Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kemampuan Verbal Penderita Auditory Agnosia

View through CrossRef
Tujuan penelitian ini mendeskripsikan dan menjelaskan kemampuan mendengar Tifa berdasar hasil pemeriksaan oleh PT Kasoem Hearing, menggunakan Brainsteam Evoked Response Audiometry (BERA) dan Otoacoustic Emission (OAE). Menjelaskan  kemampuan verbal Tifa menggunakan teori  kesalahan fonologi oleh Blumstein digunakan untuk menjelaskan bentuk-bentuk perubahan fonologis yang diujarkan oleh Tifa,  teori pengelompokan kelas kata pada tataran morfologi oleh Alwi, dkk,  serta untuk mengetahui  kemampuan sintaksis Tifa  menggunakan teori  yang dikemukakan Kridalaksana. Penelitian ini merupakan studi kasus pada salah satu pasien auditory agnosia Poliklinik  THT RSUP M. Djamil Padang. Metode dan teknik yang digunakan terdiri atas: metode simak untuk tahap pengumpulan data dengan teknik sadap sebagai teknik dasar dan teknik lanjutan simak libat cakap (SLC), simak bebas libat cakap (SBLC), catat, dan rekam. Metode  padan artikulatoris  untuk tahap analisis data, dan metode penyajian formal dan informal untuk tahap penyajian hasil analisis data. Sumber data dalam penelitian ini berbentuk lisan yang diambil dari ujaran penderita auditory agnosia, yaitu Tifa. Penelitian ini menemukan  bahwa derajat kemampuan mendengar Tifa berada pada kategori sedang berat dengan ambang pendengaran 60-70dB. Kesalahan fonologis terdiri atas penggantian, penghilangan, penambahan, dan ketidakteraturan bunyi. Tataran kelas kata yang paling dipahami anak adalah hal-hal yang paling dekat dengannya  dan berada dekat di lingkungan sekitarnya.  Kemampuan anak pada tataran kalimat, Tifa bisa melafalkan struktur kalimat lengkap, tetapi cenderung terbolak-balik antara unsur objek yang selalu mendahului predikat.
Title: Kemampuan Verbal Penderita Auditory Agnosia
Description:
Tujuan penelitian ini mendeskripsikan dan menjelaskan kemampuan mendengar Tifa berdasar hasil pemeriksaan oleh PT Kasoem Hearing, menggunakan Brainsteam Evoked Response Audiometry (BERA) dan Otoacoustic Emission (OAE).
Menjelaskan  kemampuan verbal Tifa menggunakan teori  kesalahan fonologi oleh Blumstein digunakan untuk menjelaskan bentuk-bentuk perubahan fonologis yang diujarkan oleh Tifa,  teori pengelompokan kelas kata pada tataran morfologi oleh Alwi, dkk,  serta untuk mengetahui  kemampuan sintaksis Tifa  menggunakan teori  yang dikemukakan Kridalaksana.
Penelitian ini merupakan studi kasus pada salah satu pasien auditory agnosia Poliklinik  THT RSUP M.
Djamil Padang.
Metode dan teknik yang digunakan terdiri atas: metode simak untuk tahap pengumpulan data dengan teknik sadap sebagai teknik dasar dan teknik lanjutan simak libat cakap (SLC), simak bebas libat cakap (SBLC), catat, dan rekam.
Metode  padan artikulatoris  untuk tahap analisis data, dan metode penyajian formal dan informal untuk tahap penyajian hasil analisis data.
Sumber data dalam penelitian ini berbentuk lisan yang diambil dari ujaran penderita auditory agnosia, yaitu Tifa.
Penelitian ini menemukan  bahwa derajat kemampuan mendengar Tifa berada pada kategori sedang berat dengan ambang pendengaran 60-70dB.
Kesalahan fonologis terdiri atas penggantian, penghilangan, penambahan, dan ketidakteraturan bunyi.
Tataran kelas kata yang paling dipahami anak adalah hal-hal yang paling dekat dengannya  dan berada dekat di lingkungan sekitarnya.
  Kemampuan anak pada tataran kalimat, Tifa bisa melafalkan struktur kalimat lengkap, tetapi cenderung terbolak-balik antara unsur objek yang selalu mendahului predikat.

Related Results

Analisis Kemampuan Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Ditinjau dari Kemampuan Verbal
Analisis Kemampuan Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Ditinjau dari Kemampuan Verbal
[Bahasa]: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan verbal, kemampuan menyelesaikan soal cerita, dan pengaruh kemampuan verbal terhadap kemampuan menyelesaikan so...
Cortical Representations of Speech in a Multi-talker Auditory Scene
Cortical Representations of Speech in a Multi-talker Auditory Scene
Abstract The ability to parse a complex auditory scene into perceptual objects is facilitated by a hierarchical auditory system. Successive stages in the hierarchy ...
Survival Rate Penderita Kanker Serviks Stadium IIIB Menurut Jenis Hispatologi dan Usia
Survival Rate Penderita Kanker Serviks Stadium IIIB Menurut Jenis Hispatologi dan Usia
Latar Belakang: Statistik kelangsungan hidup membantu memprediksi peluang bertahan hidup penderita kanker. Hispatologi dan usia penderita masih menjadi perdebatan apakah kedua vari...
Karakteristik Penderita Penyakit Diabetes Melitus di RSUD Kolonodale Kabupaten Morowali Utara
Karakteristik Penderita Penyakit Diabetes Melitus di RSUD Kolonodale Kabupaten Morowali Utara
Diabetes Melitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Penelitia...
PENERIMAAN MASYARAKAT PADA PENDERITA GANGGUAN JIWA
PENERIMAAN MASYARAKAT PADA PENDERITA GANGGUAN JIWA
Abstract : Patients with mental disorders until now still in view as a strange and frightening public, the lack of understanding of the public about mental disorders cause people w...
Meaning of Verbal and Non Verbal Sign of “Insidious” Film Poster
Meaning of Verbal and Non Verbal Sign of “Insidious” Film Poster
This research is entitled 'The Meaning of Verbal and Non-Verbal Sign of Insidious Film Poster. This study aimed to find verbal and non-verbal signs on the Insidious film poster and...
Habitat‐related differences in the frequency selectivity of auditory filters in songbirds
Habitat‐related differences in the frequency selectivity of auditory filters in songbirds
Summary 1. Environmental constraints in woodland habitats favour long‐range communication signals with slow modulations of frequency and amplitude, while constraints in open habita...

Back to Top