Javascript must be enabled to continue!
Faktor Determinan Kondisi Kaki Pasien Diaetes Mellitus
View through CrossRef
Diabetes melitus (DM) adalah penyakit kronik yang dapat mengakibatkan kondisi hiperglikemia. Hiperglikemia dapat menyebabkan penyakit makrovaskuler, mikrovaskuler, dan neuropati yang menyebabkan penyakit kaki. Untuk mencegah ini, pasien memerlukan pengetahuan dan praktik perawatan kaki. Studi ini bertujuan untuk menemukan faktor yang berkontribusi terhadap pengetahuan pasien dan kondisi kaki. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan daftar observasi untuk menguji pengetahuan dan kondisi kaki pasien. Analisis bivariat menggunakan uji Kendall Tau dan regresi ordinal untuk multivariat. Penelitian ini melibatkan 30 responden dengan karakteristik usia pra-lansia (56,7%), pendidikan SMA (76,7%), hidup dengan DM <1 tahun (53,3%), kondisi hiperglikemia (53,3%), pengetahuan yang rendah (73,3%), dan memiliki kondisi kaki yang buruk (73,3%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden tidak memiliki hubungan yang signifikan berkontribusi terhadap pengetahuan dan kondisi kaki. Hasil analisis uji Kendall Tau menunjukkan bahwa kondisi hiperglikemia (τ= 0,409; p= 0,012) dan pengetahuan pasien (τ= 0,480; p= 0,015) signifikan berhubungan dengan kondisi kaki. Kondisi hiperglikemia dan pengetahuan pasien menjadi prediktor kondisi kaki dengan koefisien determinasi sebesar 39,5%. Sehingga, jika pasien memiliki pengetahuan yang baik dan tidak mengalami kondisi hiperglikemia, mereka akan memiliki kondisi kaki yang baik. Oleh karena itu, edukasi mengenai perawatan kaki dan bagaimana menjaga kestabilan gula darah kepada pasien menjadi penting dalam penelitian selanjutnya.
Title: Faktor Determinan Kondisi Kaki Pasien Diaetes Mellitus
Description:
Diabetes melitus (DM) adalah penyakit kronik yang dapat mengakibatkan kondisi hiperglikemia.
Hiperglikemia dapat menyebabkan penyakit makrovaskuler, mikrovaskuler, dan neuropati yang menyebabkan penyakit kaki.
Untuk mencegah ini, pasien memerlukan pengetahuan dan praktik perawatan kaki.
Studi ini bertujuan untuk menemukan faktor yang berkontribusi terhadap pengetahuan pasien dan kondisi kaki.
Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan daftar observasi untuk menguji pengetahuan dan kondisi kaki pasien.
Analisis bivariat menggunakan uji Kendall Tau dan regresi ordinal untuk multivariat.
Penelitian ini melibatkan 30 responden dengan karakteristik usia pra-lansia (56,7%), pendidikan SMA (76,7%), hidup dengan DM <1 tahun (53,3%), kondisi hiperglikemia (53,3%), pengetahuan yang rendah (73,3%), dan memiliki kondisi kaki yang buruk (73,3%).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden tidak memiliki hubungan yang signifikan berkontribusi terhadap pengetahuan dan kondisi kaki.
Hasil analisis uji Kendall Tau menunjukkan bahwa kondisi hiperglikemia (τ= 0,409; p= 0,012) dan pengetahuan pasien (τ= 0,480; p= 0,015) signifikan berhubungan dengan kondisi kaki.
Kondisi hiperglikemia dan pengetahuan pasien menjadi prediktor kondisi kaki dengan koefisien determinasi sebesar 39,5%.
Sehingga, jika pasien memiliki pengetahuan yang baik dan tidak mengalami kondisi hiperglikemia, mereka akan memiliki kondisi kaki yang baik.
Oleh karena itu, edukasi mengenai perawatan kaki dan bagaimana menjaga kestabilan gula darah kepada pasien menjadi penting dalam penelitian selanjutnya.
Related Results
PERBANDINGAN SENSITIFITAS KAKI ANTARA SENAM KAKI MENGGUNAKAN KORAN DAN KELERENG PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II
PERBANDINGAN SENSITIFITAS KAKI ANTARA SENAM KAKI MENGGUNAKAN KORAN DAN KELERENG PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II
ABSTRACT
Diabetic foot exercise aims to help improving blood circulation, strengthen the small muscles of the feet and prevent foot deformities. Reduced sensitivity o...
Pemeriksaan Kaki Diabetes di Wisma Caring Sejahtera Depok Jawa Barat
Pemeriksaan Kaki Diabetes di Wisma Caring Sejahtera Depok Jawa Barat
ABSTRAK Hiperglekemia, atau peningkatan kadar glukosa darah yang melebihi normal, dikenal sebagai diabetes mellitus. Kadar glukosa darah harus lebih dari 200 mg/dl saat puasa, lebi...
Pengetahuan pencegahan kaki diabetik penderita diabetes melitus berpengaruh terhadap perawatan kaki
Pengetahuan pencegahan kaki diabetik penderita diabetes melitus berpengaruh terhadap perawatan kaki
Latar Belakang: Komplikasi yang sering terjadi pada penderita diabetes melitus salah satunya kaki diabetik. Masalah kaki diabetik memerlukan waktu dan biaya cukup banyak. Pencegah...
Analisis Pelaksanaan Standar Sasaran Keselamatan Pasien di Unit Gawat Darurat Ribka Saktiana Pasaribu
Analisis Pelaksanaan Standar Sasaran Keselamatan Pasien di Unit Gawat Darurat Ribka Saktiana Pasaribu
Latar belakang Keselamatan pasien adalah suatu sistem yang membuat asuhan pasien lebih aman, meliputi asesmen risiko, identifikasi dan pengelolaan risiko pasien, pelaporan dan anal...
Modifikasi Alat Pelindung Kaki dalam Mencegah Timbulnya Ulkus Kaki pada Penderita Diabetes Melitus
Modifikasi Alat Pelindung Kaki dalam Mencegah Timbulnya Ulkus Kaki pada Penderita Diabetes Melitus
Kaki tersusun atas tulang, otot, sendi, ligamentum, sistem limfe dan sistem neurovaskular yang sangat penting dalam mendukung aktivitas dalam kehidupan manusia. Kaki terdapat di di...
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Ulkus Kaki Diabetik Di Poliklinik Kaki Diabetik
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Ulkus Kaki Diabetik Di Poliklinik Kaki Diabetik
Diabetes yang tidak terkontrol dengan baik dapat menimbulkan berbagai komplikasi, salah satunya yaitu ulkus kaki diabetik. Ulkus kaki diabetik adalah kerusakan sebagian atau keselu...
Asam “Aktivitas Satu Jam" Konseling Kesehatan Masyarakat Penyakit Diabetes Melitus
Asam “Aktivitas Satu Jam" Konseling Kesehatan Masyarakat Penyakit Diabetes Melitus
Senam kaki merupakan latihan yang dilakukan bagi penderita Diabetes Melittus (DM) atau bukan penderita untuk mencegah terjadinya luka dan membantu melancarkan peredaran darah bagia...
Pelaksanaan Kolaborasi Komunikasi antara Dokter-Pasien di Rumah Sakit Kota Padang
Pelaksanaan Kolaborasi Komunikasi antara Dokter-Pasien di Rumah Sakit Kota Padang
Patient care in the hospital consists of 4 pillars of health professionals who play a role, namely clinicians, pharmacists, nurses and nutritionists. To realize good service to pat...

