-Qur’an
Proses belajar mengajar telah mengalami perkembangan yang sangat pesat sesuai dengan perkembangan zaman itu sendiri, namun disisi lainnya tidak terlihat adanya keseiringan atau kes...
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH KONTEKSTUAL DITINJAU DARI GAYA BELAJAR
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH KONTEKSTUAL DITINJAU DARI GAYA BELAJAR
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan siswa dengan gaya belajar visual, Aural/Auditori, read-write, konestetik dalam menyelesaikan soal kontekstual. Metode yang dig...
HUBUNGAN GAYA BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWI MAHAD AISYAH BINTI ABU BAKAR ANGKATAN 2020
HUBUNGAN GAYA BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWI MAHAD AISYAH BINTI ABU BAKAR ANGKATAN 2020
Gaya belajar adalah kombinasi dari bagaimana seseorang menyerap, dan kemudian mengatur, serta mengolah informasi. Pentingnya memahami gaya belajar seseorang terletak pada fakta bah...

Back to Top